BNI Sajikan Cashback hingga Rp100 Ribu di Puspa Nuswantara 2026
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menghadirkan beragam program menarik selama gelaran Puspa Nuswantara 2026, pameran batik dan produk kreatif Nusantara yang menjadi ajang tahunan bergengsi....
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menghadirkan beragam program menarik selama gelaran Puspa Nuswantara 2026, pameran batik dan produk kreatif Nusantara yang menjadi ajang tahunan bergengsi. Dalam perhelatan yang berlangsung pada 14–20 Juli 2026 di Jakarta Convention Center ini, BNI menyediakan penawaran cashback hingga Rp100.000 serta fasilitas cicilan 0% untuk berbagai transaksi. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan dalam mempercepat adopsi pembayaran nontunai dan mendukung pertumbuhan UMKM di sektor kerajinan tradisional.
Pameran Puspa Nuswantara dikenal sebagai etalase utama bagi perajin batik dari berbagai daerah. Kehadiran BNI dengan rangkaian promosi digital diharapkan mampu mendorong pengunjung untuk bertransaksi secara lebih modern, sekaligus memberikan dampak langsung terhadap omzet para pelaku UMKM yang menjadi peserta pameran. “Kami melihat sinergi antara budaya dan inovasi keuangan sebagai kunci untuk memperkuat daya saing produk lokal. Melalui promo ini, kami ingin memperkenalkan kemudahan transaksi digital kepada masyarakat sembari menjaga warisan budaya,” ujar seorang pejabat BNI di sela pembukaan acara.
Dukungan Konkret bagi UMKM Batik
Partisipasi BNI di Puspa Nuswantara 2026 tidak sekadar menampilkan logo atau stan informasi. Bank pelat merah ini secara nyata memberikan stimulus ekonomi dengan menggandeng sekitar 150 stan UMKM yang memamerkan batik tulis, batik cap, hingga produk turunannya. Masing-masing stan dilengkapi dengan QRIS BNI, sehingga pengunjung dapat membayar hanya dengan memindai kode QR melalui aplikasi mobile banking BNI atau dompet digital yang terintegrasi.
Melalui skema cashback yang ditawarkan, setiap transaksi dengan nilai minimal tertentu berkesempatan memperoleh pengembalian dana hingga Rp100.000. Promo ini berlaku untuk akumulasi belanja menggunakan BNI Mobile Banking maupun kartu debit dan kredit BNI. Bagi para perajin, kemudahan pembayaran digital turut memangkas antrean di kasir, mengurangi risiko uang palsu, dan mempercepat rekonsiliasi penjualan harian mereka.
Rincian Promo dan Skema Cashback
Program cashback di Puspa Nuswantara didesain dengan beberapa tingkatan untuk menjangkau segmen pengunjung yang beragam. Untuk transaksi menggunakan BNI Mobile Banking atau QRIS BNI dengan nominal belanja minimal Rp200.000, pengunjung berhak memperoleh cashback sebesar Rp25.000. Sementara itu, cashback Rp50.000 diberikan untuk total belanja minimal Rp500.000 dalam satu struk. Adapun cashback tertinggi sebesar Rp100.000 berlaku bagi transaksi minimal Rp1.000.000 yang dilakukan dengan kartu kredit BNI selama periode pameran.
Seluruh cashback akan dikreditkan langsung ke rekening nasabah maksimal 14 hari kerja setelah periode pameran berakhir. BNI juga memberlakukan mekanisme kuota harian untuk menjaga kualitas program, sehingga pengunjung disarankan untuk bertransaksi lebih awal agar tidak kehabisan alokasi promo. Hingga hari kedua pameran, antusiasme pengunjung terlihat tinggi; data internal BNI menunjukkan peningkatan volume transaksi QRIS di lokasi hingga 45% dibandingkan hari biasa di pusat perbelanjaan serupa.
Cicilan 0%: Solusi Belanja Lebih Ringan
Selain cashback, BNI juga menyediakan program cicilan dengan bunga 0% untuk tenor hingga 12 bulan. Fasilitas ini dapat dinikmati oleh pemegang kartu kredit BNI yang berbelanja minimal Rp500.000 di stan-stan tertentu yang telah bekerja sama. Dengan opsi cicilan tanpa bunga, pengunjung dimudahkan untuk membeli produk batik premium, seperti kain batik tulis eksklusif atau busana ready-to-wear, tanpa perlu membayar penuh di muka.
Program cicilan 0% ini juga diklaim mampu mendorong nilai transaksi rata-rata di setiap stan. Seorang pemilik usaha batik asal Pekalongan yang ikut serta dalam pameran mengungkapkan, banyak pembeli yang semula ragu untuk membeli produk bernilai di atas Rp1 juta akhirnya memutuskan untuk bertransaksi setelah mengetahui adanya opsi cicilan. “Mereka jadi lebih percaya diri untuk membeli karya terbaik kami. Ini benar-benar membantu perputaran modal,” ujarnya.
Mendorong Literasi Keuangan Digital
Di stan utama BNI yang terletak di area lobi pameran, pengunjung juga diajak untuk memahami lebih jauh tentang keamanan dan manfaat transaksi digital. Petugas bank memberikan edukasi mengenai penggunaan BNI Mobile Banking, aktivasi fitur QRIS, serta pengenalan produk tabungan dan investasi digital. Bagi pengunjung yang membuka rekening baru di lokasi, BNI memberikan bonus saldo awal sebagai insentif tambahan.
“Kami tidak hanya ingin nasabah bertransaksi, tetapi juga paham bagaimana mengelola keuangan secara digital. Momentum Puspa Nuswantara kami manfaatkan untuk memperluas inklusi keuangan, terutama di kalangan perempuan dan generasi muda yang sangat antusias terhadap produk fashion berbasis budaya,” jelas juru bicara BNI. Sejalan dengan data internal, sekitar 60% pengunjung yang mengunjungi stan edukasi adalah mereka yang baru pertama kali menggunakan QRIS untuk pembayaran.
Dorong Transaksi Digital di Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Keikutsertaan BNI di ajang ini juga sejalan dengan peta jalan Bank Indonesia menuju masyarakat nontunai dan program pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif. Batik, sebagai warisan budaya takbenda UNESCO, memiliki rantai nilai yang panjang—mulai dari pembatik, pengusaha kecil, hingga desainer—sehingga digitalisasi pembayaran di sepanjang rantai tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Melalui kolaborasi dengan penyelenggara, BNI juga menyediakan fitur pencatatan transaksi digital yang terhubung langsung dengan sistem akuntansi sederhana milik peserta pameran. Dengan demikian, pelaku UMKM tidak hanya menikmati kemudahan penerimaan pembayaran, tetapi juga dapat memantau omzet harian secara real-time. Inisiatif ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di pameran serupa di kota lain, seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung, sepanjang tahun 2026.
Bagi pengunjung, kehadiran promo ini menjadi nilai tambah yang signifikan. Selain dapat membeli produk batik berkualitas langsung dari perajinnya, mereka juga mendapatkan keuntungan finansial berupa pengembalian dana dan fleksibilitas pembayaran. Hal tersebut semakin memperkuat posisi Puspa Nuswantara bukan sekadar pameran budaya, melainkan juga sebagai destinasi belanja yang atraktif dan inklusif secara finansial.
Baca juga:
Comments (0)