Rachmat Gobel Berpulang, Bahlil Kenang Sosok Senior Bisnis
Kabar duka mendalam menyelimuti Indonesia, khususnya di lingkaran politik dan dunia usaha. Rachmat Gobel, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang juga dikenal sebagai pengusaha terkemuka, mengem...
Kabar duka mendalam menyelimuti Indonesia, khususnya di lingkaran politik dan dunia usaha. Rachmat Gobel, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang juga dikenal sebagai pengusaha terkemuka, mengembuskan napas terakhirnya. Kepergian tokoh kelahiran Gorontalo ini meninggalkan jejak mendalam, baik sebagai legislator, mantan menteri, maupun maestro di industri elektronik nasional. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka dan disambangi oleh sejumlah pejabat serta pelaku bisnis yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Kepergian Seorang Visioner Bisnis Elektronik
Rachmat Gobel bukanlah nama asing dalam lanskap ekonomi Indonesia. Ia mewarisi sekaligus mengembangkan imperium bisnis yang dirintis oleh sang ayah, Thayeb Mohammad Gobel, pionir industri elektronik Tanah Air melalui Gobel Group. Di bawah kendalinya, perusahaan yang menjalin kemitraan strategis dengan raksasa Jepang Panasonic itu bertumbuh menjadi salah satu pilar industri manufaktur, dengan jaringan produk yang merambah ke peralatan rumah tangga hingga komponen otomotif. Semangat inovasinya terlihat dari komitmennya mendorong tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dan memperkuat rantai pasok lokal, jauh sebelum isu itu menjadi perbincangan arus utama.
Kemampuannya membaca arah angin pasar menjadikan Rachmat sebagai figur yang dihormati di kamar dagang dan forum bisnis internasional. Di bawah kepemimpinannya, Gobel Group mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit secara konsisten selama satu dekade terakhir, sekaligus membuka ribuan lapangan kerja di berbagai daerah. Namun, di balik angka-angka itu, kolega bercerita bahwa ia tetap rendah hati dan mudah ditemui—sifat yang diwarisi dari almarhum ayahnya.
Dari Ruang Rapat ke Panggung Politik
Perjalanan Rachmat Gobel tidak berhenti di ruang direksi. Dorongan untuk berkontribusi lebih luas membawanya melangkah ke arena politik praktis. Bergabung dengan Partai NasDem, ia dipercaya menduduki kursi DPR RI, tempat ia menyuarakan kepentingan pengusaha kecil, industri dalam negeri, dan pembangunan daerah asalnya. Puncak karier politiknya terjadi pada tahun 2014, ketika Presiden Joko Widodo menunjuk Rachmat sebagai Menteri Perdagangan dalam Kabinet Kerja. Meski masa jabatannya hanya setahun—ia digantikan pada reshuffle Agustus 2015—banyak pihak menilai ia berhasil meletakkan fondasi kebijakan perdagangan yang memihak pelaku domestik, termasuk pengetatan regulasi impor barang konsumsi jadi.
Selama di Senayan, ia kerap menjadi jembatan antara kepentingan dunia usaha dan regulator. Suaranya tegas namun penuh pertimbangan, terutama saat membahas undang-undang yang menyangkut sektor industri, ketenagakerjaan, dan investasi. Kolega di parlemen mengenangnya sebagai pribadi yang santun namun berprinsip, selalu mendasarkan argumen pada data dan pengalaman lapangan.
Bahlil Lahadalia: "Kehilangan Senior di Dunia Usaha"
Salah satu tokoh yang hadir melayat adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Bahlil, yang juga memiliki latar belakang pengusaha, menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas kepergian Rachmat Gobel. “Beliau adalah senior kami di dunia usaha, seseorang yang membuka jalan bagi banyak pengusaha daerah untuk berkiprah di level nasional,” ucap Bahlil dengan suara lirih di tengah kerumunan pelayat. Ia menambahkan bahwa Rachmat Gobel adalah contoh nyata bahwa pebisnis tak hanya bisa sukses secara finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial yang luas.
Bagi Bahlil, kepergian Rachmat Gobel menutup salah satu bab penting dalam sejarah kewirausahaan nusantara. “Saya berharap generasi muda pengusaha bisa meneladani semangat pantang menyerah dan integritas beliau,” tutup Bahlil sebelum meninggalkan lokasi. Tidak hanya Bahlil, sejumlah menteri, anggota DPR lintas fraksi, gubernur Gorontalo, serta petinggi kamar dagang dan asosiasi industri juga tampak memberikan penghormatan terakhir.
Warisan yang Tak Akan Pudar
Rachmat Gobel bukan sekadar nama yang terpampang di papan perusahaan atau daftar pejabat negara. Ia mewakili semangat industrialisasi Indonesia yang berangkat dari daerah, membuktikan bahwa mimpi besar bisa dibangun dari kemampuan sendiri. Di kampung halamannya di Gorontalo, ia mendirikan pusat pelatihan vokasi yang mencetak tenaga teknisi siap pakai, sebuah inisiatif yang lahir dari keyakinannya bahwa sumber daya manusia adalah aset terpenting bangsa.
Kepergiannya meninggalkan pertanyaan: siapa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di kelompok usaha yang ia rintis bersama ayahnya? Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih belum memberikan keterangan resmi terkait rencana suksesi. Namun, para analis menilai bahwa fondasi perusahaan yang kuat serta tata kelola profesional yang ia bangun menjadi modal utama untuk melanjutkan perjalanan Gobel Group.
Pemakaman rencananya akan dilaksanakan besok pagi di Gorontalo, setelah sebelumnya diberangkatkan dari Jakarta dengan penghormatan militer. Masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir dapat hadir di rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, sebelum jenazah diterbangkan ke daerah asalnya.
Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Selamat jalan, Rachmat Gobel. Jasamu abadi dalam denyut industri dan harapan yang kau tanamkan di hati para penerus.
Baca juga:
Comments (0)