Liputan6 Bantah Video Erupsi Gunung Anak Krakatau Viral

Sebuah video yang diklaim memperlihatkan Gunung Anak Krakatau sedang erupsi besar ramai beredar di media sosial. Video tersebut menampilkan kolom abu vulka

Liputan6 Bantah Video Erupsi Gunung Anak Krakatau Viral

Sebuah video yang diklaim memperlihatkan Gunung Anak Krakatau sedang erupsi besar ramai beredar di media sosial. Video tersebut menampilkan kolom abu vulkanik menjulang tinggi disertai ledakan dahsyat. Namun, tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan bahwa klaim itu tidak benar. Video tersebut ternyata merupakan rekaman lama dari letusan gunung lain yang diedit dan diberi narasi menyesatkan.

Penelusuran Klaim Video Erupsi

Penelusuran dimulai dengan memeriksa sumber asli video menggunakan teknik reverse image search. Hasilnya, video tersebut identik dengan rekaman letusan Gunung Sinabung pada tahun 2016. Beberapa frame juga muncul dalam dokumentasi letusan Gunung Fuego di Guatemala. Tim Cek Fakta memastikan tidak ada footage terbaru yang menunjukkan Anak Krakatau erupsi dalam skala besar dalam beberapa pekan terakhir.

Badan Geologi Kementerian ESDM, melalui Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, juga mengonfirmasi bahwa aktivitas vulkanik gunung tersebut masih dalam level normal. "Tidak ada peningkatan aktivitas signifikan yang menghasilkan kolom erupsi setinggi yang terekam dalam video," kata petugas pos pengamatan, Andi Suherman.

"Video itu hoaks. Kami mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Aktivitas Anak Krakatau saat ini didominasi oleh hembusan asap tipis dan tremor non-erupsif." – Andi Suherman, Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau

Modus Operandi Penyebar Hoaks

Penyebaran konten menyesatkan seperti ini kerap terjadi saat memasuki musim libur atau ketika isu bencana sedang hangat. Pelaku biasanya mengambil video lama peristiwa dramatis, lalu menambahkan narasi palsu untuk menarik perhatian. Tujuan utamanya adalah meningkatkan engagement akun atau bahkan menimbulkan kepanikan publik. Video hoaks Gunung Anak Krakatau ini misalnya, telah ditonton lebih dari 500 ribu kali di TikTok sebelum akhirnya dihapus oleh platform.

  • Langkah verifikasi mandiri: Cek tanggal dan lokasi asli video melalui pencarian gambar.
  • Rujuk sumber resmi: Pantau akun media sosial Badan Geologi atau BMKG.
  • Laporkan konten: Gunakan fitur laporan di platform jika menemukan konten serupa.

Dampak Misinformasi Bencana

Misinformasi tentang erupsi gunung berapi tidak hanya membuat resah, tetapi juga dapat mengganggu upaya mitigasi bencana yang sesungguhnya. Masyarakat yang sudah terpapar hoaks cenderung abai terhadap peringatan resmi atau justru panik berlebihan. Ini menjadi tantangan serius bagi otoritas kebencanaan yang harus bekerja ekstra meluruskan berita bohong di tengah penanganan darurat.

Cek Fakta Liputan6.com mencatat bahwa dalam enam bulan terakhir, setidaknya ada tujuh hoaks serupa yang beredar, dengan pola konten yang hampir identik. Upaya literasi digital dan kolaborasi dengan platform media sosial menjadi kunci untuk menekan penyebaran hoaks bencana.

Kesimpulan

Video yang diklaim sebagai erupsi Gunung Anak Krakatau adalah tidak benar. Video tersebut adalah rekaman lama letusan gunung lain yang diedit. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya, terutama yang berkaitan dengan kebencanaan. Jadilah penyebar kebenaran, bukan penyebar hoaks.

[SOCIAL_TWEET]: Liputan6 bongkar hoaks! Video yang viral diklaim erupsi Gunung Anak Krakatau ternyata rekaman lama letusan gunung lain. Jangan tertipu! #CekFakta #AnakKrakatau #HoaksBencana [SOCIAL_TG]: 🚨 HOAKS TERBONGKAR! Video yang mengklaim Gunung Anak Krakatau erupsi besar ternyata rekaman lama. Yuk, verifikasi dulu sebelum share! 🌋❌

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User