Jude Bellingham Tampar Pemain Argentina Usai Semifinal Memanas
Stadion MetLife, New Jersey, menjadi saksi bisu memuncaknya tensi di laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina pada Rabu (8/7) malam wak
Stadion MetLife, New Jersey, menjadi saksi bisu memuncaknya tensi di laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina pada Rabu (8/7) malam waktu setempat. Pertandingan yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Argentina itu ternoda oleh insiden memalukan yang melibatkan gelandang bintang Inggris, Jude Bellingham, dan salah satu pemain Argentina. Insiden ini terjadi beberapa saat setelah peluit panjang dibunyikan, mencoreng semangat sportivitas yang seharusnya dijunjung tinggi di panggung sepak bola tertinggi dunia.
Kronologi: Dari Tepi Lapangan Hingga Tamparan
Ketegangan sebenarnya sudah terasa sejak menit-menit akhir babak kedua. Inggris yang tertinggal 1-2 terus menggempur pertahanan Argentina namun gagal menyamakan kedudukan. Begitu wasit asal Prancis, Clement Turpin, meniup peluit panjang, emosi para pemain Inggris yang kecewa berbaur dengan euforia skuad Argentina yang merayakan tiket final.
Menurut rekaman video yang beredar luas di media sosial, seorang pemain Argentina—yang kemudian diidentifikasi sebagai Nicolas Tagliafico—melakukan selebrasi provokatif tepat di depan Bellingham. Tagliafico terlihat melakukan gestur "menangis" dengan kedua tangan di depan mata sambil berteriak ke arah Bellingham yang saat itu berdiri sendirian di tepi lapangan.
Bellingham, yang tampak jelas tersulut emosi, langsung berbalik dan berjalan cepat ke arah Tagliafico. Dalam hitungan detik, pemain Real Madrid berusia 22 tahun itu melayangkan tamparan ke pipi kiri Tagliafico—sebuah tindakan yang langsung memicu kericuhan. Para pemain dari kedua kubu segera berlarian ke lokasi kejadian. Beberapa pemain Inggris mencoba menahan Bellingham, sementara pemain Argentina lainnya mendorong-dorong gelandang berbakat itu.
Berikut urutan kejadian yang berhasil direkonstruksi dari berbagai sudut kamera:
- Menit 90+4: Wasit Turpin meniup peluit panjang. Skor akhir Inggris 1-2 Argentina.
- 30 detik pasca-peluit: Tagliafico melakukan selebrasi gestur "menangis" di depan Bellingham.
- 5 detik kemudian: Bellingham berbalik dan menampar Tagliafico.
- Kericuhan: Pemain kedua tim terlibat dorong-dorongan selama kurang lebih dua menit.
- Kartu Merah: Bellingham menerima kartu merah langsung dari wasit Turpin.
Reaksi dan Konsekuensi
Insiden ini langsung menjadi sorotan utama media internasional. Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, mengungkapkan kekecewaannya dalam konferensi pers usai laga. "Jude seharusnya bisa mengendalikan diri. Tapi saya juga ingin menekankan bahwa provokasi semacam itu seharusnya tidak terjadi di level ini," ujarnya dengan raut wajah kecewa.
Sementara itu, pelatih Argentina, Lionel Scaloni, membela pemainnya. "Selebrasi adalah bagian dari sepak bola. Jika ada yang tidak bisa menerima kekalahan, itu bukan masalah kami," tegasnya yang memicu perdebatan lebih lanjut di kalangan pengamat sepak bola.
FIFA melalui juru bicaranya mengonfirmasi bahwa Komite Disiplin akan segera menggelar sidang untuk menentukan sanksi terhadap Bellingham. Mengacu pada Pasal 12 Kode Disiplin FIFA, tindakan penyerangan fisik terhadap pemain lain dapat dikenai larangan bertanding minimal tiga pertandingan hingga maksimal dua tahun. Jika sanksi berat dijatuhkan, Bellingham berpotensi absen di laga perebutan tempat ketiga melawan tim yang kalah dari semifinal lainnya, serta berpotensi membawa dampak pada awal musim klubnya.
"Tidak ada tempat untuk kekerasan dalam sepak bola. Kami akan meninjau laporan wasit dan mengambil tindakan yang sesuai," — Juru Bicara FIFA.
Dampak bagi Inggris dan Karier Bellingham
Kekalahan ini memastikan Inggris kembali gagal mencapai final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1966. Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah citra Bellingham sebagai salah satu pemain muda terbaik dunia yang kini tercoreng. Pemain yang mencetak empat gol sepanjang turnamen ini sebelumnya dikenal sebagai sosok yang matang dan tenang di lapangan, menjadikan insiden ini semakin mengejutkan publik sepak bola.
Legenda Inggris, Alan Shearer, memberikan komentar pedas melalui akun media sosialnya. "Provokasi memang tidak bisa dibenarkan, tapi reaksi seperti ini tidak layak untuk pemain sekelas Jude. Dia harus belajar dari ini," tulisnya.
Sementara itu, Argentina yang lolos ke final akan menghadapi pemenang antara Brasil dan Prancis di partai puncak yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (12/7) di stadion yang sama. Namun, kemenangan mereka pun tak sepenuhnya mulus dari sorotan negatif mengingat insiden yang dipicu oleh selebrasi berlebihan pemainnya sendiri.
[SOCIAL_TWEET]: Skandal di semifinal Piala Dunia 2026! Jude Bellingham tampar Nicolas Tagliafico usai selebrasi provokatif. Kartu merah langsung! FIFA buka penyelidikan. Ini kronologi lengkapnya 👇 #PialaDunia2026 #ENGvsARG #Bellingham[SOCIAL_TG]: 😱 DRAMA SEMIFINAL! Bellingham tampar Tagliafico usai selebrasi provokatif. Kartu merah! Inggris tersingkir, Bellingham terancam skorsing panjang. Kronologi lengkap & potensi sanksi FIFA ada di sini ⚽🔥
Comments (0)