Truk Crane Tabrak JPO Tendean, Struktur Nyaris Ambruk
Jakarta — Sebuah truk towing pengangkut alat berat jenis crane dilaporkan tersangkut dan merusak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang terletak di Jalan
Jakarta — Sebuah truk towing pengangkut alat berat jenis crane dilaporkan tersangkut dan merusak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang terletak di Jalan Raya Kapten Tendean, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/07/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Insiden tersebut menyebabkan struktur JPO mengalami kerusakan parah hingga nyaris ambruk, bahkan sebagian material jembatan tampak menggantung dan membahayakan pengguna jalan di bawahnya.
Peristiwa bermula ketika truk towing dengan nomor polisi B 9876 TRG melaju dari arah Selatan menuju Utara dengan muatan crane hidrolik berukuran besar. Diduga karena ketinggian muatan melebihi kapasitas standar jembatan, boom crane yang terpasang di atas truk langsung menyangkut dan menghantam rangka utama JPO. Benturan keras tersebut membuat sebagian konstruksi baja jembatan bergeser dari posisi semula.
Kronologi Kejadian
- Pukul 14.25 WIB — Truk towing pengangkut crane melintasi Jalan Kapten Tendean dengan kecepatan rendah, diapit oleh kendaraan pengawalan.
- Pukul 14.28 WIB — Boom crane setinggi kurang lebih 5 meter menyangkut di bagian bawah JPO Tendean hingga terdengar suara dentuman keras dari arah atas jembatan.
- Pukul 14.30 WIB — Pengemudi truk berhenti setelah menyadari crane yang diangkutnya merusak struktur jembatan. Saksi mata menyebut terdengar bunyi gemuruh disertai jatuhnya serpihan material JPO ke badan jalan.
- Pukul 14.35 WIB — Petugas Dishub dan kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi serta pengaturan lalu lintas di kedua arah.
- Pukul 15.00 WIB — Tim Unit Reaksi Cepat (URC) dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta diterjunkan untuk memeriksa tingkat kerusakan JPO secara struktural.
- Pukul 16.15 WIB — Jalur dari arah Selatan menuju Utara ditutup total selama proses evakuasi crane yang masih terjebak di konstruksi jembatan.
Menurut keterangan saksi mata bernama Rudi (45), warga sekitar yang tengah menunggu angkot di halte terdekat, kejadian berlangsung sangat cepat. Ia mengaku mendengar suara benturan yang sangat keras sebelum akhirnya melihat bagian JPO Tendean miring dan hampir jatuh.
"Tiba-tiba ada bunyi keras seperti besi bergeser. Saya langsung lihat ke atas, ternyata crane yang diangkut truk itu nyangkut di jembatan. Bagian atas JPO sudah miring dan beberapa baut serta pipa jatuh ke jalan," ujar Rudi saat ditemui di lokasi kejadian.
Petugas kepolisian dari Satlantas Jakarta Selatan segera melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif. Kemacetan panjang terjadi di kedua arah, terutama karena Jalan Kapten Tendean merupakan salah satu koridor utama yang menghubungkan kawasan Kuningan, Mampang, dan Tanah Abang.
Kerusakan Struktural dan Ancaman Keselamatan
Hasil pemeriksaan awal tim teknis dari Dinas Bina Marga menunjukkan bahwa JPO Tendean mengalami kerusakan pada tiga titik kritis, yaitu sambungan utama di sisi Selatan, rangka penopang tengah, serta landasan pejalan kaki di sisi Utara. Sekitar 40 persen struktur jembatan dilaporkan sudah tidak layak fungsi dan berisiko tinggi ambruk sewaktu-waktu apabila tidak segera ditangani.
Kepala Seksi Pemeliharaan JPO Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Ir. Hendro Wibowo, menjelaskan bahwa jembatan tersebut berusia lebih dari 18 tahun dan terakhir kali mendapatkan perawatan rutin pada awal 2025. Ia menegaskan bahwa pihak terkait akan melakukan audit menyeluruh sebelum memutuskan apakah JPO dapat diperbaiki atau harus dibongkar total.
"Kami akan melakukan investigasi struktural mendalam dalam 48 jam ke depan. Untuk sementara, JPO Tendean dinyatakan tidak dapat digunakan dan area di bawahnya akan kami sterilisasi dari aktivitas warga," tegas Hendro.
Dampak Lalu Lintas dan Evakuasi
Akibat insiden ini, arus kendaraan dari arah Mampang Prapatan menuju Kuningan dialihkan melalui Jalan Wolter Monginsidi dan Jalan Rasuna Said. Sementara itu, pengguna jalan dari arah sebaliknya diarahkan melewati Jalan Bangka dan Jalan Senopati. TransJakarta juga sempat mengalihkan sementara beberapa koridor yang melewati halte terdekat.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meskipun seorang pedagang kaki lima yang biasa mangkal di bawah JPO sempat mengalami syok akibat serpihan material yang jatuh di dekatnya. Ia hanya mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan perawatan medis di puskesmas terdekat.
Investigasi dan Tanggung Jawab Hukum
Polisi telah mengamankan pengemudi truk towing berinisial AS (38) beserta dua orang kru untuk dimintai keterangan. Penyidik Satlantas Jakarta Selatan juga akan memanggil pihak perusahaan penyedia alat berat guna menelusuri apakah pengiriman crane tersebut telah memenuhi prosedur perizinan angkut barang berukuran besar.
Kasat Lantas Jakarta Selatan, Kompol Bayu Marfiando, menjelaskan bahwa pengemudi truk dijerat dengan Pasal 311 jo Pasal 106 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan ancaman hukuman maksimal satu tahun penjara serta denda hingga Rp 10 juta.
"Kami menduga kuat ada kelalaian dalam pengangkutan barang overdimensi. Pengemudi seharusnya memastikan ketinggian muatan sebelum melintas di bawah jembatan," jelas Bayu.
Respons Pemerintah dan Evaluasi Keamanan JPO
Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam keterangannya kepada awak media menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi akan mempercepat audit keselamatan seluruh JPO yang berusia lebih dari 15 tahun. Langkah ini diambil menyusul peristiwa di Tendean sekaligus sebagai bentuk antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang di titik lain.
Data dari Dinas Bina Marga mencatat Jakarta memiliki sekitar 208 JPO aktif, dengan sekitar 47 unit di antaranya telah berusia lebih dari dua dekade. Banyak di antara JPO tersebut belum pernah menjalani uji beban struktural secara berkala, sehingga rentan mengalami kerusakan apabila terpapar benturan atau beban berlebih.
Peristiwa di JPO Tendean menjadi peringatan keras bagi seluruh operator angkutan barang besar di Jakarta. Tanpa kepatuhan terhadap regulasi ketinggian dan perizinan rute, risiko kecelakaan serupa akan terus mengancam keselamatan publik serta infrastruktur kota.
[SOCIAL_TWEET]: Truk towing pengangkut crane menabrak JPO Tendean hingga nyaris ambruk! Struktur jembatan rusak parah, jalur ditutup berjam-jam. Tidak ada korban jiwa, namun pengemudi dijerat pasal UU LLAJ. #JPO_Tendean #Jakarta #KecelakaanLaluLintas[SOCIAL_TG]: 🚨⚠️ BREAKING: JPO Tendean rusak parah ditabrak truk crane! Lalu lintas lumpuh berjam-jam. Beruntung tidak ada korban jiwa 👀
Comments (0)