Jude Bellingham Bereaksi Usai Inggris Kalahkan Ghana di Piala Dunia 2026
Gelandang andalan Timnas Inggris, Jude Bellingham, tak bisa menyembunyikan emosinya setelah The Three Lions sukses menaklukkan Ghana dengan skor meyakinkan
Gelandang andalan Timnas Inggris, Jude Bellingham, tak bisa menyembunyikan emosinya setelah The Three Lions sukses menaklukkan Ghana dengan skor meyakinkan 3–1 pada pertandingan kedua Grup L Piala Dunia 2026 di Boston Stadium, Foxborough, Senin (23/6/2026). Kemenangan itu memastikan langkah Inggris ke babak 16 besar sekaligus menegaskan status Bellingham sebagai motor serangan paling berbahaya yang dimiliki skuad asuhan Rafael Benítez.
Jalannya Pertandingan: Inggris Dominan sejak Menit Awal
Inggris langsung tancap gas begitu peluit kickoff dibunyikan. Kombinasi umpan pendek cepat di lini tengah membuat Ghana kesulitan keluar dari tekanan. Hasilnya, pada menit ke-14, umpan terobosan Declan Rice berhasil diselesaikan dengan sepakan mendatar Bellingham dari luar kotak penalti. Bola bersarang di pojok kanan gawang yang dikawal kiper veteran Ghana, Richard Attah. 1–0 untuk Inggris.
Namun, Ghana bukan lawan yang mudah menyerah. Di menit ke-31, serangan balik cepat yang dibangun dari sayap kanan berhasil menyamakan kedudukan. Penyerang Nico Williams—yang lebih dikenal sebagai pemain Athletic Bilbao namun memilih membela Ghana, tanah leluhur ayahnya—melakukan penetrasi menusuk kotak penalti sebelum melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dihentikan oleh Jordan Pickford. Skor menjadi 1–1.
Keunggulan kualitas individu Inggris kembali terlihat di babak kedua. Benítez menarik keluar gelandang bertahan dan memasukkan Ollie Watkins untuk bermain dengan dua penyerang. Keputusan itu langsung membuahkan hasil pada menit ke-57: sepak pojok yang dieksekusi Trent Alexander-Arnold menemui tandukan telak Harry Maguire yang merobek jala Ghana untuk kedua kalinya. Inggris unggul 2–1.
Gol penutup lahir dari kerja sama ciamik Bellingham dengan pemain pengganti Cole Palmer. Menerima bola di tengah kepungan tiga pemain, Bellingham melepaskan backheel pintar yang disambut Palmer dengan sepakan first-time dari jarak dekat pada menit ke-77. Skor akhir 3–1 untuk Inggris.
Reaksi Bellingham: "Kami Harus Tetap Membumi"
Dalam sesi wawancara usai laga, Bellingham yang tampil penuh energi selama 90 menit memberikan reaksi tenang namun penuh tekad. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini hanyalah langkah awal dari target besar Inggris di turnamen empat tahunan tersebut.
"Saya sangat bangga dengan cara kami bangkit setelah sempat disamakan. Ghana tim yang kuat secara fisik, tapi kami menunjukkan karakter juara hari ini. Tiga gol adalah hasil dari latihan intensif dan komunikasi yang terus kami bangun. Tapi kami harus tetap membumi. Belum ada yang dimenangkan minggu ini,"
Ketika ditanya tentang kontribusinya yang semakin vital di lini tengah, pemain yang kini berseragam Real Madrid itu mengalihkan pujian ke rekan setimnya:
"Gol itu datang karena Rice memberikan umpan sempurna, dan Palmer membuat gerakan yang memudahkan saya memberi assist. Saya hanya bagian dari puzzle. Tim ini penuh pemain hebat, dan tugas saya adalah memastikan semua bagian itu menyatu."
Analisis: Bellingham, Jantung Detak Inggris
Statistik pertandingan menunjukkan betapa dominannya sosok berusia 22 tahun itu. Ia mencatat 92% akurasi umpan, 3 dribel sukses, 2 tembakan tepat sasaran, dan 1 assist. Selain itu, dalam aspek bertahan, ia juga memenangi 4 duel dan mencatatkan 2 intersep. Performa ini memperpanjang tren impresifnya sepanjang turnamen, sekaligus mengukuhkan anggapan bahwa taktik Benítez sangat bergantung pada mobilitas gelandang yang tahun lalu membawa Madrid juara Liga Champions tersebut.
Pengamat sepak bola asal Inggris, Gary Neville, yang mengomentari laga ini dari studio BBC, bahkan menyebut Bellingham sebagai "kombinasi sempurna antara energi Bryan Robson dan visi Paul Scholes." Pujian setinggi langit itu menunjukkan ekspektasi publik yang semakin besar terhadap sang kapten kedua timnas Inggris tersebut.
Klasemen dan Proyeksi Grup L
Dengan kemenangan ini, Inggris kokoh di puncak klasemen Grup L dengan koleksi 6 poin sempurna dari dua pertandingan—sebelumnya mereka menang tipis 1-0 atas Korea Utara. Ghana yang baru mengoleksi 1 poin (hasil imbang 0-0 kontra Paraguay) kini terancam gagal melaju jika tak mampu mengalahkan Korea Utara di laga pamungkas grup. Inggris tinggal memerlukan hasil imbang saat melawan Paraguay pada 27 Juni mendatang untuk memastikan status juara grup dan mengamankan lawan yang lebih menguntungkan di babak 16 besar.
Sementara itu, perhatian kini tertuju pada kebugaran Bellingham. Ia terlihat menerima sedikit perawatan di menit-menit akhir pertandingan setelah benturan keras dengan gelandang bertahan Ghana, Thomas Partey. Namun, tim medis Inggris mengonfirmasi bahwa tidak ada cedera serius, dan ia siap diturunkan di laga penentuan."Keadaannya baik-baik saja. Hanya sedikit memar. Dia adalah petarung sejati," ujar Benítez singkat saat ditanya wartawan.
Dengan performa yang semakin memukau, Jude Bellingham jelas menjadi salah satu kandidat kuat peraih Golden Ball—gelar pemain terbaik Piala Dunia. Namun, bagi pemuda kelahiran Stourbridge itu, trofi tim tetaplah segalanya: "Saya di sini untuk membawa pulang bintang kedua untuk Inggris, bukan trofi individu," pungkasnya.
Comments (0)