KemenPU Perpanjang Runway Bandaneira jadi 2,2 Km Demi Wisata dan Mitigasi Bencana

BANDA NEIRA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera merealisasikan rencana besar untuk memperpanjang landasan pacu Bandara Bandaneira di Kepulauan Banda, Maluku. Panjang landasan akan ditingkatkan ...

KemenPU Perpanjang Runway Bandaneira jadi 2,2 Km Demi Wisata dan Mitigasi Bencana

BANDA NEIRA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera merealisasikan rencana besar untuk memperpanjang landasan pacu Bandara Bandaneira di Kepulauan Banda, Maluku. Panjang landasan akan ditingkatkan menjadi 2,2 kilometer, hampir dua kali lipat dari kemampuan eksisting yang saat ini hanya sanggup didarati pesawat perintis jenis ATR. Proyek ini diproyeksikan menjadi kunci pembuka dua sektor strategis: memacu geliat pariwisata serta memperkuat ketangguhan wilayah menghadapi ancaman bencana alam.

Keputusan ini disambut sebagai terobosan yang lama dinantikan, mengingat Banda Neira dan gugusan pulaunya menyimpan potensi wisata bahari dan sejarah kelas dunia, namun aksesibilitas menjadi penghalang utama. Dengan perpanjangan landasan, pesawat berbadan sempit seperti Airbus A320 atau Boeing 737 yang menjadi tulang punggung rute domestik dan regional bakal bisa mendarat mulus. Hal ini membuka peluang penerbangan langsung dari Jakarta, Surabaya, atau Makassar tanpa harus transit lama di Ambon.

Momentum Emas bagi Pariwisata Kepulauan Rempah

Kepulauan Banda dijuluki "Kepulauan Rempah" karena menjadi satu-satunya penghasil pala dan fuli sejak abad ke-16. Daya tariknya tak hanya pada tapak sejarah kolonialisme—terdapat benteng peninggalan Belanda dan Portugis—tetapi juga surga bawah laut dengan taman karang yang masih perawan. Selama ini, jumlah kunjungan wisatawan terhambat ongkos perjalanan dan frekuensi penerbangan yang terbatas. Dengan runway baru sepanjang 2.200 meter, maskapai penerbangan komersial bisa mengoperasikan rute subsidi maupun komersial murni dengan kapasitas 150–180 penumpang per penerbangan.

Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menargetkan pembangunan rampung dalam tiga tahun anggaran, terbagi dalam tahapan pematangan lahan, perkerasan, dan pemasangan sistem pencahayaan. Proyek ini juga akan didukung pelebaran apron serta pembangunan terminal penumpang yang lebih representatif. Seorang pejabat kementerian yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, "Pemanjangan runway ini bukan sekadar aspal, tetapi jembatan ekonomi. Kami perkirakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Banda bisa meningkat hingga tiga kali lipat dalam lima tahun pasca beroperasi."

Kesiapsiagaan Bencana sebagai Prioritas Utama

Tak hanya pariwisata, aspek mitigasi bencana menjadi alasan fundamental proyek ini digulirkan. Kepulauan Banda berada di jalur cincin api; Gunung Banda Api yang masih aktif dan sejarah gempa tektonik membuat wilayah ini rawan. Pada 1852, letusan dahsyat Gunung Banda Api menghancurkan permukiman dan menimbulkan gelombang tsunami. Hingga kini, aktivitas seismik masih terekam oleh stasiun geofisika setempat. Keberadaan landasan sepanjang 2,2 km akan menjadi jalur evakuasi vital dan titik masuk bantuan kemanusiaan secara masif.

Dengan landasan yang mampu menampung pesawat kargo militer seperti C-130 Hercules atau pesawat komersial kargo, distribusi logistik tanggap darurat—mulai dari tenda, pangan, hingga alat berat—dapat dilakukan dalam waktu singkat. Bandara ini juga akan ditetapkan sebagai titik simpul dalam peta jalur evakuasi nasional di kawasan timur Indonesia. "Kami tidak bisa mendahului alam, tetapi kami bisa mempersiapkan diri. Runway yang memadai adalah urat nadi pertolongan pertama," ujar sumber di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang terlibat dalam koordinasi perencanaan.

Dampak Ekonomi dan Konektivitas Antarwilayah

Peningkatan aksesibilitas diprediksi memangkas ongkos logistik. Harga barang kebutuhan pokok di Banda yang seringkali lebih mahal 30–50 persen dibanding Ambon akibat ongkos kirim menggunakan kapal kecil atau pesawat perintis diharapkan lebih terkendali. Pelaku usaha perhotelan dan penyelam lokal pun mulai mencium peluang: sejumlah investor telah menyatakan minat membangun resor butik dan pusat selam jika konektivitas udara membaik. Kamar dagang setempat menyebut potensi penciptaan lapangan kerja langsung hingga 2.000 orang di sektor pariwisata dan jasa pendukungnya.

Sementara itu, konektivitas antarpulau di Maluku Tengah akan terintegrasi. Bandara Bandaneira yang diperpanjang dapat menjadi hub mini untuk penerbangan perintis ke pulau-pulau sekitar seperti Seram, Kei, atau Aru, memangkas waktu tempuh yang selama ini bergantung pada kapal laut. Pemerintah daerah berencana mensinergikan proyek ini dengan program tol laut dan pengembangan pelabuhan penyeberangan, sehingga tercipta sistem transportasi multimoda yang efisien.

Spesifikasi Teknis dan Tantangan Konstruksi

Dari sisi teknis, landasan akan diperpanjang ke arah timur laut, memanfaatkan lahan yang relatif datar. Kontur tanah yang stabil mengurangi kebutuhan pekerjaan geoteknik berat. Meski demikian, tantangan tetap ada: pasokan material batu dan pasir harus didatangkan dari luar pulau menggunakan kapal, sementara musim gelombang tinggi di perairan Banda dapat mengganggu jadwal konstruksi. Kementerian PU optimistis, dengan mengadopsi metode pracetak untuk komponen drainase dan apron, ritme proyek bisa dijaga. Anggaran total diperkirakan mencapai Rp 780 miliar, bersumber dari APBN tahun jamak 2026–2028.

Untuk meminimalkan dampak lingkungan, kajian lingkungan hidup strategis telah dilakukan. Bandara akan dilengkapi sistem pengelolaan air hujan dan kolam retensi guna mencegah limpasan ke terumbu karang sekitar. Selain itu, lampu penerangan apron dan runway akan menggunakan tenaga surya sebagai bagian dari komitmen infrastruktur hijau.

Pemerintah menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan pengejawantahan kehadiran negara di wilayah perbatasan. "Runway yang memadai adalah simbol bahwa tak ada daerah yang terisolasi. Banda harus menjadi etalase kemajuan Indonesia timur," tutup pejabat PU saat dihubungi, menandakan optimisme bahwa pada akhirnya, perpanjangan runway akan menjadi katalis perubahan wajah Kepulauan Banda.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User