Operator SPBU Ruteng Bertahan Melayani Masyarakat di Tengah Pemulihan Gempa

Pemulihan ekonomi pascagempa di Manggarai sangat bergantung pada kelancaran pasokan energi. Berdasarkan data lapangan yang dihimpun dari jaringan stasiun pengisian bahan bakar di Ruteng, kebutuhan bah...

Operator SPBU Ruteng Bertahan Melayani Masyarakat di Tengah Pemulihan Gempa

Pemulihan ekonomi pascagempa di Manggarai sangat bergantung pada kelancaran pasokan energi. Berdasarkan data lapangan yang dihimpun dari jaringan stasiun pengisian bahan bakar di Ruteng, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di kawasan itu mengalami kenaikan yang signifikan sejak gempa mengguncang wilayah Manggarai Raya. Di tengah situasi itu, Valentinus Jantur (39) menjalankan dua tanggung jawab yang sama beratnya: tetap melayani masyarakat di SPBU tempatnya bekerja sekaligus menjaga keluarganya di rumah.

Bagi pria asal Ruteng ini, keduanya tidak bisa dipilih salah satu. Pekerjaan di SPBU menjadi penopang utama kebutuhan keluarga, sementara keluarga menjadi alasan ia tetap kuat menjalani tugas di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih. Ia mengaku tidak sendirian; banyak rekan kerja dan warga lain memilih bertahan di kampung halaman untuk ikut membangun kembali daerahnya.

Rutinitas yang Berubah Total

Sebelum gempa, rutinitas Jantur berjalan tenang: berangkat pagi, melayani kendaraan satu per satu, lalu pulang untuk berkumpul bersama keluarga. Namun pascagempa, ritme itu berubah drastis. Antrean kendaraan semakin panjang, jam kerja sering molor, dan di sela-sela tugas ia harus menyempatkan diri memeriksa kondisi rumah serta memastikan anak-anak tetap aman. Tren kunjungan ke SPBU yang terus menanjak sejak hari-hari pertama bencana menjadi sinyal bahwa mobilitas dan aktivitas ekonomi warga mulai menggeliat kembali.

'Kami berusaha hadir tepat waktu setiap hari. Masyarakat butuh BBM untuk banyak hal, mulai dari memasak, transportasi, sampai kebutuhan usaha kecil,' ujar Jantur. Meski lelah, semangat warga yang bergotong royong memulihkan kampung halaman menjadi penguat tersendiri bagi para pekerja sektor energi.

SPBU sebagai Titik Vital Pemulihan

Keberadaan SPBU di daerah terdampak gempa bukan sekadar tempat pengisian bahan bakar. Secara sederhana, BBM adalah denyut nadi mobilitas: ambulans membutuhkannya untuk menjangkau pasien, truk logistik untuk mengantar bantuan, dan pedagang untuk menghidupkan kembali usahanya. Tanpa pasokan yang lancar, proses pemulihan ekonomi dan sosial berpotensi berjalan jauh lebih lambat.

Di satu sisi, operasional SPBU di masa tanggap darurat menunjukkan ketangguhan layanan publik. Stok BBM tetap dijaga, harga mengikuti ketentuan pemerintah, dan jam pelayanan diperpanjang hingga ratusan liter BBM disalurkan setiap hari kepada lebih dari seratus kendaraan. Di sisi lain, tantangan tetap membayangi: gangguan listrik, kerusakan jalan akses, dan keterbatasan tenaga membuat setiap shift terasa lebih berat, belum lagi kekhawatiran gempa susulan yang bisa menghentikan operasional sewaktu-waktu.

Dari kacamata ekonomi, pasokan energi menjadi salah satu variabel penting dalam indeks pemulihan wilayah terdampak bencana. Semakin cepat distribusi BBM pulih, semakin cepat aktivitas ekonomi lokal kembali bergerak. Fundamental pemulihan Manggarai sangat bergantung pada kelancaran rantai logistik, dan SPBU menjadi salah satu mata rantai pertamanya.

Menjaga Keluarga di Tengah Prioritas

Di luar seragam kerjanya, Jantur adalah kepala keluarga yang juga memikirkan keselamatan orang-orang di rumah. Pemulihan tidak hanya berlangsung di jalan raya atau kantor pemerintah, tetapi juga di ruang keluarga yang rumahnya sempat rusak akibat getaran. Ia bersyukur keluarganya selamat, meski sejumlah barang rusak dan sebagian waktunya harus dialihkan untuk perbaikan rumah.

'Saya tidak bisa meninggalkan pekerjaan, tetapi saya juga tidak bisa meninggalkan keluarga. Keduanya harus berjalan bersama,' katanya. Sikap ini, menurut dia, juga dijalani banyak warga Ruteng yang memilih bertahan ketimbang mengungsi ke daerah lain.

Harapan di Balik Kesetiaan Bertugas

Pemulihan pascagempa tidak pernah instan. Proyeksi para pengamat menyebut pemulihan ekonomi wilayah terdampak bencana membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, tergantung pada kecepatan rehabilitasi infrastruktur dan pulihnya kepercayaan masyarakat. Di tengah proses itu, peran kecil seperti yang dijalankan Jantur menjadi bagian dari kerja besar bersama.

Ia berharap pasokan BBM tetap lancar, harga stabil, dan pemerintah daerah bersama berbagai pihak mempercepat perbaikan rumah warga serta fasilitas umum. Dengan begitu, tugas yang ia jalani setiap hari di SPBU, dan keluarga yang ia jaga setiap malam, bisa menikmati kehidupan yang kembali normal. Kisah Jantur hanyalah satu dari sekian banyak kisah ketangguhan di Manggarai, tetapi ia menegaskan satu hal sederhana: pemulihan dimulai dari orang-orang yang memilih bertahan dan tetap bekerja.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User