Kecelakaan Maut Indramayu, Truk Tabrak Rombongan Pengantin Tewaskan 12 Jiwa
Langit pagi di jalur Pantura, tepatnya di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mendadak berubah kelam pada Selasa (17/12/2024). Sebuah truk pengangkut
Langit pagi di jalur Pantura, tepatnya di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mendadak berubah kelam pada Selasa (17/12/2024). Sebuah truk pengangkut material berat menabrak mobil pikap yang mengangkut rombongan pengantin. Akibatnya, 12 orang meninggal dunia dan 6 orang luka-luka dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Kronologi Tabrakan di Turunan Cadas
Menurut keterangan saksi dan pihak kepolisian, peristiwa nahas terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Truk bernomor polisi E 9876 BC melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta. Setibanya di Jalan Raya Pantura Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, truk diduga mengalami rem blong saat melalui turunan curam. Sopir kehilangan kendali dan langsung menghantam mobil pikap putih yang melaju dari arah berlawanan. Pikap itu berisi 18 orang—sebagian besar keluarga dan kerabat pengantin yang hendak menuju lokasi akad nikah.
"Suaranya sangat keras seperti ledakan. Saya lihat pikap itu ringsek, bahkan bodinya copot dan penumpang terlempar ke aspal. Darah di mana-mana," ungkap Andi (45), warga sekitar yang menjadi saksi mata.
Korban Berjatuhan: 12 Tewas, 6 Kritis
Petugas gabungan dari Polres Indramayu, TNI, dan BPBD langsung mengevakuasi korban. Data sementara menunjukkan 12 korban meninggal di tempat, sementara 6 lainnya mengalami luka serius dan dirujuk ke RSUD Indramayu serta rumah sakit swasta di wilayah Cirebon. Para korban tewas mayoritas perempuan dan seorang anak balita. Identifikasi masih dilakukan karena banyak korban tidak membawa identitas lengkap.
"Kami sangat terpukul. Ini seharusnya hari bahagia, tapi malah jadi tangisan," ujar seorang kerabat yang selamat, sambil menahan isak.
Dugaan Sementara: Rem Blong dan Kelebihan Muatan
Kanit Laka Lantas Polres Indramayu, Ipda Mulyono, menduga kecelakaan dipicu oleh kegagalan sistem pengereman pada truk. Selain itu, polisi juga menyelidiki kemungkinan sopir truk mengantuk atau tidak menguasai medan. "Kami masih mengumpulkan data dari olah TKP dan keterangan saksi. Namun dugaan kuat mengarah pada rem blong dan faktor human error," jelasnya. Polisi telah mengamankan sopir truk yang selamat dengan luka ringan untuk diperiksa lebih lanjut.
Disisi lain, kondisi pikap yang mengangkut penumpang berlebih juga menjadi sorotan. Pikap tersebut seharusnya hanya untuk barang, namun dipaksa mengangkut rombongan hajatan. Praktik ini kerap dijumpai di daerah pesisir Indramayu karena minimnya kendaraan umum.
Respon Cepat Pemerintah Daerah
Bupati Indramayu, Nina Agustina, langsung melayat ke lokasi kejadian dan menjenguk korban di rumah sakit. Ia menyatakan bela sungkawa dan berjanji akan menanggung seluruh biaya pengobatan serta pemakaman. "Ini musibah besar bagi keluarga Indramayu. Kami akan evaluasi pengawasan angkutan dan jalur rawan kecelakaan," kata Bupati. Dinas Perhubungan juga diminta memasang rambu tambahan serta mengaktifkan posko pantau di turunan rawan sepanjang Pantura.
Potret Jalur 'Maut' Pantura yang Terus Memakan Korban
Jalur Pantura Indramayu-Cirebon dikenal sebagai titik rawan kecelakaan karena banyaknya tikungan tajam dan turunan panjang. Sepanjang 2024 saja, tercatat lebih dari 40 kecelakaan fatal terjadi di ruas ini. Faktor dominan adalah kegagalan rem pada kendaraan besar dan kurangnya penerangan jalan pada pagi buta. Pengamat transportasi, Dr. Yayat Supriatna, menilai perlu ada pendekatan sistemik. "Penggunaan mobil bak terbuka untuk angkutan manusia harus dihentikan. Pemerintah perlu menyediakan transportasi massal yang terjangkau bagi warga desa saat hajatan," tegasnya.
Hingga malam, arus lalu lintas di sekitar lokasi sudah normal setelah bangkai kendaraan dievakuasi. Garis polisi dan serpihan kaca yang masih tersisa menjadi saksi bisu tragedi yang merenggut nyawa belasan jiwa di hari yang seharusnya penuh suka cita.
[SOCIAL_TWEET]: 12 orang tewas dan 6 luka parah saat truk hantam pikap rombongan pengantin di jalur Pantura Indramayu, pagi tadi. Dugaan sementara rem blong di turunan curam. Evaluasi mendesak untuk keselamatan jalan ini! 🚨💔 #KecelakaanIndramayu #Pantura #BeritaDuka[SOCIAL_TG]: 💥🚑 Tragedi di jalur Pantura: 12 orang meninggal, 6 luka berat setelah truk hantam pikap rombongan pengantin di Indramayu. Dugaan sementara rem blong di turunan curam. Simak kronologi dan tangis keluarga korban.
Comments (0)