Campus League Badminton Adopsi Sistem Skor 15 Poin Tiga Gim Mulai Agustus 2026
Jakarta – Gelaran Campus League Badminton Season 1 dipastikan akan menjadi ajang perintis yang mengimplementasikan sistem perhitungan poin terbaru dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Kompetisi
Jakarta – Gelaran Campus League Badminton Season 1 dipastikan akan menjadi ajang perintis yang mengimplementasikan sistem perhitungan poin terbaru dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Kompetisi yang menyasar segmen mahasiswa ini akan memulai rangkaian pertandingannya dengan format 15 poin dalam tiga gim pada 19 Agustus 2026 mendatang.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, regulasi anyar ini diadopsi meskipun kebijakan resmi BWF baru akan berlaku secara global pada awal Januari 2027. Langkah cepat penyelenggara ini menunjukkan antusiasme untuk menyelaraskan atmosfer pertandingan kampus dengan level profesional internasional.
Penerapan Sistem Skor Baru BWF
Perubahan fundamental dalam sistem skor bulu tangkis ini disahkan melalui mekanisme voting yang melibatkan seluruh negara anggota BWF. Hasil pemungutan suara menunjukkan dominasi suara setuju untuk mengakhiri era sistem 21 poin reli poin.
Laporan yang dihimpun media kami menyebutkan bahwa sebanyak 198 negara memberikan suara setuju terhadap penerapan sistem skor 15 poin x 3 gim, sementara 43 negara lainnya menyatakan penolakan.
Dengan format baru ini, setiap gim hanya akan dimainkan hingga angka 15, berbeda dengan ambang batas 21 poin yang selama ini digunakan. Jika terjadi deuce atau kedudukan imbang, pertandingan akan terus berlangsung hingga selisih dua poin tercapai. Perubahan ini diprediksi akan menciptakan tempo permainan yang lebih cepat, eksplosif, dan menuntut konsentrasi tinggi para atlet sejak poin pertama. Bagi para mahasiswa yang bertanding, adaptasi terhadap sistem ini diyakini akan meminimalisir durasi pertandingan, namun meningkatkan intensitas persaingan di setiap relinya.
Peta Perjalanan Kompetisi
Penyelenggara telah merancang rangkaian panjang menuju babak puncak. Tahap awal kompetisi akan dibuka melalui Regional Jabodetabek pada pertengahan Agustus. Setelah pertarungan di ibu kota dan sekitarnya usai, rangkaian liga akan bergulir ke kota-kota besar lainnya yang menjadi kantong komunitas mahasiswa potensial.
Kota Semarang dijadwalkan menjadi tuan rumah berikutnya, disusul oleh Surabaya dan Samarinda. Keempat kota ini akan menjadi ajang seleksi sekaligus pemanasan sebelum para peserta terbaik bertemu di Bandung. Kota Kembang tersebut dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan putaran puncak bertajuk "The Nationals", di mana para juara kampus dari berbagai regional akan saling beradu untuk memperebutkan gelar nasional.
Kehadiran sistem skor 15 poin ini diharapkan tidak hanya menjadi tantangan baru, tetapi juga daya tarik tersendiri yang dapat meningkatkan partisipasi aktif mahasiswa dalam olahraga bulu tangkis tanah air.
Comments (0)