BRI Tetapkan Direksi dan Komisaris Baru Usai RUPSLB

Jakarta, 18 Desember 2025 – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) merampungkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta pada Rabu (17/12) dengan keputusan strategis mengenai k...

BRI Tetapkan Direksi dan Komisaris Baru Usai RUPSLB

Jakarta, 18 Desember 2025 – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) merampungkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta pada Rabu (17/12) dengan keputusan strategis mengenai komposisi direksi dan dewan komisaris. Perombakan ini disebut sebagai langkah penyegaran untuk mengakselerasi transformasi digital dan memperkuat fokus pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung bisnis bank pelat merah tersebut.

Komposisi Baru Direksi dan Komisaris

RUPSLB menyetujui susunan direksi periode 2025–2030 dengan beberapa perubahan signifikan. Sunarso kembali ditetapkan sebagai Direktur Utama, sementara Catur Budi Harto menjabat Wakil Direktur Utama. Empat direktur baru masuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh direktur yang memasuki masa pensiun atau mengundurkan diri. Posisi Direktur Bisnis Mikro kini diamanatkan kepada Supari, sebelumnya menjabat Regional CEO BRI Wilayah Jakarta. Amam Sukriyanto ditunjuk sebagai Direktur Bisnis Kecil dan Menengah, memperkuat penetrasi kredit produktif. Sementara itu, kursi Direktur Digital dan Teknologi Informasi diisi oleh Arga M. Nugraha, profesional dengan pengalaman di bidang fintech dan perbankan digital. Direktur Kepatuhan dan SDM, Zainal Abidin, serta Direktur Jaringan dan Layanan, Ninis Wardani, tetap melanjutkan tugas. Di jajaran komisaris, Mochamad Basuki didapuk sebagai Komisaris Utama Independen, didampingi Muhammad Chatib Basri sebagai Komisaris, dan Aviliani sebagai Komisaris Independen. Dua komisaris lainnya, R. Agus Haryono dan Andrianto Hadi, turut melengkapi dewan pengawas.

Penguatan Tata Kelola dan Fokus UMKM

Agenda RUPSLB kali ini tidak hanya merotasi personel, tetapi juga menegaskan komitmen BRI terhadap prinsip tata kelola yang baik (good corporate governance). Berdasarkan data perseroan, kredit UMKM BRI mencapai 83,2% dari total portofolio kredit senilai Rp1.056 triliun pada kuartal III 2025, naik 11,4% secara tahunan (year-on-year). Masuknya Supari dan Amam Sukriyanto dinilai akan semakin memperkuat penetrasi di segmen mikro dan kecil, yang menjadi mesin pertumbuhan laba bersih perusahaan. Laba bersih BRI per September 2025 tercatat sebesar Rp45,8 triliun, tumbuh 13,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, penunjukan Arga M. Nugraha sebagai direktur digital mengindikasikan akselerasi digital banking untuk menjawab tantangan kompetisi dengan bank digital dan layanan keuangan berbasis teknologi. BRI tercatat telah menginvestasikan lebih dari Rp6,2 triliun dalam pengembangan super-app BRImo dan infrastruktur teknologi sepanjang 2025. Dengan direksi baru, perseroan menargetkan jumlah pengguna aktif BRImo mencapai 40 juta pada akhir 2026, dari 32,3 juta saat ini.

Respons Pasar dan Ekspektasi Analis

Pasar modal merespons positif keputusan RUPSLB. Saham BBRI ditutup menguat 1,2% ke level Rp5.175 pada perdagangan Kamis (18/12), setelah sempat dibuka stagnan. Analis senior yang enggan disebutkan namanya menilai komposisi baru ini memperlihatkan keseimbangan antara pengalaman internal dan talenta eksternal. Menurutnya, masuknya direktur digital dari luar membawa perspektif segar, sementara mempertahankan jajaran direksi yang telah berpengalaman di segmen UMKM memberi jaminan kontinuitas.

Namun, terdapat pula catatan kritis. Beberapa pengamat menyoroti tetap dominannya figur direksi dari kalangan internal yang berpotensi menghambat laju transformasi budaya kerja. Rasio cost-to-income BRI yang berada di level 42,1% pada September 2025—tertinggi di antara bank BUKU IV—memerlukan efisiensi lebih agresif. Meski demikian, proyeksi pendapatan bunga bersih (net interest margin) yang dijaga di kisaran 7,8%–8,0% hingga akhir tahun memberikan optimisme bahwa fundamental perseroan tetap kokoh.

Komitmen Menuju Bank Terbesar di ASEAN

Dalam pernyataan resmi usai RUPSLB, manajemen BRI menegaskan bahwa perombakan ini merupakan bagian dari peta jalan menuju visi sebagai The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia pada 2027. Aset konsolidasian BRI per 30 September 2025 telah menembus Rp1.965 triliun, menjadikannya bank dengan aset terbesar di Indonesia dan masuk dalam jajaran 200 bank terbesar dunia berdasarkan kapitalisasi pasar. Dengan susunan direksi dan komisaris yang baru, perseroan berharap mampu mempertahankan pertumbuhan kredit dua digit sekaligus menekan kredit bermasalah (NPL) di bawah 2,5%.

RUPSLB juga memberi wewenang kepada direksi baru untuk merampungkan akuisisi dua perusahaan teknologi yang bergerak di bidang payment gateway dan lending platform senilai total Rp4,8 triliun. Transaksi ini diyakini akan memperluas ekosistem digital BRI dan menopang ekspansi bisnis tanpa kantor fisik (branchless banking) yang telah menjangkau lebih dari 1,2 juta agen BRILink di seluruh Indonesia.

Dengan susunan pengurus yang telah diperbarui, fokus pasar kini tertuju pada realisasi strategi dan kemampuan manajemen baru dalam menghadapi ketatnya persaingan di sektor perbankan nasional maupun regional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User