Hoaks Video Anies Baswedan Umumkan Tebak Kata Berhadiah Rp 100 Juta
Jakarta — Beredar sebuah video di media sosial yang diklaim memperlihatkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tengah mengumumkan program tebak ka
Jakarta — Beredar sebuah video di media sosial yang diklaim memperlihatkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tengah mengumumkan program tebak kata berhadiah uang tunai senilai Rp 100 juta. Tim Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim tersebut dan menyimpulkan bahwa video tersebut adalah hasil manipulasi berbasis kecerdasan buatan atau deepfake yang disebarkan untuk tujuan penipuan.
Kronologi Temuan Video Palsu
Video yang viral itu pertama kali diunggah oleh akun Facebook tidak dikenal pada awal pekan ini. Dalam rekaman berdurasi 58 detik tersebut, tampak sosok Anies Baswedan mengenakan kemeja putih khasnya, berbicara dengan gestur dan intonasi yang meyakinkan. Narasi dalam video menyebutkan bahwa masyarakat bisa mengikuti kuis tebak kata sederhana dan langsung mendapatkan transfer dana sebesar Rp 100 juta jika berhasil menjawab dengan benar.
"Saya Anies Baswedan mengundang seluruh masyarakat Indonesia untuk mengikuti program tebak kata berhadiah total Rp 100 juta. Caranya mudah, cukup klik tautan di bawah dan ikuti petunjuknya. Ini bukan penipuan, ini program sah dari saya pribadi," ucap sosok dalam video tersebut, sebagaimana dikutip dari unggahan yang beredar.
Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, video asli yang menjadi bahan manipulasi berasal dari kanal YouTube resmi Anies Baswedan yang diunggah pada 15 Maret 2024. Video tersebut adalah rekaman pidato Anies dalam sebuah acara seminar pendidikan di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Tidak ada satu pun pernyataan tentang program berhadiah atau kuis tebak kata dalam video aslinya.
Modus Penipuan Berbasis Deepfake Semakin Marak
Maraknya teknologi deepfake berbasis AI generatif membuat publik figur kian rentan menjadi korban penyalahgunaan identitas digital. Dalam sebulan terakhir, Liputan6.com mencatat setidaknya enam laporan serupa yang melibatkan figur publik seperti politisi, artis, hingga pejabat negara. Modus yang digunakan nyaris identik: potongan video lama direkayasa suaranya menggunakan teknologi voice cloning, lalu disebarkan dengan narasi hadiah menggiurkan untuk memancing korban mengklik tautan berbahaya.
Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menjelaskan bahwa video semacam ini biasanya mengarahkan korban ke situs phishing yang meminta data pribadi seperti nomor telepon, alamat email, hingga kredensial perbankan. Data tersebut kemudian digunakan untuk menguras rekening korban atau dijual ke jaringan penipuan yang lebih besar.
"Masyarakat harus waspada terhadap konten video yang menjanjikan hadiah besar secara instan, apalagi yang mengatasnamakan tokoh publik. Cek selalu sumber aslinya, jangan mudah tergiur hadiah fantastis," tegas Alfons saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (17/07/2024).
Ciri-Ciri Video Deepfake yang Perlu Diwaspadai
Berdasarkan analisis forensik digital yang dilakukan tim Cek Fakta, video Anies Baswedan palsu tersebut memiliki beberapa kejanggalan yang bisa dikenali publik:
- Ketidaksinkronan gerak bibir: Gerakan mulut tidak sepenuhnya sesuai dengan kata-kata yang diucapkan, terutama pada huruf konsonan tertentu.
- Kualitas audio menurun: Suara terdengar sedikit metallic dan ada jeda tidak wajar antar kalimat—ciri khas hasil sintesis suara AI.
- Tautan mencurigakan: Tautan yang disematkan di kolom komentar atau deskripsi video menggunakan domain tidak resmi dan tidak terkait dengan kanal komunikasi Anies Baswedan.
- Tidak ada pemberitaan resmi: Program atau sayembara resmi dari figur publik biasanya disertai rilis pers atau diumumkan melalui kanal terverifikasi.
Tanggapan Pihak Anies Baswedan
Juru bicara Anies Baswedan, Sahrin Hamid, menegaskan bahwa konten video tersebut sepenuhnya palsu dan tidak bertanggung jawab. Ia meminta masyarakat tidak mempercayai informasi yang tidak berasal dari kanal resmi.
"Pak Anies tidak pernah membuat program tebak kata berhadiah. Seluruh informasi resmi hanya disampaikan melalui akun media sosial terverifikasi centang biru. Kami mengimbau masyarakat melaporkan konten semacam ini agar tidak semakin banyak korban," ujar Sahrin dalam keterangan tertulisnya.
Pihaknya juga telah mengajukan laporan ke Bareskrim Polri dan Kementerian Komunikasi dan Informatika agar akun penyebar video palsu tersebut segera ditindak dan diblokir.
Langkah Menghindari Penipuan Digital
Kementerian Kominfo melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya verifikasi informasi sebelum bertindak. Berikut langkah yang direkomendasikan:
- Periksa keaslian informasi melalui kanal resmi figur publik terkait.
- Gunakan fitur reverse image search untuk mengecek apakah video yang sama pernah muncul di konteks berbeda.
- Jangan pernah membagikan data pribadi atau mengklik tautan mencurigakan dari sumber tak dikenal.
- Laporkan konten mencurigakan melalui aduankonten.id atau layanan pengaduan platform media sosial.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan video palsu Anies Baswedan tersebut telah dihapus oleh pihak Facebook setelah menerima laporan dari masyarakat. Namun, tim Cek Fakta Liputan6.com mengimbau publik tetap waspada karena konten serupa berpotensi muncul kembali dengan kemasan berbeda.
Kesimpulan Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran dan analisis forensik digital, klaim video Anies Baswedan mengumumkan tebak kata berhadiah Rp 100 juta adalah hoaks kategori konten hasil manipulasi. Video asli diambil dari pidato Anies di seminar pendidikan UGM, kemudian dimanipulasi suaranya menggunakan AI untuk menipu masyarakat. Tidak ada program berhadiah dari Anies Baswedan sebagaimana diklaim dalam video tersebut.
[SOCIAL_TWEET]: Hati-hati! Beredar video deepfake Anies Baswedan yang direkayasa seolah mengumumkan tebak kata berhadiah Rp 100 juta. Faktanya, video itu hasil manipulasi AI. Jangan klik tautannya, laporkan jika menemukannya. #CekFakta #HoaksDeepfake #AniesBaswedan[SOCIAL_TG]: 🚨 WASPADA HOAKS! Video Anies Baswedan ngajak tebak kata berhadiah Rp 100 juta itu PALSU! Itu hasil deepfake AI. Jangan klik link-nya, bisa kena phishing! Sebarkan biar teman & keluarga nggak jadi korban. Detailnya di artikel ini.
Comments (0)