Kolaborasi ala Rachmat Gobel Mewarnai NFH 2026

Bali, Juni 2026 – Dunia bisnis Indonesia kembali diramaikan dua peristiwa yang menyiratkan benang merah tak terduga: kolaborasi dan persahabatan. Di kawasan Nusa Dua yang eksotis, pameran perhotelan...

Kolaborasi ala Rachmat Gobel Mewarnai NFH 2026

Bali, Juni 2026 – Dunia bisnis Indonesia kembali diramaikan dua peristiwa yang menyiratkan benang merah tak terduga: kolaborasi dan persahabatan. Di kawasan Nusa Dua yang eksotis, pameran perhotelan dan pariwisata terkemuka NFH Expo 2026 resmi dibuka dan langsung menarik perhatian lewat partisipasi Transvision Hospitality. Di saat yang sama, namun di tempat berbeda, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), menyampaikan kenangan mendalam tentang sosok pengusaha legendaris almarhum Rachmat Gobel. Dua momen yang tampak terpisah ini ternyata mengusung satu pesan kuat: keramahan dan hubungan manusiawi adalah fondasi bisnis masa depan.

NFH Expo 2026 yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi panggung bagi para pelaku industri perhotelan untuk memamerkan inovasi terkini. Transvision Hospitality hadir dengan konsep "Hotel of the Future", menggabungkan kecerdasan buatan, otomatisasi kamar, dan layanan yang sangat personal. Direktur Sales dan Marketing Transvision, Brando Tengdom, menegaskan bahwa keikutsertaan perusahaan bukan sekadar pamer produk, melainkan untuk memperkuat kolaborasi dengan mitra teknologi, perancang interior, dan penyedia layanan tamu. "Kami ingin menciptakan ekosistem hotel yang tidak hanya pintar secara digital, tetapi juga hangat secara manusiawi. Kolaborasi adalah satu-satunya cara untuk mewujudkannya," ujar Brando di sela acara. Di stan Transvision, pengunjung bisa merasakan langsung pengalaman menginap yang disesuaikan preferensi individu, dari pencahayaan otomatis hingga asisten virtual yang mampu berbicara dalam bahasa daerah.

Di sisi lain, kenangan tentang Rachmat Gobel kembali mencuat lewat refleksi JK di hadapan sejumlah pengusaha muda. Almarhum yang merupakan pendiri Panasonic Gobel dan mantan Menteri Perdagangan itu dikenal sebagai pribadi ramah yang memiliki lingkaran persahabatan sangat luas, melintasi sekat suku, agama, dan partai politik. "Pak Gobel adalah bukti bahwa kesuksesan bisnis tidak hanya diukur dari neraca keuangan, tetapi dari banyaknya teman. Beliau selalu mengedepankan silaturahmi sebelum berbisnis," kenang JK. Sosok Gobel sering mengundang para kolega untuk berdiskusi santai di kediamannya, memupuk jejaring yang kemudian menjadi pilar penting dalam ekspansi bisnisnya. Nilai-nilai inilah yang dinilai JK semakin langka di era digital yang serba cepat ini.

Menariknya, pesan persahabatan ala Gobel tersebut menemukan gaungnya di NFH Expo 2026. Transvision tidak hanya memamerkan teknologi, tetapi juga menekankan pentingnya kemitraan strategis berbasis kepercayaan. Brando mengungkapkan bahwa pihaknya menggandeng sejumlah startup lokal untuk menghadirkan fitur kearifan lokal di setiap properti yang dikelola. "Kami percaya bahwa hotel masa depan tidak boleh kehilangan sentuhan manusia. Teknologi adalah alat, bukan pengganti," tambahnya. Hal ini selaras dengan filosofi bisnis Rachmat Gobel yang memadukan inovasi dengan nilai-nilai tradisional.

Gelaran NFH Expo 2026 sendiri mencatatkan lebih dari 250 exhibitor dan 15 ribu pengunjung dari 30 negara. Di tengah ketatnya persaingan industri perhotelan global, kehadiran Transvision dan semangat kolaborasi yang diusungnya menjadi simbol bahwa pelaku bisnis Indonesia semakin dewasa dalam memaknai pasar. Mereka tidak hanya mengejar profit, tetapi juga membangun warisan jaringan yang tangguh—seperti yang dicontohkan oleh Rachmat Gobel semasa hidupnya.

Refleksi atas sosok Gobel dan perwujudan kolaborasi di NFH Expo 2026 ini menunjukkan bahwa nilai persahabatan masih menjadi perekat utama di dunia usaha. Bahkan di era kecerdasan buatan, kehangatan relasi manusia tidak bisa tergantikan. "Kita belajar dari almarhum bahwa bisnis bukan transaksi, melainkan hubungan. Transvision membawa semangat ini dalam setiap inovasi kami," pungkas Brando. Dua cerita, satu kesimpulan: Indonesia membutuhkan lebih banyak kolaborator daripada kompetitor.

[TAGS]: Transvision Hospitality, NFH Expo 2026, Rachmat Gobel, Jusuf Kalla, Kolaborasi Bisnis, Hotel Masa Depan, Perhotelan Indonesia [SOCIAL_TWEET]: Dalam #NFH2026, Transvision hadirkan hotel masa depan berbasis kolaborasi. Di saat bersamaan, JK mengenang sosok Rachmat Gobel, pengusaha ramah yang meyakini persahabatan adalah kunci sukses. Bisnis bukan transaksi, tapi hubungan. [SOCIAL_FB]: Bali menjadi saksi dua narasi besar dunia bisnis Indonesia. Di NFH Expo 2026, Transvision Hospitality memamerkan hotel futuristik yang mengedepankan kolaborasi. Sementara itu, kenangan akan almarhum Rachmat Gobel yang penuh sahabat kembali diceritakan JK. Pesannya jelas: keramahan dan hubungan manusia adalah fondasi bisnis berkelanjutan. Simak liputan lengkapnya. [SOCIAL_TG]: NFH Expo 2026: Transvision Hospitality mendorong kolaborasi untuk hotel masa depan. Di sisi lain, JK mengenang Rachmat Gobel sebagai pengusaha ramah dengan banyak sahabat. Dua cerita ini mengajarkan bahwa persahabatan adalah inti dari strategi bisnis. [SOCIAL_THREADS]: Di tengah hiruk-pikuk teknologi, ada nilai lama yang tetap relevan: kolaborasi dan persahabatan. Transvision di NFH Expo 2026 menunjukkannya lewat hotel futuristik yang dirancang bersama mitra lokal. Sementara itu, JK mengingatkan kita pada sosok Rachmat Gobel, pengusaha besar yang mengutamakan silaturahmi. Bisnis akhirnya tentang manusia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User