KAI Ungkap Lonjakan Penumpang Kereta Sumatera di Lima Rute Strategis

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengonfirmasi kenaikan signifikan jumlah penumpang kereta api di Pulau Sumatera sepanjang semester pertama tahun ini. Kinerja gemilang tercatat pada lima rute utama y...

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengonfirmasi kenaikan signifikan jumlah penumpang kereta api di Pulau Sumatera sepanjang semester pertama tahun ini. Kinerja gemilang tercatat pada lima rute utama yang menghubungkan provinsi Lampung, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara, menandai bergairahnya kembali mobilitas masyarakat pascapandemi. Kenaikan penumpang mencapai 22,6% secara tahunan, dari 1,78 juta penumpang pada periode sama tahun lalu menjadi 2,18 juta penumpang hingga Juni 2025.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, dalam keterangan tertulisnya menyebut pencapaian ini sebagai buah dari konsistensi peningkatan layanan dan kepercayaan publik. "Moda transportasi kereta api semakin menjadi pilihan utama karena ketepatan waktu, kenyamanan, dan konektivitas antarkota yang terus diperkuat. Kelima rute ini menjadi tulang punggung mobilitas warga Sumatera," ujar Anne. Rute-rute tersebut merupakan jalur dengan tingkat keterisian tertinggi dan jarak tempuh panjang yang vital bagi keterhubungan wilayah.

Peta Lima Rute Favorit dan Kontribusinya

Lima rute yang dimaksud meliputi tiga koridor utama di tiga provinsi. Di Lampung, rute Tanjungkarang–Kotabumi (KA Kuala Stabas) mencatat pertumbuhan trafik paling tinggi, yakni 31,4%, dengan total 368.000 penumpang. Rute ini menghubungkan pusat administrasi di Bandar Lampung dengan kawasan pertanian dan perkebunan di utara Lampung.

Dari Sumatera Selatan, terdapat dua rute andalan, yaitu Kertapati–Prabumulih (KA Sindang Marga) dan Kertapati–Lubuklinggau (KA Serelo). KA Sindang Marga mengangkut 510.000 penumpang, naik 18,9%, sementara KA Serelo melayani 392.000 penumpang atau meningkat 26,7%. Kedua rute ini menjadi sambungan penting dari Palembang menuju kota-kota penghasil minyak, gas, dan komoditas di Sumsel bagian selatan dan barat.

Sementara itu, di Sumatera Utara, rute Medan–Tebing Tinggi (KA Sribilah Utama) dan Medan–Siantar (KA Siantar Ekspres) masing-masing membukukan kenaikan 15,8% (570.000 penumpang) dan 21,2% (340.000 penumpang). Keduanya berperan vital menghubungkan Medan sebagai pusat ekonomi dengan kawasan industri di Tebing Tinggi serta sentra wisata Danau Toba melalui Pematangsiantar. Seluruh rute tersebut dioperasikan oleh Divisi Regional (Divre) III Palembang dan Divre I Medan.

Faktor Pendorong: Infrastruktur hingga Geliat Ekonomi Lokal

Kenaikan ini tidak terlepas dari serangkaian investasi infrastruktur yang digelontorkan KAI sejak 2023. Di Sumatera Selatan, jalur ganda Kertapati–Prabumulih yang rampung awal 2025 telah memperpendek waktu tempuh hingga 35 menit, sekaligus meningkatkan kapasitas lintas dari 52 menjadi 76 perjalanan per hari. Peningkatan frekuensi dan ketepatan jadwal ini mendorong pelanggan beralih dari kendaraan pribadi.

Di Lampung, pemugaran total Stasiun Kotabumi dan pembangunan sub-stasiun baru di Branti telah membuka akses ke kawasan pemukiman baru. Adapun di Sumatera Utara, peluncuran kereta semi-eksekutif pada rute Medan–Siantar dengan kursi ergonomis dan pendingin udara dimulai April lalu, merespons naiknya permintaan kelas menengah. Subsidi pemerintah untuk tarif kereta perintis di beberapa segmen juga terus dipertahankan, menjaga harga tetap kompetitif (rata-rata Rp55.000 per penumpang).

Di sisi ekonomi, kenaikan harga komoditas terutama karet dan kelapa sawit turut memicu pergerakan petani dan pedagang antardaerah. Banyak dari mereka menggunakan kereta untuk mengangkut hasil bumi dalam jumlah kecil hingga menengah. Mobilitas pekerja musiman perkebunan di Sumsel dan Lampung juga meningkat signifikan pasca dibukanya proyek-proyek infrastruktur pemerintah.

Tantangan dan Proyeksi Akhir Tahun

Meski kinerja menggembirakan, sejumlah tantangan masih membayangi. Keterbatasan armada pada rute-rute populer menyebabkan tiket kerap habis dipesan jauh-jauh hari, terutama pada akhir pekan dan musim liburan. KAI Divre IV Lampung mengakui bahwa dari 6 set kereta yang dimiliki, hanya 4 yang siap operasional setiap hari, sehingga load factor kerap menyentuh angka 128% pada jam sibuk. Hal serupa terjadi di Medan, di mana okupansi rata-rata sudah mencapai 103% di hari kerja.

PT KAI berencana menambah dua rangkaian kereta baru dari pabrik INKA pada kuartal III 2025, yang akan didistribusikan ke Sumsel dan Sumut. Selain itu, perseroan tengah menjajaki skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk memperpanjang jalur dari Lubuklinggau menuju Bengkulu, guna menyambung jalur barat Sumatera. Jika terealisasi, potensi penumpang diperkirakan bertambah 18–22% pada 2026.

Anne Purba memproyeksikan total penumpang kereta api Sumatera sepanjang 2025 mampu menembus 4,5 juta penumpang, atau tumbuh 20% dibanding total tahun sebelumnya yang tercatat 3,75 juta. "Kami akan terus mengimbangi peningkatan permintaan dengan optimalisasi jadwal, digitalisasi pemesanan, dan tambahan frekuensi, terutama pada musim angkutan Natal dan Tahun Baru mendatang," tutupnya. Kinerja gemilang di lima rute utama ini sekaligus memperkuat posisi kereta api sebagai tulang punggung konektivitas darat Sumatera yang efisien dan berkelanjutan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User