Pique dan Busquets Pimpim Daftar Pemain Terlama Barcelona Pascaperginya Messi

Kepergian megabintang Lionel Messi ke Paris Saint-Germain pada 2021 menutup satu babak gemilang dalam sejarah FC Barcelona. Lebih dari sekadar kehilangan i

Pique dan Busquets Pimpim Daftar Pemain Terlama Barcelona Pascaperginya Messi

Kepergian megabintang Lionel Messi ke Paris Saint-Germain pada 2021 menutup satu babak gemilang dalam sejarah FC Barcelona. Lebih dari sekadar kehilangan ikon terbesar klub, momen itu menandai dimulainya era transisi yang menyakitkan. Di tengah badai pergantian pelatih, krisis keuangan, dan arus keluar-masuk pemain, beberapa sosok justru berdiri tegak sebagai pilar yang menjaga identitas Blaugrana. Merekalah para pemain terlama yang masih memperkuat tim utama Barcelona setelah Messi hengkang.

Berdasarkan data penampilan dan musim yang dihabiskan di tim senior, dua nama paling senior adalah Gerard Pique dan Sergio Busquets. Keduanya bukan hanya saksi hidup keemasan Barcelona, tetapi juga terus mencatatkan menit bermain signifikan hingga musim 2021/2022. Berikut profil lima pemain dengan durasi terlama memperkuat Barcelona pasca-era Messi.

1. Gerard Pique – Sang Jenderal Lini Belakang

Pulang ke Camp Nou pada 2008 setelah dibesarkan di La Masia dan sempat menimba ilmu di Manchester United, Pique langsung menjadi tembok kokoh. Hingga musim 2021/2022, ia telah membela Barcelona selama 14 musim penuh. Total penampilannya di semua kompetisi menembus 600 laga, menjadikannya salah satu bek paling sering tampil sepanjang sejarah klub. Meski sempat diterpa rumor pensiun dini, Pique tetap menjadi starter di era Xavi Hernandez dan menunjukkan dedikasi tinggi terhadap seragam bergaris biru-merah.

2. Sergio Busquets – Otak Kedalaman Lini Tengah

Busquets memulai debut tim utama pada 2008 di bawah asuhan Pep Guardiola dan langsung merebut hati penggemar dengan gaya bermainnya yang tenang namun jenius. Memasuki musim ke-14 bersama tim senior pada 2021/2022, Busquets telah mencatat lebih dari 650 penampilan. Sebagai gelandang bertahan yang menjaga keseimbangan tim, ia tak tergantikan meskipun sudah berusia di atas 30 tahun. Kepergian Messi justru membuat perannya sebagai kapten kedua semakin sentral di ruang ganti.

3. Marc-Andre ter Stegen – Kiper Generasi Penerus

Berbeda dari dua nama sebelumnya, kiper asal Jerman ini didatangkan dari Borussia Moenchengladbach pada awal musim 2014/2015. Kini memasuki musim kedelapan bersama Barcelona, ter Stegen telah mengemas 278 penampilan di semua kompetisi hingga data terakhir. Meski sempat diragukan menggantikan Victor Valdes, penampilannya yang konsisten membuatnya menjadi tembok terpercaya di bawah mistar, termasuk saat meraih gelar Liga Champions 2015. Di usianya yang ke-29, ter Stegen masih memiliki banyak waktu untuk terus mengukir rekor di Camp Nou.

4. Jordi Alba – Motor Serangan dari Sisi Kiri

Sejak direkrut dari Valencia pada 2012, Alba langsung menjadi pilihan utama di posisi bek kiri. Pada 2021/2022, ia telah menuntaskan satu dekade penuh di tim utama dengan lebih dari 400 penampilan. Kecepatan, umpan akurat, dan pemahamannya dengan mantan duet Messi menjadikannya aset tak tergantikan. Walaupun performanya kadang disoroti di laga besar, Alba tetap berada di daftar senior Barcelona yang selalu menghadirkan ancaman serangan dari area lebar.

5. Sergi Roberto – Produk La Masia yang Bertahan

Lahir dan besar di La Masia, Roberto menjalani debut tim utama pada 2010. Meski karirnya matang lebih lambat dibanding rekan seangkatannya, ia genap memasuki musim kedua belas pada 2021/2022. Total penampilannya melampaui 300 laga. Fleksibilitasnya—bisa bermain sebagai gelandang tengah, bek kanan, atau bahkan winger—membuatnya selalu dibutuhkan berbagai pelatih. Gol ikoniknya ke gawang PSG dalam remontada 2017 menjadi kenangan abadi yang mengukuhkan nilai historisnya bagi klub.

Kelima pemain ini ibarat benang merah yang menghubungkan era keemasan Guardiola, kepergian Neymar, hingga dilepaskannya Messi. Mereka bukan hanya bertahan secara fisik di lapangan, tetapi juga menjadi penjaga identitas bermain Barcelona yang mengandalkan penguasaan bola dan pressing tinggi. Di tengah regenerasi yang terus berjalan, keberadaan mereka menjadi kunci agar Barcelona tidak benar-benar kehilangan jati dirinya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User