Veda Ega Pratama Amankan Posisi Start Kelima di Kualifikasi Moto3 Austin
Austin, Texas — Pembalap Indonesia andalan Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, sukses mengunci posisi start kelima pada sesi kualifikasi Moto3 Amerika Serik
Austin, Texas — Pembalap Indonesia andalan Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, sukses mengunci posisi start kelima pada sesi kualifikasi Moto3 Amerika Serikat di Sirkuit of the Americas (COTA), Sabtu (28/03/2026) malam WIB. Dalam sesi yang berlangsung di bawah langit cerah dengan suhu trek mencapai 38 derajat Celsius, Veda mencatatkan waktu putaran terbaik 2 menit 16,847 detik, hanya terpaut 0,312 detik dari peraih pole position, David Alonso dari tim Gaviota Aspar.
Penampilan impresif itu menjadi sinyal kebangkitan setelah Veda sempat terpuruk di sesi latihan bebas ketiga (FP3) yang hanya menempatkannya di urutan ke-14. Perbaikan setelan motor dan pemilihan ban soft-soft menjadi kunci lompatan sembilan peringkat hanya dalam hitungan jam. Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, mengakui bahwa adaptasi Veda terhadap karakteristik trek yang abrasif dan kombinasi tikungan es-es panjang di sektor kedua dan ketiga berjalan lebih cepat dari prediksi. "Veda menunjukkan kedewasaan dalam membaca ritme putaran. Dia tidak panik saat sesi latihan belum optimal, dan strategi kami untuk menyimpan satu set ban baru khusus kualifikasi terbukti tepat," ujar Aoyama dalam rilis resmi tim.
Sepanjang sesi 15 menit penentuan grid itu, Veda bertengger di posisi lima besar sejak menit ke-7, dan sempat naik ke peringkat tiga sebelum akhirnya tergusur oleh Ángel Piqueras dan Joel Kelso di detik-detik akhir. Meski begitu, start dari baris kedua (grid ke-5) memberi peluang besar bagi pembalap asal Sleman itu untuk bersaing di rombongan depan pada balapan Minggu (29/03/2026) yang dimulai pukul 23.00 WIB.
Analisis Performa dan Tren Positif
Jika ditilik dari sebaran waktu per sektor, Veda justru menjadi pembalap tercepat keempat di sektor tiga — area yang menuntut akselerasi keluar tikungan 11 hingga 15 dan kestabilan di tikungan cepat. Data yang dihimpun dari timing resmi MotoGP menunjukkan bahwa ia mencatatkan kecepatan puncak 219,2 km/jam di trek lurus utama, setara dengan motor-motor KTM dan GasGas yang selama ini mendominasi.
Konsistensi Veda juga patut diacungi jempol. Dalam simulasi balapan pendek yang ia jalankan di akhir FP3, ritme 2 menit 17 detik per putaran mampu ia pertahankan selama enam lap tanpa penurunan signifikan pada ban belakang. Ini menjadi modal penting mengingat balapan Moto3 di COTA sering diwarnai pertarungan slipstream hingga lap terakhir. "Kami sudah menghitung, jika Veda bisa menempel grup terdepan di lima lap awal, peluang podium terbuka lebar. Kuncinya adalah tidak kehilangan kontak di tikungan pertama," kata analis MotoGP dan mantan pembalap, Doni Tata Pradita.
Berikut perbandingan catatan waktu Veda di setiap sesi resmi akhir pekan ini:
| Sesi | Waktu Terbaik | Posisi | Gap ke P1 |
|---|---|---|---|
| FP1 | 2:18,201 | 11 | +0,493 |
| FP2 | 2:17,659 | 9 | +0,418 |
| FP3 | 2:17,920 | 14 | +0,621 |
| Kualifikasi | 2:16,847 | 5 | +0,312 |
Dari tabel di atas terlihat bahwa satu-satunya sesi di mana Veda tidak masuk sepuluh besar adalah FP3 — sesi yang kerap digunakan tim untuk uji coba komponen atau simulasi long-run. Penurunan itu justru menjadi anomali positif karena di saat bersamaan ia mampu menjaga ban segar untuk sesi Q2.
Di klasemen sementara Moto3 2026, Veda kini bertengger di peringkat kedelapan dengan 17 poin dari dua seri pembuka (Qatar dan Argentina). Tambahan poin di Austin akan krusial untuk menjaga asa menembus lima besar klasemen sebelum seri Eropa dimulai. Adapun rekan setimnya, Tatchakorn Buasri, harus puas start dari posisi ke-17 — menegaskan bahwa perbedaan performa antar motor pabrikan Honda NSF250RW bisa diminimalkan oleh sentuhan pembalap.
Comments (0)