Pasca Ancaman Bom, SDN 15 Jagakarsa Dinyatakan Aman oleh Tim Gabungan

SD Negeri Srengseng Sawah 15 Pagi yang berlokasi di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, dipastikan dalam kondisi aman setelah sebelumnya dilakukan penyisiran menyeluruh oleh tim terpadu antiteror. Kep...

SD Negeri Srengseng Sawah 15 Pagi yang berlokasi di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, dipastikan dalam kondisi aman setelah sebelumnya dilakukan penyisiran menyeluruh oleh tim terpadu antiteror. Kepastian tersebut disampaikan oleh aparat setelah insiden ancaman bom yang sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah pada Selasa (24/10/2023) pagi.

Tim gabungan yang terdiri dari personel Gegana Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, serta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bergerak cepat begitu menerima laporan adanya teror bom. Dalam waktu singkat, area sekolah dievakuasi dan dilakukan sterilisasi untuk memastikan tidak ada benda mencurigakan yang berpotensi membahayakan.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan sementara, pihak sekolah menerima laporan mengenai dugaan adanya bom pada pukul 08.30 WIB. Tak lama kemudian, tim keamanan internal sekolah segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian terdekat. "Kami langsung menghubungi Polsek Jagakarsa dan tim penjinak bom untuk mengamankan situasi," ujar seorang guru yang enggan disebutkan namanya. Setelah laporan diterima, seluruh siswa, guru, dan staf diminta meninggalkan gedung sekolah menuju titik kumpul yang aman di luar area sekolah.

Proses evakuasi berjalan relatif tertib meskipun sebagian orang tua yang mengetahui kabar tersebut mendatangi sekolah dan khawatir. Pihak kepolisian segera memasang garis batas dan melarang siapa pun mendekat sebelum tim ahli tiba.

Respon Cepat Tim Terpadu

Setibanya di lokasi, tim Gegana dengan peralatan canggih langsung melakukan penyisiran menyeluruh ke seluruh ruangan, termasuk ruang kelas, perpustakaan, kantor guru, dan area parkir. Anjing pelacak (K-9) juga dikerahkan untuk mendeteksi bahan peledak. Sementara itu, personel Densus 88 dan BNPT turut melakukan analisis terhadap pola ancaman serta memeriksa keaslian informasi tersebut.

“Kami mengerahkan total 35 personel gabungan dengan perlengkapan deteksi bom berteknologi tinggi, termasuk perangkat sinar-X portabel dan robot penjinak bom,” jelas seorang perwira di lokasi. Penyisiran dilakukan secara sistematis mulai dari lantai dasar hingga lantai atas, termasuk saluran air dan tempat sampah.

Robot penjinak bom yang dikendalikan jarak jauh digunakan untuk mendekati benda-benda yang tidak bisa dijangkau oleh manusia jika seandainya ditemukan paket mencurigakan. Tim Gegana juga memanfaatkan alat pendeteksi bahan peledak berbasis teknologi ion mobility spectrometry (IMS) yang mampu mendeteksi partikel berbahaya dalam hitungan detik. “Kami tidak ingin mengambil risiko sedikit pun. Seluruh prosedur standar Operasi (SOP) dijalankan dengan ketat,” tambahnya. Selama proses tersebut, arus lalu lintas di sekitar Jalan Srengseng Sawah sempat dialihkan untuk memperlancar operasi.

Tidak Ditemukan Bahan Peledak

Setelah hampir dua jam melakukan pencarian intensif, tim gabungan menyimpulkan bahwa tidak ditemukan satu pun benda mencurigakan yang mengandung bahan peledak. “Hasil pemeriksaan menunjukkan negatif bom. Situasi di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi dinyatakan aman dan bersih,” tegas juru bicara kepolisian. Pihak sekolah pun telah diizinkan untuk kembali menggunakan fasilitas pendidikan tersebut.

Meski demikian, aparat tetap meningkatkan patroli di sekitar area pendidikan sebagai langkah antisipasi. BNPT melalui pernyataan resmi juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan segera melaporkan jika menemukan hal mencurigakan.

Dampak Psikologis dan Langkah Pemulihan

Ancaman bom yang meski palsu ini tetap meninggalkan trauma bagi sebagian siswa dan tenaga pengajar. Sejumlah anak terlihat menangis dan ketakutan saat dievakuasi. Dinas Pendidikan Jakarta Selatan akan berkoordinasi dengan psikolog untuk memberikan pendampingan pemulihan psikis bagi warga sekolah. “Kami akan menggelar sesi trauma healing agar proses belajar mengajar bisa berjalan normal kembali,” kata Kepala Seksi Pendidikan Jagakarsa.

Salah satu orang tua siswa, yang anaknya duduk di kelas 3, mengaku panik saat menerima telepon dari guru. “Saya langsung bergegas ke sekolah. Alhamdulillah, ternyata tidak ada apa-apa. Tapi tetap saja ini membuat kami sekeluarga cemas,” ungkapnya.

Kegiatan belajar mengajar sementara diliburkan selama satu hari untuk membersihkan area dan memulihkan kondisi psikologis. Pihak kepolisian terus menyelidiki sumber ancaman bom, termasuk kemungkinan adanya unsur kesengajaan atau motif tertentu. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak main-main dengan ancaman seperti ini, karena sangat meresahkan dan ada konsekuensi hukumnya,” tambah perwira tersebut.

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi pelaku. Tim siber juga dilibatkan untuk melacak sumber panggilan atau pesan yang mengirimkan ancaman. Polri mengingatkan bahwa tindakan teror bom palsu dapat dijerat dengan pasal-pasal dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta KUHP.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman terorisme di lingkungan pendidikan. Sekolah-sekolah diimbau untuk memperkuat sistem keamanan dan melakukan simulasi tanggap darurat secara berkala. Sementara itu, orang tua diharapkan tetap tenang dan mempercayakan penanganan kepada aparat berwenang.

Dengan pernyataan resmi dari tim gabungan bahwa SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa sudah aman, diharapkan masyarakat kembali beraktivitas tanpa rasa khawatir. Polri bersama stakeholder terkait akan terus memantau situasi keamanan pasca-kejadian ini.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User