RANS Bantah Tuduhan Pencucian Uang, Tegaskan Kepatuhan IPO

PT RANS Entertainment Tbk akhirnya angkat bicara merespons rumor yang mengaitkan perseroan dengan praktik pencucian uang. Dalam pernyataan resmi, Komisaris Utama Darwin Cyril Noerhadi menegaskan bahwa...

PT RANS Entertainment Tbk akhirnya angkat bicara merespons rumor yang mengaitkan perseroan dengan praktik pencucian uang. Dalam pernyataan resmi, Komisaris Utama Darwin Cyril Noerhadi menegaskan bahwa seluruh rangkaian penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) yang dijalani perusahaan telah menaati setiap aturan yang digariskan regulator. Pernyataan itu muncul setelah spekulasi liar beredar di media sosial dan sejumlah forum diskusi pasar modal, mempertanyakan kecepatan pertumbuhan bisnis serta pendanaan awal emiten milik pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini.

Bantahan Tegas Melalui Saluran Resmi

Darwin Cyril Noerhadi menyampaikan bahwa anggapan adanya keterlibatan perusahaan dalam pencucian uang sama sekali tidak berdasar. Ia menjelaskan, proses go public perseroan dilakukan di bawah pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Setiap calon emiten wajib melewati serangkaian pemeriksaan menyeluruh, mulai dari aspek legalitas, keuangan, hingga asal-usul dana yang digunakan.

"Seluruh data dan dokumen yang diserahkan kepada regulator telah diaudit secara independen. Jadi, tidak ada celah sedikit pun untuk praktik yang melanggar hukum," ujar Darwin dalam keterangan tertulis. Ia menambahkan bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan otoritas jika sewaktu-waktu diperlukan klarifikasi lebih lanjut. Langkah ini diambil untuk memastikan kepercayaan publik dan pemegang saham tetap terjaga di tengah isu yang berkembang.

Pagar Ketat Regulasi IPO di Indonesia

Proses IPO di Indonesia diatur secara ketat melalui Peraturan OJK Nomor 3/POJK.04/2021 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal. Aturan itu mewajibkan calon emiten menyusun prospektus yang memuat informasi detail mengenai kondisi keuangan, faktor risiko, dan penggunaan dana hasil penawaran. Selain itu, penjamin emisi efek (underwriter) dan profesi penunjang pasar modal seperti akuntan publik, konsultan hukum, dan notaris, turut bertanggung jawab memverifikasi setiap informasi yang disampaikan.

Dalam kasus RANS Entertainment, proses due diligence yang dilakukan mencakup penelusuran rekam jejak pemilik manfaat akhir (beneficial owner), sumber modal kerja, hingga aliran pendapatan. Praktik know your customer (KYC) juga diterapkan secara penuh, sejalan dengan prinsip anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU-PPT) yang diadopsi industri jasa keuangan. Dengan mekanisme berlapis tersebut, ruang untuk menyusupkan dana ilegal melalui IPO sangat sulit dilakukan.

Pasar modal Indonesia sendiri sudah menerapkan pengawasan berbasis teknologi yang memungkinkan pendeteksian transaksi mencurigakan secara real time. BEI dan OJK memiliki satuan tugas khusus yang secara berkala memantau pergerakan saham, termasuk lonjakan volume perdagangan yang tidak wajar. Hingga saat ini, belum ada temuan yang mengindikasikan pelanggaran di saham berkode ticker RANS tersebut.

Akar Rumor dan Potensi Dampaknya

Isu pencucian uang yang menyeret RANS pertama kali muncul di beberapa kanal Telegram dan Twitter, disertai narasi yang mempertanyakan valuasi perusahaan saat melantai di bursa pada September 2022. Kala itu, RANS Entertainment berhasil meraup dana segar sekitar Rp 86 miliar dari IPO, dengan menawarkan 10% saham ke publik. Harga penawaran ditetapkan Rp 175 per saham, mencerminkan price to earnings ratio (PER) yang relatif tinggi untuk perusahaan yang baru beberapa tahun beroperasi. Meski demikian, animo investor ritel tetap tinggi, didorong popularitas pendirinya.

Rumor yang tidak terverifikasi berpotensi merusak reputasi dan memengaruhi sentimen pasar terhadap saham emiten. Dalam beberapa sesi perdagangan, saham RANS sempat mengalami tekanan jual yang diduga dipicu kekhawatiran investor atas isu yang beredar. Namun, fundamental perusahaan masih menunjukkan perbaikan, dengan laporan keuangan terakhir mencatatkan pertumbuhan pendapatan year-on-year yang stabil.

Darwin menegaskan, pihaknya tidak akan ragu menempuh jalur hukum jika ada pihak yang terus menyebarkan informasi palsu dan merugikan perseroan. "Kami menghargai kebebasan berpendapat, tetapi fitnah yang menjurus ke pencemaran nama baik tidak bisa ditoleransi," tegasnya.

Komitmen Tata Kelola Perusahaan

Terlepas dari dinamika di pasar, RANS Entertainment berupaya membuktikan komitmennya terhadap tata kelola perusahaan yang baik. Perseroan telah menunjuk jajaran direksi dan komisaris yang memiliki latar belakang profesional di bidangnya. Darwin sendiri dikenal sebagai salah satu pendiri firma investasi yang aktif di sektor teknologi dan media, memberikan bobot tambahan pada kredibilitas manajemen.

Selain itu, perseroan secara berkala mempublikasikan laporan keuangan yang telah diaudit, lengkap dengan catatan atas laporan yang transparan. Langkah ini sejalan dengan ketentuan keterbukaan informasi yang diwajibkan bagi perusahaan tercatat. Di tengah berbagai tantangan, RANS terus mengembangkan lini bisnis digital, konten, dan lisensi kekayaan intelektual, yang diyakini menjadi motor pertumbuhan jangka panjang.

Dengan semakin terangnya penjelasan dari manajemen, diharapkan investor dapat kembali fokus pada kinerja fundamental perusahaan dan prospek industrinya, alih-alih terjebak pada rumor yang tidak jelas asal-usulnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User