Oct 10, 2026
Bisnis

Harga Pakan Meroket, Produsen Telur Minta Pemerintah Turun Tangan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2025, indeks harga pangan nasional masih menunjukkan tren tekanan pada komoditas unggas, sementara harga jagung—bahan utama pakan ayam pete...

Harga Pakan Meroket, Produsen Telur Minta Pemerintah Turun Tangan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2025, indeks harga pangan nasional masih menunjukkan tren tekanan pada komoditas unggas, sementara harga jagung—bahan utama pakan ayam petelur—mengalami kenaikan sejalan dengan fluktuasi musim tanam dan biaya logistik. Di tengah kondisi tersebut, kalangan produsen telur kembali menyuarakan keluhan atas lonjakan biaya produksi yang menggerus marjin usaha.

Desakan Produsen atas Biaya Pakan

Pelaku industri peternakan ayam petelur menilai kenaikan harga pakan sudah menembus level yang sulit ditanggung jika tidak direspons kebijakan. Pakan menyumbang porsi terbesar dalam struktur biaya produksi telur, umumnya berkisar 60%–70% dari total biaya, sehingga pergerakan harga jagung dan bungkil kedelai langsung berdampak pada rasio keuntungan peternak.

Produsen menyebut harga telur di tingkat peternak kerap tidak bergerak secepat kenaikan pakan. Ketidakseimbangan itu membuat likuiditas operasional menekan, terutama bagi peternak menengah-bawah yang tidak memiliki cadangan modal besar. Tren ini, bila berlanjut, dikhawatirkan memicu pengurangan populasi ayam petelur dan berujung pada gangguan pasokan telur ke pasar dalam jangka menengah.

“Harga bahan baku naik, tetapi daya beli konsumen terbatas, sehingga penyesuaian harga jual sulit dilakukan sekaligus,” ujar perwakilan asosiasi peternak.

Pemerintah Buka Peluang Skema Bantuan

Menteri Perdagangan Budi Santoso memberi sinyal bahwa pemerintah sedang mempelajari sejumlah opsi untuk meredam tekanan biaya di hilir. Salah satu kemungkinan yang disebut adalah skema subsidi pakan bagi kelompok peternak rentan, meski mekanisme teknisnya masih dikaji.

“Tetapi kan kemarin kami juga sudah sampaikan bagaimana mengatasi ini, apakah nanti akan ada subsidi atau bagaimana ya, ujar Budi.”

Opsi subsidi perlu dibaca dalam konteks yang lebih luas. Di satu sisi, bantuan harga dapat menekan biaya produksi sekaligus menjaga pasokan telur sebagai komoditas strategis dengan elastisitas permintaan relatif inelastis—barang tetap dicari meski harga berubah. Di sisi lain, anggaran subsidi selalu berhadapan dengan prioritas fiskal lain, seperti pembangunan infrastruktur dan ekspansi program perlindungan sosial.

Dua Sisi Kebijakan Subsidi Pakan

Pro: subsidi dapat menstabilkan harga telur di konsumen, menjaga inflasi pangan tetap terkendali, dan mencegah kontraksi populasi ayam yang berujung kelangkaan. Bagi Bank Indonesia, stabilitas harga pangan menjadi variabel penting dalam menjaga target inflasi 2,5%±1%. Langkah antisipatif juga dapat meredam sentimen pasar terhadap potensi gangguan pasokan.

Kontra: kekhawatiran muncul terkait efisiensi penyaluran dan risiko kebocoran. Subsidi bersubsidi silang dinilai kurang tepat sasaran jika penerima tidak terfilter, sementara pemberian harga pakan bersubsidi dapat menggeser pola impor dan mengganggu mekanisme harga pasar. Selain itu, jika dana berasal dari APBN, ada trade-off terhadap posisi defisit anggaran yang perlu dijaga agar tidak melebihi ambang 3% terhadap PDB.

Tantangan dari Sisi Impor dan Kurs

Faktor eksternal ikut mempengaruhi komposisi biaya pakan. Indonesia masih bergantung pada impor sebagian bahan pakan seperti kedelai. Pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS berpengaruh langsung pada harga komoditas tersebut. Pelemahan kurs dapat menaikkan biaya impor, sehingga tekanan pakan tidak semata bersifat domestik.

Di sisi lain, harga jagung global yang terpengaruh kondisi cuaca dan kebijakan ekspor negara produsen ikut membentuk arah tren harga domestik. Diversifikasi bahan pakan alternatif—seperti penggunaan tepung ikan lokal atau pakan berbasis singkong—dinilai dapat menurunkan ketergantungan, meski butuh waktu adaptasi teknologi dan sertifikasi.

Proyeksi dan Catatan Analitis

Jika kebijakan subsidi direalisasikan dengan desain yang tepat sasaran, dampak positif terhadap pasokan dan harga telur dapat terasa dalam satu sampai dua kuartal. Namun, jika mekanisme hanya bersifat sementara tanpa perbaikan produktivitas, tekanan dapat kembali muncul saat subsidi dicabut. Fundamental sektor peternakan tetap bergantung pada efisiensi konversi pakan dan kepastian pasokan bahan baku.

Bagi pelaku usaha, pergerakan harga pakan menjadi variabel kunci dalam menyusun strategi portofolio produksi. Bagi pembuat kebijakan, keputusan antara subsidi langsung, insentif fiskal kepada produsen pakan, atau bantuan benih dan bibit unggas perlu ditimbang dengan mempertimbangkan dampak terhadap disiplin anggaran, daya beli masyarakat, dan stabilitas harga konsumen. Jalan tengah yang paling realistis mungkin terletak pada kombinasi intervensi jangka pendek untuk meredam gejolak dan reformasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User