Video Mensesneg Prasetyo Hadi Umumkan Bantuan Dana Pensiunan Terbukti Hoaks

Beredar sebuah video di media sosial yang menampilkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi tengah mengumumkan program bantuan dana pensiunan

Video Mensesneg Prasetyo Hadi Umumkan Bantuan Dana Pensiunan Terbukti Hoaks

Beredar sebuah video di media sosial yang menampilkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi tengah mengumumkan program bantuan dana pensiunan. Video berdurasi 1 menit 23 detik itu menyebar luas melalui Facebook dan WhatsApp grup, memicu euforia di kalangan pensiunan yang berharap mendapat kucuran dana segar. Namun, penelusuran Tim Cek Fakta Liputan6.com memastikan bahwa konten tersebut adalah hoaks dan merupakan hasil manipulasi digital.

Kemunculan Video yang Meresahkan

Video pertama kali terdeteksi pada 17 Juni 2025, diunggah oleh akun Facebook bernama "Info Bantuan RI" yang tidak terverifikasi. Rekaman itu menampilkan Mensesneg Prasetyo Hadi seolah sedang berpidato di sebuah podium resmi. Suara dalam video terdengar jelas menyebutkan, "Pemerintah telah menyiapkan dana pensiun tambahan sebesar Rp25 triliun yang akan dicairkan mulai bulan depan. Para pensiunan cukup mengakses tautan di bawah untuk mendaftar." Tautan yang disematkan mengarah ke situs phishing yang meminta data pribadi seperti nomor KTP, nomor rekening, hingga kode OTP.

Dalam waktu 48 jam, unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari 12.000 kali dan menuai ribuan komentar. Banyak pensiunan yang mengaku segera mengisi tautan tersebut tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut. Situasi ini mendorong Tim Cek Fakta Liputan6.com untuk segera mengambil langkah investigasi.

Kronologi Verifikasi

Berikut adalah kronologi lengkap proses fact-checking yang dilakukan untuk membongkar modus penipuan ini:

  1. 17 Juni 2025 pukul 09.30 WIB – Video mulai viral. Tim menerima laporan dari pembaca melalui kanal resmi Liputan6.com.
  2. 18 Juni 2025 pagi – Analisis metadata video dilakukan menggunakan alat forensik digital. Hasilnya menunjukkan bahwa video asli berasal dari pidato Mensesneg pada acara pelantikan pejabat di Istana Negara, 12 April 2025. Audio pidato asli telah diganti sepenuhnya dengan rekayasa suara sintetis (deepfake audio).
  3. 18 Juni 2025 siang – Konfirmasi kepada Biro Humas Kementerian Sekretariat Negara. Melalui pesan resmi, pihak kementerian menyatakan bahwa tidak pernah ada pengumuman program bantuan dana pensiunan dari Mensesneg.
  4. 19 Juni 2025 – Liputan6.com mempublikasikan hasil penelusuran dan mengimbau masyarakat untuk tidak mengakses tautan mencurigakan. Otoritas Siber BSSN langsung memblokir situs phishing yang terkait.

Analisis Manipulasi Digital

Pakar keamanan siber dari CISSReC, Dr. Pratama Persadha, mengonfirmasi bahwa video tersebut adalah hasil deepfake tingkat lanjut. Menurutnya, "Gerakan bibir Mensesneg dalam video tidak sepenuhnya sinkron dengan suara yang dihasilkan. Ada jeda mikro yang hanya bisa terdeteksi dengan analisis perangkat lunak khusus." Dr. Pratama menambahkan bahwa teknologi voice cloning yang digunakan kini semakin mudah diakses publik, sehingga diperlukan literasi digital yang lebih tinggi di masyarakat. "Jika menerima informasi keuangan mengatasnamakan lembaga resmi, telepon dulu hotline kementerian terkait sebelum bertindak."

Selain itu, pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa platform pembuat video tidak mampu meniru intonasi khas Prasetyo Hadi yang biasa berbicara lambat dengan jeda di tengah kalimat. Versi hoaks justru memiliki alur bicara yang datar dan terlalu cepat, mirip suara buatan text-to-speech generik.

Modus Penipuan dan Target Korban

Tautan phishing yang disebarkan bersama video meminta pengguna mengisi formulir pendaftaran online. Data yang diminta antara lain: nama lengkap, tanggal lahir, nomor induk kependudukan (NIK), nomor rekening bank, saldo minimal, dan kode rahasia kartu ATM. Setelah data terkumpul, pelaku diduga menjual informasi tersebut di pasar gelap (dark web) atau langsung menguras saldo korban melalui transaksi ilegal.

Target utama hoaks ini adalah pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan anggota TNI/Polri yang umumnya memiliki simpanan pensiun cukup besar. Pada 20 Juni 2025, Bareskrim Polri mencatat setidaknya 47 laporan kehilangan dana dengan total kerugian mencapai Rp2,1 miliar. Direktorat Tindak Pidana Siber masih mendalami IP address pelaku yang terlacak berasal dari server di luar negeri.

Pernyataan Resmi Kemenkesneg

Kementerian Sekretariat Negara melalui akun Instagram resmi @kemensetneg.ri menerbitkan bantahan tegas pada 19 Juni 2025. Dalam unggahannya, kementerian menulis: "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai video yang beredar dan tidak membagikan data pribadi melalui tautan apapun. Seluruh program bantuan sosial pemerintah selalu diumumkan melalui saluran resmi, bukan melalui video viral media sosial." Mensesneg Prasetyo Hadi sendiri, melalui juru bicaranya, menyatakan akan mengambil langkah hukum terhadap penyebar hoaks yang telah meresahkan publik.

Tips Menghindari Hoaks Bantuan Keuangan

Untuk melindungi diri dari penipuan serupa, masyarakat disarankan melakukan langkah-langkah berikut:

  • Periksa kembali sumber video di akun resmi YouTube atau situs web kementerian.
  • Jangan mengklik tautan yang disertakan pada postingan mencurigakan, terutama yang meminta data sensitif.
  • Hubungi call center instansi terkait untuk informasi kebenaran bantuan.
  • Aktifkan notifikasi dari Kanal Cek Fakta Liputan6.com untuk update hoaks terbaru.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kreator hoaks terus memperbarui metode manipulasi. Mulai dari copy-paste foto editan, kini mereka sudah masuk ke era audio deepfake yang lebih sukar dikenali. Peran aktif masyarakat dalam melaporkan konten mencurigakan ke platform seperti aduankonten.id menjadi semakin krusial.

[SOCIAL_TWEET]: Hati-hati! Video viral Mensesneg Prasetyo Hadi yang menjanjikan bantuan dana pensiunan adalah hasil rekayasa deepfake. Jangan klik tautannya dan segera laporkan ke aduankonten.id. #CekFakta #HoaksPensiunan #DeepfakeMensesneg[SOCIAL_TG]: 🔍 Tim Cek Fakta Liputan6.com bongkar hoaks video Mensesneg Prasetyo Hadi! Audio pidato diubah pakai deepfake untuk menipu pensiunan. Jangan isi data pribadi, ya. Selengkapnya di sini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User