Fikayo Tomori Bersinar di AC Milan Setelah Disingkirkan Tuchel

Fikayo Tomori adalah nama yang kini harum di lini pertahanan AC Milan. Namun, perjalanan kariernya tidak selalu mulus. Bek tengah kelahiran Calgary, Kanada

Fikayo Tomori Bersinar di AC Milan Setelah Disingkirkan Tuchel

Fikayo Tomori adalah nama yang kini harum di lini pertahanan AC Milan. Namun, perjalanan kariernya tidak selalu mulus. Bek tengah kelahiran Calgary, Kanada, 19 Desember 1997 ini sempat dipandang sebelah mata oleh manajer Chelsea kala itu, Thomas Tuchel, hingga akhirnya dijual ke Milan pada musim panas 2021. Keputusan itu menjadi titik balik yang mengubah segalanya.

Perjalanan Karier di Chelsea

Tomori bergabung dengan akademi Chelsea sejak usia delapan tahun. Lewat kerja keras dan bakat alaminya, ia naik ke tim utama pada 2016. Setelah beberapa kali dipinjamkan ke klub Championship seperti Brighton & Hove Albion, Hull City, dan Derby County — di mana ia bermain di bawah asuhan Frank Lampard — Tomori akhirnya mendapat debut penuh di Chelsea pada musim 2019/2020. Bersama Lampard, ia sempat menjadi andalan dan mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti melawan Wolverhampton Wanderers yang dikenang hingga kini.

Kedatangan Tuchel dan Awal Akhir

Petaka datang kala Thomas Tuchel ditunjuk menggantikan Lampard pada Januari 2021. Pelatih asal Jerman itu membawa filosofi berbeda dan lebih menyukai bek berpengalaman. Tomori hanya tampil satu kali di bawah Tuchel di seluruh paruh kedua musim 2020/2021, dan itu pun hanya 45 menit dalam laga Piala FA melawan Barnsley sebelum ditarik keluar. Tuchel lebih memilih duet Thiago Silva–Antonio Rüdiger serta Andreas Christensen. Tomori pun terpinggirkan total.

"Saya merasa tidak lagi masuk dalam rencana klub. Saat itu saya tahu saya harus pergi untuk berkembang," tutur Tomori dalam wawancara dengan The Athletic.

AC Milan datang dengan tawaran peminjaman dengan kewajiban pembelian permanen senilai €28 juta pada Juni 2021 setelah Tomori tampil impresif dalam masa pinjam selama paruh musim sebelumnya. Chelsea menerima, dan Tomori pun resmi berseragam Rossoneri.

Kiprah Gemilang di AC Milan

Kepindahan ke Seri A menjadi keputusan terbaik Tomori. Ia langsung menjadi pilar utama di bawah Stefano Pioli. Kecepatan, kelincahan, dan kemampuannya membaca permainan cocok dengan gaya bertahan agresif Milan. Tomori turut mengunci Scudetto musim 2021/2022 — gelar liga pertama Milan setelah 11 tahun. Ia terpilih sebagai Pemain Terbaik Tahunan Serie A 2022 oleh Asosiasi Pesepak Bola Italia (AIC) dalam posisi bek tengah.

Sejauh ini, Tomori telah mencatat lebih dari 150 penampilan di semua kompetisi untuk Milan, mencetak 7 gol. Ia menjadi tembok kokoh yang diandalkan di jantung pertahanan dan seringkali tampil dominan dalam duel-duel udara maupun lini bawah.

Perbandingan Statistik: Chelsea vs AC Milan

MetrikPeriode di Chelsea (2019–2021)Periode di Milan (2021–sekarang)
Jumlah penampilan27150+
Gol dicetak27
Rata-rata tekel/game1,21,9
Clean sheets558
Harga pasar (Transfermarkt)€10 juta (2021)€50 juta (2025)

Masa Depan Cerah

Kini memasuki usia 28 tahun, Tomori masih menjadi bagian integral proyek jangka panjang Milan. Kontraknya bertahan hingga 2027. Tidak sedikit klub top Eropa yang sempat mengintip, tetapi Milan memagarinya dengan harga tinggi. "Dia adalah bek modern yang punya segalanya — kecepatan, kekuatan, dan ketangguhan mental," puji legenda Milan Paolo Maldini, kala itu menjabat direktur teknik yang memboyongnya.

Transformasi Tomori adalah cerminan bahwa ketidakcocokan taktik bukan berarti akhir karier, melainkan awal perjalanan baru. Kini, setiap penampilannya mengingatkan bahwa keputusan Tuchel membuangnya justru memberi hadiah untuk AC Milan — dan bagi Tomori sendiri, menjadi batu loncatan menuju kelas dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User