Persebaya Percepat Adaptasi Pemain Baru di Pramusim 2026

Manajemen Persebaya Surabaya tidak ingin membuang waktu. Setelah merombak komposisi tim dengan mendatangkan sejumlah pemain anyar, fokus kini beralih ke proses adaptasi yang terencana. Target utama: m...

Manajemen Persebaya Surabaya tidak ingin membuang waktu. Setelah merombak komposisi tim dengan mendatangkan sejumlah pemain anyar, fokus kini beralih ke proses adaptasi yang terencana. Target utama: membentuk kekompakan skuad sebelum menghadapi turnamen pramusim Piala Presiden dan berlanjut ke kompetisi Super League musim 2026/2027.

Pelatih kepala Aji Santoso mengungkapkan bahwa kecepatan pemain baru menyatu dengan filosofi permainan tim menjadi prioritas. “Kami tidak bisa menunggu sampai kompetisi berjalan. Semua harus sudah siap secara taktikal dan mental saat Piala Presiden tiba,” ujarnya dalam jumpa pers di Lapangan Thor, Surabaya, awal pekan ini.

Langkah Cepat di Pasar Transfer

Evaluasi musim lalu mendorong manajemen untuk bergerak agresif di bursa transfer. Terdapat empat pemain baru yang resmi diperkenalkan dalam tiga pekan terakhir: gelandang serang Bruno Oliveira asal Brasil, bek tengah muda Rizky Maulana, winger lincah Andika Pratama, serta striker lokal dengan torehan 12 gol musim lalu, Dimas Nugroho. Keempatnya diharapkan menambah dimensi berbeda pada permainan Bajul Ijo.

Direktur Teknik Persebaya, Candra Wahyudi, menyebut perekrutan tersebut berdasarkan analisis data performa dan kebutuhan taktikal. “Kami mencari pemain dengan karakter cepat, adaptif, dan siap bekerja keras. Proses seleksi cukup ketat karena kami ingin tim ini langsung kompetitif,” jelasnya. Menurutnya, usia rata-rata skuad yang kini di angka 24,7 tahun juga menjadi modal membangun regenerasi jangka panjang.

Program Khusus Adaptasi: Lebih dari Sekadar Latihan

Agar proses adaptasi berjalan optimal, tim pelatih menyusun program yang tidak hanya bertumpu pada sesi taktikal di lapangan. Mulai pekan depan, seluruh pemain akan menjalani pemusatan latihan di Kota Batu yang berlangsung selama sepuluh hari. Lokasi dipilih untuk mengurangi distraksi sekaligus memanfaatkan udara sejuk dataran tinggi guna meningkatkan kapasitas fisik.

Menurut asisten pelatih, program mencakup sesi pengenalan sistem permainan 4-3-3 fleksibel yang akan menjadi andalan, latihan transisi cepat, serta simulasi pressing tinggi. Di luar lapangan, terdapat kegiatan team building seperti diskusi kelompok dan aktivitas sosial yang dirancang untuk mempercepat keakraban antar pemain. “Kami ingin chemistry terbentuk alami, bukan hanya sekadar instruksi teknis,” ujar sang asisten.

Pemain baru Bruno Oliveira mengaku terkesan dengan sambutan tim. “Saya sudah berlatih bersama beberapa hari, dan intensitasnya sangat tinggi. Namun rekan setim membantu saya memahami pergerakan dan pola yang diinginkan pelatih. Ini membuat saya lebih percaya diri,” kata pemain 26 tahun itu.

Ujian Perdana di Piala Presiden

Piala Presiden yang dijadwalkan bergulir pertengahan tahun ini akan menjadi tolok ukur pertama kesiapan skuad baru. Persebaya berada di grup yang cukup berat bersama dua tim semifinalis musim lalu dan satu tim promosi. Meski begitu, Aji Santoso melihat turnamen ini sebagai ajang pematangan, bukan sekadar target juara. “Yang terpenting adalah para pemain mengerti bagaimana ritme pertandingan, cara mengantisipasi tekanan, dan eksekusi strategi berjalan sesuai rencana,” paparnya.

Salah satu fokus utama adalah duet lini serang antara Bruno Oliveira dan Dimas Nugroho. Keduanya baru seminggu berlatih bersama, tetapi telah menunjukkan potensi kombinasi umpan satu-dua yang merepotkan lini pertahanan dalam sesi uji coba internal. Pelatih berharap pengalaman Bruno di kompetisi Brasil dan Eropa Timur menjadi pembeda, sementara naluri gol Dimas menjadi penyelesai akhir yang dibutuhkan.

Pada lini belakang, Rizky Maulana yang baru berusia 21 tahun dituntut beradaptasi cepat dengan bek senior. Dalam beberapa latihan, ia dipasangkan dengan kapten tim untuk mempercepat membaca pola serangan lawan. “Dia (Rizky) punya kecepatan dan postur ideal. Tinggal penyesuaian komunikasi dan keputusan di bawah tekanan,” komentar Aji.

Menatap Super League 2026/2027

Meski Piala Presiden menjadi batu loncatan, target sesungguhnya adalah konsistensi di Super League musim 2026/2027. Manajemen menargetkan posisi empat besar klasemen akhir, naik dari raihan peringkat keenam musim sebelumnya. Untuk itu, seluruh proses adaptasi tidak akan berhenti setelah pramusim; tim pelatih sudah menyusun evaluasi berkala setiap bulan untuk memantau perkembangan pemain baru.

CEO Persebaya, dalam pernyataan resmi, menegaskan bahwa investasi skuad tahun ini dilakukan dengan perhitungan matang. “Kami tidak hanya berpikir jangka pendek. Para pemain muda yang direkrut diikat kontrak minimal dua musim agar kesinambungan taktik terjaga. Kami ingin membangun era baru Persebaya yang kompetitif setiap tahun,” ujarnya.

Dukungan suporter juga menjadi elemen penting. Rencananya, sesi latihan terbuka akan diadakan sepekan sebelum Piala Presiden dimulai untuk memperkenalkan para pemain baru langsung kepada Bonekmania. “Ini bagian dari adaptasi mental. Mereka harus merasakan atmosfer stadion yang luar biasa, sekaligus mendapat energi dari fans,” tutup Aji Santoso.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User