Peron 6-8 Stasiun Bogor Kembali Beroperasi Usai Perpanjangan

Hari ini, Rabu (15 Juli 2026), PT Kereta Api Indonesia (Persero) meresmikan pengoperasian kembali peron 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor setelah menyelesaikan proyek perpanjangan yang telah berjalan sejak...

Peron 6-8 Stasiun Bogor Kembali Beroperasi Usai Perpanjangan

Hari ini, Rabu (15 Juli 2026), PT Kereta Api Indonesia (Persero) meresmikan pengoperasian kembali peron 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor setelah menyelesaikan proyek perpanjangan yang telah berjalan sejak April 2026. Ketiga peron tersebut kini mampu melayani rangkaian kereta dengan formasi lebih panjang, sebuah peningkatan signifikan yang dinantikan oleh puluhan ribu pengguna Commuter Line setiap harinya.

Pekerjaan Konstruksi Dipercepat

Proyek ini melibatkan perpanjangan fisik masing-masing peron dari ukuran semula sekitar 160 meter menjadi 240 meter, setara dengan kemampuan menampung rangkaian 12 kereta. Semula, peron 6-8 hanya bisa menaikturunkan penumpang untuk rangkaian maksimal 8 kereta, sehingga seringkali terjadi antrean kereta di jalur masuk stasiun. Pekerjaan konstruksi yang ditargetkan selesai dalam lima bulan itu ternyata mampu dirampungkan dalam waktu kurang dari empat bulan berkat penambahan jam kerja dan penggunaan metode pracetak untuk komponen peron. Dengan selesainya proyek ini, total peron yang telah diperpanjang di Stasiun Bogor menjadi enam dari sebelumnya hanya tiga, menyusul perluasan serupa di peron 3, 4, dan 5 yang rampung tahun lalu.

Dampak terhadap Operasional Kereta

Kembali dibukanya peron 6-8 berdampak langsung pada headway atau jarak antar keberangkatan kereta. Sebelumnya, kereta-kereta dari arah Jakarta kerap harus menunggu giliran masuk stasiun karena terbatasnya peron panjang. Dengan tambahan tiga peron baru, kapasitas parkir kereta di Stasiun Bogor meningkat hingga 40 persen. Hal ini memungkinkan PT KAI Commuter mengurangi waktu tunggu antarkereta dari rata-rata 12 menit menjadi 8 menit pada jam sibuk. Selain itu, pola operasi kereta yang selama ini terpaksa memakai sistem sambung dua rangkaian (double-double) di Stasiun Depok dapat dialihkan langsung ke Bogor, sehingga perjalanan lebih efisien dan penumpang tidak perlu berganti kereta di tengah perjalanan.

Manfaat bagi Pengguna Jasa

Para komuter, khususnya yang berasal dari wilayah selatan Bogor seperti Ciawi, Caringin, dan Sukabumi, akan merasakan kenyamanan lebih. Peron yang lebih panjang memberikan ruang gerak lebih leluasa saat jam sibuk, mengurangi risiko berdesakan di ujung peron. Papan informasi digital dan atap tambahan juga ikut dipasang untuk menunjang kenyamanan. VP Corporate Secretary KAI Commuter, dalam keterangannya, menyatakan bahwa proyek ini adalah bagian dari peningkatan standar pelayanan minimum yang ditargetkan rampung di seluruh stasiun utama Jabodetabek pada akhir 2026. "Kami berharap pengalaman naik kereta dari Bogor akan semakin mirip dengan MRT yang lebih teratur dan terprediksi," ujarnya, tanpa menyebut angka investasi yang digelontorkan.

Sejarah dan Konteks Proyek

Stasiun Bogor, yang berdiri sejak 1881, telah mengalami berbagai renovasi besar. Perpanjangan peron ini sebenarnya sudah diwacanakan sejak 2022 namun tertunda akibat pandemi dan penyesuaian anggaran. Proyek senilai Rp 175 miliar ini didanai melalui penyertaan modal negara (PMN) dan pinjaman lunak dari lembaga pembiayaan multilateral. Menariknya, pengerjaan dilakukan tanpa menghentikan operasional stasiun secara total; hanya peron yang sedang diperbaiki yang ditutup bergantian, sementara peron lain tetap melayani penumpang. Strategi ini meminimalkan gangguan meskipun pada jam-jam tertentu terjadi kepadatan di area concourse.

Respon dan Harapan ke Depan

Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme penumpang yang langsung memanfaatkan peron baru pada pagi ini. Seorang pengguna rutin jurusan Bogor-Jakarta Kota mengaku lega karena kini ia tidak perlu berlari mengejar kereta yang biasanya berhenti terlalu pendek. "Biasanya kalau gerbong belakang berhenti melewati peron, kami harus jalan jauh ke depan. Sekarang semua pintu bisa terbuka," katanya. Sementara itu, PT KAI Commuter juga berencana menambah frekuensi kereta, dari 287 perjalanan per hari menjadi 312 perjalanan secara bertahap mulai Agustus nanti, seiring dengan ketersediaan peron panjang. Ini sekaligus menjawab pertumbuhan jumlah penumpang yang diprediksi mencapai 1,2 juta orang per hari pada 2027 mendatang. Dengan dibukanya kembali peron 6-8, Stasiun Bogor kini siap menjadi episentrum mobilitas kawasan selatan Jabodetabek yang lebih andal dan modern.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User