RANS Entertainment Tegas Bantah Rumor Pencucian Uang
Jakarta - Manajemen PT RANS Entertainment Tbk (RANS) secara tegas membantah rumor yang beredar terkait dugaan praktik pencucian uang di perusahaan hiburan milik pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nag...
Jakarta - Manajemen PT RANS Entertainment Tbk (RANS) secara tegas membantah rumor yang beredar terkait dugaan praktik pencucian uang di perusahaan hiburan milik pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tersebut.
Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, menegaskan bahwa seluruh proses penawaran umum perdana saham (IPO) yang dilakukan perseroan telah mematuhi regulasi ketat yang ditetapkan otoritas pasar modal. Ia menyatakan perusahaan tidak pernah terlibat dalam aktivitas ilegal seperti yang dituduhkan.
"Kami ingin meluruskan bahwa RANS Entertainment menjalankan IPO dengan transparan dan sesuai dengan peraturan OJK serta BEI. Tidak ada celah untuk tindakan pencucian uang," ujar Darwin dalam keterangan resmi, Selasa (15/4/2025).
Kronologi Munculnya Isu
Rumor pencucian uang mulai merebak di media sosial dan sejumlah forum investasi setelah terdapat pergerakan saham RANS yang tidak wajar dalam beberapa pekan terakhir. Saham RANS tercatat mengalami lonjakan volume yang signifikan tanpa adanya katalis fundamental yang jelas, menimbulkan spekulasi adanya dana gelap yang masuk.
Beberapa warganet mempertanyakan sumber dana besar yang mengalir ke perusahaan yang belum membukukan laba konsisten tersebut. RANS, yang bergerak di bidang manajemen artis, produksi konten, hingga merchandise, mencatatkan pendapatan Rp76 miliar pada 2024 namun masih membukukan rugi bersih Rp12 miliar.
Respons Manajemen dan Regulator
Darwin Cyril Noerhadi menjelaskan bahwa setiap dana yang masuk ke perusahaan melalui IPO telah melalui proses uji tuntas oleh penjamin emisi dan lembaga profesi penunjang pasar modal. "Dana hasil IPO kami kelola secara profesional di bawah pengawasan bank kustodian dan akuntan publik. Semua aliran dana bisa diaudit," tegasnya.
Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Kepala Divisi Pengawasan Transaksi mengatakan pihaknya akan terus memantau pergerakan saham RANS. "Kami memiliki sistem deteksi ketidakwajaran. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, kami akan meneruskan ke OJK," jelasnya.
Di sisi lain, pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, Rizky Fernando, menilai bahwa lonjakan volume saham RANS lebih disebabkan oleh sentimen selebritas dan strategi pemasaran yang agresif. "Banyak investor ritel yang membeli karena faktor popularitas, bukan analisis fundamental. Belum ada bukti kuat indikasi pencucian uang," katanya kepada media.
RANS dan Kinerja Pasca-IPO
RANS Entertainment resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 30 Agustus 2022 dengan kode saham RANS. Perusahaan melepas 10% saham atau 466,6 juta lembar dengan harga perdana Rp100 per saham, meraih dana segar Rp46,6 miliar.
Meski kinerja keuangan belum menunjukkan profit, RANS terus mengembangkan lini bisnisnya. Pada awal 2025, perusahaan mengakuisisi klub sepak bola RANS Nusantara FC dan memperluas ke bisnis digital. Total aset perusahaan per Desember 2024 tercatat Rp589 miliar, naik 15% secara tahunan dibanding tahun sebelumnya.
Rumor pencucian uang sempat membuat saham RANS tertekan. Dalam sepekan terakhir, sahamnya turun 4,2% ke level Rp218 per lembar, meski secara year-to-date masih menguat 18%. Analis melihat koreksi ini sebagai peluang masuk bagi investor yang yakin pada fundamental jangka panjang perusahaan.
Perlindungan Investor dan Langkah ke Depan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau investor untuk tidak mudah terpancing rumor dan melakukan investasi berdasarkan analisis yang rasional. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, mengatakan bahwa perlindungan investor menjadi prioritas utama.
Manajemen RANS menyatakan akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan fitnah dan merugikan reputasi perusahaan. "Kami tidak akan segan menempuh jalur hukum untuk menjaga nama baik perusahaan dan kepercayaan investor," ujar Darwin.
Dengan klarifikasi ini, diharapkan situasi kembali kondusif dan investor dapat fokus pada kinerja operasional RANS yang terus bertransformasi menjadi perusahaan hiburan terintegrasi.
Baca juga:
Comments (0)