Gotong Royong Bangun Infrastruktur, PT Daya Mas Bantu Kampung Ciguntur

Semangat gotong royong kembali menjadi motor penggerak pembangunan di pelosok negeri. Kali ini, masyarakat Kampung Ciguntur merasakan langsung manfaat dari sinergi antara korporasi dan warga dalam mem...

Semangat gotong royong kembali menjadi motor penggerak pembangunan di pelosok negeri. Kali ini, masyarakat Kampung Ciguntur merasakan langsung manfaat dari sinergi antara korporasi dan warga dalam membangun infrastruktur desa. PT Daya Mas Geopatra Pangrango, perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut, menginisiasi proyek pembangunan sarana fisik yang langsung dikerjakan bersama-sama dengan penduduk setempat. Hasilnya bukan sekadar beton dan aspal, melainkan terbukanya akses yang selama puluhan tahun menjadi hambatan utama perekonomian kampung.

Proyek ini meliputi pembangunan jalan desa sepanjang 2 kilometer yang menghubungkan Kampung Ciguntur dengan jalan utama kabupaten, serta perbaikan dua jembatan kayu yang sebelumnya kerap putus saat musim hujan. Semua material bangunan disediakan oleh PT Daya Mas, sementara tenaga kerja dan keahlian lokal dikerahkan secara sukarela oleh warga. Dalam kurun tiga pekan, lebih dari 80 kepala keluarga terlibat aktif, bahu-membahu mengangkut batu, mencampur semen, dan meratakan tanah. Pola ini tidak hanya memangkas biaya, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki yang kuat terhadap aset bersama.

Dari Isolasi ke Konektivitas Ekonomi

Sebelum pembangunan, kondisi jalan tanah di Kampung Ciguntur sangat memprihatinkan. Saat kemarau, debu tebal mengganggu pernapasan; saat hujan, lumpur setinggi lutut membuat kendaraan roda empat sulit melintas. Akibatnya, hasil pertanian seperti pisang, singkong, dan sayuran sering membusuk sebelum sempat dijual ke pasar kecamatan. “Dulu kami harus pikul hasil panen sejauh tiga jam jalan kaki. Kalau pakai motor pun sering terperosok,” tutur Ahmad (52), seorang petani setempat. Kini, dengan jalan beton yang mulus, waktu tempuh ke pusat perdagangan terpangkas menjadi hanya 20 menit menggunakan kendaraan. Dampaknya langsung terasa pada harga jual komoditas dan pendapatan harian petani yang naik hingga 40 persen.

Peningkatan akses tidak hanya berdampak pada sektor pertanian. Anak-anak sekolah kini dapat berangkat dengan lebih aman dan cepat, mengurangi angka keterlambatan dan putus sekolah. Akses ke fasilitas kesehatan juga terbuka lebar, sehingga ibu hamil dan lansia tak perlu lagi menunda pemeriksaan medis. Perekonomian mikro pun bergeliat: beberapa warga mulai membuka warung sembako dan bengkel kecil di tepi jalan baru, melayani sesama warga dan pengendara yang melintas. Multiplier effect sederhana ini menjadi bukti bahwa satu intervensi infrastruktur bisa memicu rangkaian aktivitas ekonomi produktif.

Semangat Gotong Royong sebagai Kunci Keberhasilan

Keunikan proyek ini terletak pada pendekatan partisipatifnya. PT Daya Mas tidak sekadar menyerahkan bantuan dan lepas tangan. Manajemen perusahaan justru turun langsung ke lapangan, berbaur dengan warga, dan memetakan kebutuhan prioritas bersama. “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan dikerjakan dengan standar yang bisa dirawat oleh mereka sendiri,” ujar Rini Kartika, Manajer CSR PT Daya Mas Geopatra Pangrango. Rini menambahkan, pihaknya sengaja tidak menggunakan kontraktor besar agar nilai gotong royong tetap terjaga dan alih pengetahuan terjadi secara alami.

Pendekatan ini juga meminimalkan potensi konflik sosial. Seluruh proses perencanaan dilakukan melalui musyawarah desa yang difasilitasi oleh perangkat kampung. Setiap warga memiliki kesempatan menyuarakan aspirasinya, mulai dari penentuan rute jalan hingga pembagian jadwal kerja bakti. Akibatnya, proyek berjalan tanpa gejolak dan dirasakan sebagai milik bersama. Kepala Kampung Ciguntur, Suharno, mengapresiasi langkah perusahaan. “Ini bukan sekadar bantuan, tapi kebersamaan. Kami jadi paham cara merawat jalan beton, sehingga tidak akan mangkrak setelah ditinggal,” katanya.

Model CSR Berkelanjutan untuk Kawasan Pinggiran

Infrastruktur yang dibangun sengaja dirancang dengan fondasi yang kokoh dan material lokal yang mudah ditemukan, agar perbaikan sederhana di masa depan dapat dilakukan secara mandiri oleh warga. PT Daya Mas juga membentuk kelompok pemelihara desa yang beranggotakan pemuda setempat, dibekali pelatihan dasar teknik sipil. Langkah ini dirancang untuk memutus ketergantungan terhadap bantuan eksternal, sehingga keberlanjutan proyek terjamin dalam jangka panjang.

Program ini menjadi bagian dari pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang fokus pada pengembangan ekonomi lokal. Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 9 tentang infrastruktur tangguh, inisiatif di Kampung Ciguntur diharapkan menjadi model replikasi bagi desa-desa lain di sekitar wilayah operasional perusahaan. “Kami terbuka untuk memperluas kemitraan dengan pemerintah daerah dan NGO, agar dampaknya lebih besar,” tutup Rini.

Kampung Ciguntur kini bukan lagi titik terisolasi. Jalan beton itu bukan sekadar penghubung antar titik koordinat, melainkan jalur harapan baru yang membawa denyut ekonomi langsung ke jantung permukiman. Meski sederhana, model gotong royong ini membuktikan bahwa kolaborasi tulus antara swasta dan masyarakat bisa menciptakan perubahan yang nyata dan terukur.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User