Mendag Kumpulkan Eksportir demi Target Transaksi TEI 2026

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia tercatat mengalami surplus selama lebih dari lima tahun berturut-turut, ditopang ekspor komoditas unggulan yang masih tumbuh ...

Mendag Kumpulkan Eksportir demi Target Transaksi TEI 2026

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia tercatat mengalami surplus selama lebih dari lima tahun berturut-turut, ditopang ekspor komoditas unggulan yang masih tumbuh meskipun harga global berfluktuasi. Di tengah kondisi tersebut, Kementerian Perdagangan memilih memperkuat strategi promosi dengan menggelar CEO Gathering, sebuah forum konsolidasi antara pemerintah dan pelaku usaha, sebagai pemanasan menuju Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang akan berlangsung pada 2026. Menteri Perdagangan Budi Santoso secara langsung bertemu para pimpinan perusahaan eksportir untuk menyamakan persepsi sekaligus mematangkan persiapan pameran dagang internasional tersebut.

Pada pertemuan itu, pemerintah memasang target transaksi yang tergolong ambisius, yakni USD 17,5 miliar selama penyelenggaraan TEI. Angka ini mengalami kenaikan dibanding capaian edisi-edisi sebelumnya dan mencerminkan optimisme terhadap daya saing produk dalam negeri. Fokus utama yang ditekankan adalah peningkatan ekspor bernilai tambah, bukan sekadar volume, agar margin yang diterima pengusaha lebih besar dan dampaknya terasa hingga level industri kecil dan menengah.

Strategi Menjemput Pembeli Lebih Awal

Salah satu poin penting yang disampaikan Mendag dalam CEO Gathering adalah ajakan agar pengusaha aktif mencari buyer atau pembeli potensial sebelum TEI resmi dibuka. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibanding menunggu kunjungan langsung di arena pameran, karena proses negosiasi dagang internasional umumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan sejak perkenalan pertama hingga penandatanganan kontrak. Dengan menjalin komunikasi lebih dulu, pelaku usaha bisa mempersiapkan sampel produk, sertifikasi, hingga skema pembayaran yang sesuai permintaan pembeli dari berbagai kawasan seperti ASEAN, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin.

Strategi menjemput bola ini juga sejalan dengan tren pemasaran global yang makin mengandalkan pendekatan personal dan business matching berbasis data. Pemerintah, melalui perwakilan dagang di luar negeri, diharapkan membantu memetakan profil pembeli potensial agar energi promosi tidak menyebar ke pasar yang kurang menjanjikan. Efisiensi semacam ini penting karena biaya partisipasi dalam pameran internasional tidak kecil, mulai dari sewa stan, logistik barang contoh, hingga akomodasi tim.

Dua Sisi: Optimisme dan Kewaspadaan

Di satu sisi, target USD 17,5 miliar dinilai realistis mengingat fundamental ekonomi Indonesia yang relatif solid, likuiditas domestik yang memadai, serta portofolio produk ekspor yang kian beragam, dari crude palm oil, produk turunan nikel, hingga tekstil dan alas kaki. Sentimen pasar global yang mulai membaik, ditandai meredanya tekanan inflasi di negara maju, turut mendukung ekspektasi peningkatan permintaan. Sejumlah analis memperkirakan nilai transaksi TEI edisi ke-41 ini berpotensi mencatat rekor baru jika arus kunjungan buyer internasional kembali pulih pascapandemi.

Di sisi lain, ada sejumlah catatan yang membuat target tersebut tidak bisa dianggap otomatis tercapai. Pertama, perlambatan ekonomi mitra dagang utama seperti Tiongkok dan Eropa masih membayangi permintaan global, sehingga pertumbuhan ekspor year-on-year berisiko melambat pada kuartal-kuartal berikutnya. Kedua, risiko capital outflow dari pasar negara berkembang dapat menekan nilai tukar rupiah dan pada akhirnya mengerek biaya bahan baku impor. Ketiga, persaingan dengan negara produsen sejenis, khususnya Vietnam dan India di sektor manufaktur, semakin ketat baik dari sisi harga maupun kualitas.

Hambatan Logistik dan Regulasi

Di samping faktor permintaan, kesiapan di sisi pasokan menjadi variabel penentu. Para pengusaha yang hadir dalam CEO Gathering menyoroti sejumlah hambatan struktural yang masih membebani rantai ekspor, antara lain biaya logistik yang relatif tinggi, keterbatasan kapasitas pelabuhan di beberapa wilayah, serta tumpang tindih regulasi antarinstansi. Jika hambatan ini tidak dirapikan, daya saing harga produk Indonesia di pasar internasional bisa tergerus meskipun kualitas barangnya setara dengan kompetitor.

Pemerintah sendiri menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki iklim usaha, termasuk melalui penyederhanaan perizinan ekspor dan percepatan layanan sertifikasi produk. Namun efektivitas kebijakan tersebut baru terlihat jika diiringi konsistensi di lapangan, karena kecepatan dan kepastian prosedur kerap menjadi pertimbangan utama buyer asing sebelum memutuskan menjalin kerja sama jangka panjang.

Proyeksi Dampak bagi Ekonomi

Jika target transaksi TEI 2026 tercapai, dampaknya tidak hanya terasa pada sisi neraca dagang, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja di sektor manufaktur dan jasa pendukung ekspor. Setiap tambahan nilai ekspor yang masuk akan memperkuat cadangan devisa dan memberikan ruang lebih luas bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Namun perlu diingat, nilai kesepakatan di pameran kerap berbeda dengan realisasi pengiriman barang yang terjadi beberapa bulan kemudian, sehingga efektivitas TEI sebaiknya diukur dari tingkat realisasi kontrak, bukan semata angka transaksi di atas kertas.

Ke depan, keberhasilan TEI ke-41 akan sangat ditentukan oleh kolaborasi antara pemerintah, asosiasi industri, dan pelaku usaha dalam menyusun peta pasar yang akurat. Forum seperti CEO Gathering layak diapresiasi sebagai langkah awal, tetapi yang tidak kalah penting adalah tindak lanjut setelah pameran usai, mulai dari pendampingan pemenuhan pesanan hingga evaluasi menyeluruh terhadap capaian setiap sektor. Dengan pengelolaan yang serius, target USD 17,5 miliar bukan sekadar angka seremonial, melainkan cermin kesiapan Indonesia bersaing di pasar global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User