Oct 18, 2026
Bisnis

500 Relawan Dikerahkan Jaga Kebersihan MotoGP Mandalika 2026

Berdasarkan data penyelenggara per Februari 2026, ajang MotoGP Mandalika yang berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, kembali menjadi pusat perhatian ekonomi daerah. E...

500 Relawan Dikerahkan Jaga Kebersihan MotoGP Mandalika 2026

Berdasarkan data penyelenggara per Februari 2026, ajang MotoGP Mandalika yang berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, kembali menjadi pusat perhatian ekonomi daerah. Event berskala internasional ini diproyeksikan menarik lebih dari 100 ribu penonton selama periode balapan, dengan dampak ekonomi yang diperkirakan menembus angka triliunan rupiah bagi sektor pariwisata, perhotelan, dan UMKM lokal. Namun di balik geliat ekonomi tersebut, muncul tantangan klasik yang kerap menyertai event masif: pengelolaan sampah dan keberlanjutan lingkungan.

Menjawab persoalan itu, sejumlah perusahaan dan lembaga mengerahkan sumber daya manusia untuk menjaga kebersihan kawasan. Salah satunya melalui program tanggung jawab sosial yang mengerahkan 500 relawan yang tersebar di berbagai titik strategis, mulai dari area tribun, jalur pedestrian, hingga kawasan kuliner sekitar sirkuit.

Di Satu Sisi: Efek Berganda bagi Ekonomi Lokal

Dari kacamata makroekonomi, penyelenggaraan MotoGP Mandalika memberikan multiplier effect yang signifikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB menunjukkan bahwa pada periode penyelenggaraan event tahun sebelumnya, tingkat hunian hotel di kawasan Kuta Mandalika mengalami kenaikan hingga 90 persen dibandingkan bulan-bulan biasa. Sektor transportasi, makanan minuman, dan kerajinan tangan juga mencatat lonjakan transaksi year-on-year yang cukup tajam.

Kehadiran relawan kebersihan menjadi bagian tak terpisahkan dari rantai nilai pariwisata berkelanjutan. Tanpa pengelolaan sampah yang baik, citra destinasi bisa tercoreng, dan aliran kunjungan wisatawan pada tahun-tahun berikutnya berpotensi menurun. Dalam konteks ini, investasi pada kebersihan bukan sekadar biaya, melainkan bagian dari menjaga fundamental industri pariwisata jangka panjang.

"Kebersihan adalah bagian dari infrastruktur tak terlihat yang menentukan reputasi destinasi. Event besar seperti MotoGP adalah etalase, dan cara kita mengelola sampah menjadi cerminan keseriusan kita," ujar seorang pengamat pariwisata dari universitas lokal.

Di Sisi Lain: Beban Fiskal dan Tantangan Keberlanjutan

Namun, dari perspektif lain, ketergantungan pada relawan dan program corporate social responsibility (CSR) memunculkan pertanyaan tentang keberlanjutan jangka panjang. Pengelolaan sampah yang idealnya menjadi tanggung jawab sistemik—didukung infrastruktur permanen dan anggaran daerah yang memadai—kerap bergantung pada momentum event. Setelah balapan usai, volume sampah di kawasan sekitar tetap ada, sementara jumlah relawan menurun drastis.

Selain itu, muncul kritik bahwa pendekatan berbasis relawan berisiko menciptakan preseden di mana pemerintah daerah dan pengelola sirkuit mengalihkan beban operasional kebersihan ke pihak swasta. Jika dihitung secara ekonomi, nilai kerja 500 relawan selama beberapa hari setara dengan penghematan biaya operasional yang tidak kecil. Di sisi lain, hal ini juga menciptakan peluang pemberdayaan masyarakat lokal yang terlibat langsung dalam rantai ekonomi event.

Proyeksi dan Sentimen Pasar

Ke depan, keberhasilan pengelolaan kebersihan MotoGP Mandalika akan menjadi indikator penting bagi valuasi destinasi wisata NTB di mata investor. Indeks kepuasan wisatawan, tingkat kunjungan ulang, dan citra destinasi adalah variabel yang saling terkait. Sentimen pasar terhadap kawasan ini akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana event besar dikelola secara menyeluruh, termasuk aspek lingkungan.

Jika kolaborasi antara swasta, pemerintah, dan masyarakat dapat berjalan konsisten, Mandalika berpotensi menjadi model pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Namun jika hanya bersifat seremonial, dampaknya bisa bersifat sementara. Yang jelas, angka 500 relawan hanyalah bagian kecil dari persamaan besar antara pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab ekologis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User