KNEKS Jalin Kolaborasi Kampus Perkuat Talenta Ekonomi Syariah

Berdasarkan data Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) per awal 2025, sektor ekonomi dan keuangan syariah nasional mencatatkan pertumbuhan aset yang signifikan, dengan total aset keuang...

Oct 10, 2026 - 17:31
0 0
KNEKS Jalin Kolaborasi Kampus Perkuat Talenta Ekonomi Syariah

Berdasarkan data Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) per awal 2025, sektor ekonomi dan keuangan syariah nasional mencatatkan pertumbuhan aset yang signifikan, dengan total aset keuangan syariah Indonesia menembus angka Rp 2.700 triliun atau tumbuh sekitar 9,8 persen year-on-year. Namun, pertumbuhan aset yang impresif tersebut belum sepenuhnya diimbangi oleh ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Rasio antara kebutuhan industri dan pasokan lulusan ekonomi syariah masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Inilah yang mendorong KNEKS untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi guna membangun talent branding lulusan ekonomi dan keuangan syariah agar lebih dikenal dan diterima oleh industri.

Kesenjangan antara Pertumbuhan Industri dan Pasokan Talenta

Di satu sisi, industri keuangan syariah menunjukkan fundamental yang kuat. Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS), serta industri keuangan non-bank syariah terus mencatatkan ekspansi. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) juga menunjukkan tren positif dengan kapitalisasi pasar yang terus meningkat. Pertumbuhan ini secara logis menciptakan permintaan tenaga kerja yang besar, mulai dari level analis, praktisi perbankan syariah, hingga ahli takaful dan pasar modal syariah. Namun, di sisi lain, banyak lulusan program studi ekonomi syariah dari berbagai kampus masih menghadapi tantangan dalam menembus pasar kerja yang seringkali lebih mengenal lulusan dari jurusan konvensional.

Kesenjangan ini bukan semata soal kuantitas, melainkan juga persepsi dan pengenalan industri terhadap kualitas lulusan. KNEKS menilai bahwa penguatan talent branding menjadi kunci. Tujuannya agar profil lulusan ekonomi syariah tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan sebagai kandidat unggul yang menguasai kompetensi teknis sekaligus pemahaman nilai-nilai syariah yang aplikatif.

"Tantangan terbesar bukan hanya menciptakan lulusan yang paham konsep, tetapi memastikan mereka memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Talent branding adalah jembatan antara dunia kampus dan dunia kerja," ujar seorang pejabat di lingkungan KNEKS dalam sebuah forum diskusi ekonomi syariah.

Strategi Kolaborasi dan Penguatan Kurikulum

Langkah KNEKS menggandeng pelbagai kampus ini mencakup beberapa strategi utama. Pertama, pengembangan kurikulum berbasis industry-driven, di mana praktisi dari industri keuangan syariah dilibatkan dalam penyusunan materi ajar dan program magang bersertifikat. Kedua, sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa dan dosen untuk meningkatkan valuasi lulusan di mata perekrut. Ketiga, promosi profil lulusan melalui platform digital dan job fair khusus ekonomi syariah yang menghubungkan langsung dengan perusahaan-perusahaan pengelola dana syariah.

Dari perspektif industri, kolaborasi ini diharapkan dapat menekan biaya rekrutmen dan pelatihan awal. Perusahaan sering mengeluhkan bahwa lulusan baru membutuhkan waktu adaptasi yang lama. Dengan kurikulum yang selaras, gap tersebut dapat dipersempit. Sementara itu, dari perspektif akademisi, keterlibatan industri membantu kampus memperbarui materi yang kadang tertinggal dari dinamika pasar, terutama di era digitalisasi layanan keuangan dan pengembangan produk syariah yang semakin kompleks.

Proyeksi ke depan, jika kolaborasi ini berjalan konsisten, rasio ketersediaan talenta ekonomi syariah diperkirakan dapat meningkat dari sekitar 1 banding 3 menjadi 1 banding 1,5 dalam lima tahun. Angka ini didasarkan pada asumsi pertumbuhan kebutuhan SDM sektor keuangan syariah yang mencapai 15.000 hingga 20.000 tenaga kerja per tahun, sementara pasokan lulusan saat ini baru berkisar 7.000 hingga 9.000 orang per tahun dari berbagai program studi terkait.

Dampak pada Likuiditas dan Sentimen Pasar

Meski terkesan sektoral, penguatan SDM ini memiliki implikasi makro. Ketersediaan talenta yang memadai akan mendorong inovasi produk, memperkuat tata kelola, dan pada akhirnya meningkatkan kepercayaan investor terhadap instrumen keuangan syariah. Hal ini berpotensi memperbaiki likuiditas pasar, terutama di pasar modal syariah yang masih menghadapi tantangan berupa terbatasnya emiten dengan kapitalisasi besar dan frekuensi perdagangan yang relatif rendah.

Di sisi lain, tanpa perbaikan kualitas dan kuantitas SDM, target pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia pada 2045 berisiko hanya menjadi narasi tanpa eksekusi. Capital outflow dari sektor keuangan syariah dapat terjadi jika investor asing menilai pengelolaan dana tidak didukung oleh profesionalisme yang memadai. Oleh karena itu, langkah KNEKS ini dapat dipandang sebagai investasi jangka panjang yang mendasar, bukan sekadar program seremonial.

Dengan kolaborasi multipihak yang melibatkan kampus, regulator, dan industri, ekosistem ekonomi syariah diharapkan tidak lagi tumbuh secara parsial. Kuncinya adalah konsistensi, pengukuran dampak yang jelas, serta adaptasi terhadap tren teknologi keuangan yang terus berkembang. Tanpa itu, upaya talent branding hanya akan berhenti sebagai wacana di atas kertas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User