Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Buol, Satu Warga Meninggal Dunia

BUOL, SULAWESI TENGAH – Sebuah gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu malam (12/7) pukul 21.46 WITA. Getaran yang terasa c...

BUOL, SULAWESI TENGAH – Sebuah gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu malam (12/7) pukul 21.46 WITA. Getaran yang terasa cukup kuat di sejumlah kecamatan itu dilaporkan menelan satu korban jiwa dan menyebabkan kerusakan pada puluhan bangunan warga.

Kronologi dan Dampak Gempa

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak di darat pada kedalaman 12 kilometer, sekitar 18 kilometer barat laut Kota Buol. Mekanisme sumber menunjukkan gempa jenis sesar naik (thrust fault) yang dipicu aktivitas tektonik lokal. Meskipun magnitudo tergolong menengah, kedalaman dangkal mengakibatkan guncangan terasa signifikan hingga skala V MMI di pusat gempa, dan III–IV MMI di wilayah sekitarnya seperti Biau, Momunu, dan Bokat. “Getarannya cukup keras dan berlangsung sekitar lima detik. Banyak warga panik berhamburan keluar rumah,” ujar seorang warga Kecamatan Biau melalui sambungan telepon.

Korban meninggal dunia adalah seorang pria berusia 52 tahun yang tertimpa material bangunan saat gempa terjadi. Ia sedang berada di bagian belakang rumahnya yang berdinding bata ringan ketika tembok mendadak roboh. Tim medis dari Puskesmas setempat yang tiba beberapa saat setelah kejadian menyatakan korban sudah tidak tertolong akibat luka berat di bagian kepala dan dada. Selain korban jiwa, setidaknya tujuh warga lain mengalami luka ringan hingga sedang, sebagian besar akibat tertimpa genting atau terjatuh saat berlari keluar.

Penanganan Darurat dan Respons Pemerintah

Pemerintah Kabupaten Buol melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung mengaktifkan posko tanggap darurat begitu laporan masuk. Kepala Pelaksana BPBD Buol, Andi Syamsul Bahri, mengonfirmasi bahwa tim reaksi cepat telah diterjunkan ke tiga kecamatan terdampak paling parah, yaitu Biau, Momunu, dan Lakea. “Kami mendirikan dua titik pengungsian sementara di lapangan Kecamatan Biau dan halaman kantor camat Momunu. Saat ini ada 247 jiwa yang mengungsi karena rumah mereka retak berat atau sudah tidak layak huni,” jelasnya.

Dari pendataan sementara, 42 unit rumah rusak ringan (retak dinding, genting melorot), 14 unit rusak sedang (dinding roboh sebagian), dan 3 unit rusak berat (ambruk total). Beberapa fasilitas publik juga terkena dampak, termasuk satu gedung sekolah dasar di Desa Samaenre yang atapnya jebol, serta Puskesmas Pembantu di Kecamatan Bokat yang mengalami retak struktural sehingga pelayanan kesehatan dialihkan ke tenda darurat. BPBD bersama TNI dan Polri bahu-membahu membersihkan puing dan mendirikan tenda pengungsian. Dapur umum mulai beroperasi sejak Senin dini hari untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi.

Potensi Gempa Susulan dan Peringatan BMKG

BMKG melalui Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami, Daryono, memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena pusatnya berada di darat dan energi tidak memicu pergeseran kolom air laut. Namun, ia meminta warga tetap waspada terhadap gempa susulan. “Hingga pukul 06.00 WITA pagi tadi, kami mencatat 13 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 3,9. Kami imbau warga untuk tidak masuk ke bangunan yang sudah retak, dan selalu memperhatikan jalur evakuasi,” tegas Daryono dalam siaran pers daring.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar hanya mempercayai informasi resmi dari lembaga berwenang dan tidak panik oleh isu yang beredar di media sosial. Seluruh jalur komunikasi seluler di wilayah Buol dilaporkan tetap berfungsi, meskipun sempat terjadi lonjakan trafik yang menyebabkan keterlambatan pengiriman pesan sesaat setelah gempa utama.

Kondisi Geologi dan Risiko ke Depan

Secara geologis, wilayah Sulawesi Tengah memang salah satu kawasan dengan tingkat kerentanan seismik tinggi di Indonesia. Kabupaten Buol sendiri dilalui beberapa sesar aktif, termasuk segmen sesar Palu-Koro yang membentang ke utara dan sesar lokal di sekitar perbukitan Paleleh. Ahli geologi dari Universitas Tadulako, Dr. Muhammad Rusli, menjelaskan bahwa gempa tadi malam merupakan pelepasan energi dari sistem sesar lokal yang sebelumnya terakumulasi. “Ini bukan kejutan. Daerah Buol memang memiliki catatan historis gempa merusak. Yang menjadi catatan penting adalah bagaimana kesiapsiagaan struktur bangunan kita. Banyak rumah warga yang tidak dibangun dengan standar tahan gempa, sehingga ketika terjadi guncangan moderate seperti ini pun sudah menimbulkan korban,” ungkapnya.

Tim rekonstruksi dan rehabilitasi BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan asesmen menyeluruh pada bangunan terdampak. Pemerintah provinsi juga dijadwalkan mengirim bantuan logistik tambahan, termasuk tenda keluarga, selimut, dan air bersih, mengingat beberapa sumber air warga di daerah perbukitan dilaporkan keruh akibat longsor kecil yang dipicu gempa.

Dampak pada Aktivitas Ekonomi

Gempa sempat menghentikan sementara aktivitas di Pasar Sentral Buol yang berlokasi di pusat kota. Pedagang panik meninggalkan lapak mereka, dan sejumlah kios mengalami kerusakan ringan pada atap. Pagi harinya, aktivitas pasar mulai berangsur normal kembali meski volume transaksi menurun. Petani kakao dan cengkeh—komoditas utama daerah ini—di beberapa desa juga melaporkan pohon-pohon tumbang dan jalan usaha tani tertutup longsoran batu kecil. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menghitung potensi kerugian sektor agrikultur.

Layanan listrik dari PLN sempat padam sesaat di tiga kecamatan sebagai mekanisme pengamanan otomatis, namun sudah pulih 100 persen pada pukul 23.15 WITA. Akses jalan utama lintas Buol–Tolitoli tidak terputus, hanya terdapat puing-puing batu di beberapa titik yang sudah dibersihkan alat berat milik dinas PU.

Solidaritas dan Langkah Selanjutnya

Kepedulian sosial dari warga sekitar terlihat dengan adanya sumbangan sukarela berupa makanan, pakaian layak pakai, dan air minum yang mengalir ke posko pengungsian. Tim psikososial dari Dinas Sosial juga diterjunkan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak dan lansia yang trauma. “Kami fokus pada pemulihan psikis, terutama bagi keluarga korban meninggal. Jangan sampai trauma berkepanjangan muncul,” kata Kepala Dinas Sosial Buol, Nurhayati.

Bupati Buol dijadwalkan meninjau langsung lokasi terdampak pada Senin siang untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran. Ia juga akan menggelar rapat koordinasi lintas sektor untuk merancang langkah pemulihan dan mitigasi jangka panjang. Sementara itu, BMKG terus memonitor perkembangan aktivitas gempa susulan dan mengimbau warga tetap siaga menghadapi kemungkinan guncangan berikutnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User