Guru Aceh Utara Perkuat Kompetensi Digital Pasca Bencana

Puluhan guru di Kabupaten Aceh Utara mendapatkan pelatihan kompetensi digital yang digelar oleh Bakti Komdigi dan Yayasan Cemerlang Indonesiaku. Inisiatif ini muncul sebagai respons cepat atas dampak ...

Puluhan guru di Kabupaten Aceh Utara mendapatkan pelatihan kompetensi digital yang digelar oleh Bakti Komdigi dan Yayasan Cemerlang Indonesiaku. Inisiatif ini muncul sebagai respons cepat atas dampak bencana yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu dan mengganggu keberlangsungan pendidikan. Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada awal tahun 2026 telah merusak banyak fasilitas sekolah, memutus akses, dan menambah beban psikologis guru serta siswa. Pelatihan digital ini dirancang untuk membekali para pendidik dengan keterampilan memanfaatkan teknologi informasi sebagai solusi pembelajaran jarak jauh dan pemulihan mental anak didik.

Materi Pelatihan dan Metode

Program yang berlangsung selama tiga hari ini mencakup beragam modul, antara lain: pengenalan platform pembelajaran daring, teknik membuat konten edukasi video sederhana, manajemen kelas virtual, serta literasi keamanan digital. Pelatih dari Bakti Komdigi dan praktisi pendidikan memberikan pendampingan langsung menggunakan perangkat tablet yang disediakan oleh penyelenggara. Para guru diajak praktik membuat materi ajar interaktif yang bisa diakses secara offline, mengingat keterbatasan koneksi internet di sejumlah desa terisolasi. Selain itu, sesi khusus diperuntukkan untuk pemanfaatan aplikasi konseling daring untuk membantu siswa mengatasi trauma pascabencana. Dengan metode partisipatif, guru-guru sangat antusias, bahkan beberapa di antara mereka baru pertama kali memegang tablet.

Dampak bagi Pemulihan Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Utara menyambut baik kolaborasi ini dan menyebutnya sebagai angin segar bagi sektor pendidikan yang terpukul. “Kami tidak hanya ingin memulihkan bangunan fisik, tetapi juga semangat belajar. Pelatihan ini menjawab kebutuhan mendesak akan inovasi metode mengajar,” ujarnya. Para peserta yang berasal dari 15 sekolah dasar dan menengah mengaku lebih percaya diri mengajar di tengah keterbatasan. Seorang guru SD di Kecamatan Lhoksukon menuturkan bahwa ia kini mampu membuat kuis multimedia yang memicu minat siswa walaupun belajar di tenda darurat. Program ini juga menumbuhkan jaringan antarguru yang saling berbagi sumber belajar digital melalui grup komunikasi. Pengelola Yayasan Cemerlang Indonesiaku berencana memperluas program serupa ke kabupaten lain yang juga dilanda bencana, dengan menyesuaikan kurikulum lokal. Harapannya, kompetensi digital yang sudah terbangun dapat terus berkelanjutan meski bencana berlalu, sehingga kualitas pendidikan di Aceh Utara meningkat dan tangguh menghadapi tantangan masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User