Jasamarga Berlakukan Contraflow di Tol Japek untuk Urai Kepadatan

Memasuki akhir pekan panjang, volume lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) arah timur mengalami lonjakan signifikan. Untuk mengantisipasi kemacetan yang diperkirakan akan terjadi, PT Jasamarga T...

Memasuki akhir pekan panjang, volume lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) arah timur mengalami lonjakan signifikan. Untuk mengantisipasi kemacetan yang diperkirakan akan terjadi, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) selaku pengelola ruas tol tersebut memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa skema lawan arah atau contraflow. Penerapan contraflow ini dimulai sejak pukul 07.30 WIB pagi tadi dan akan berlangsung secara situasional hingga kepadatan mereda.

Keputusan tersebut diambil setelah pemantauan berbasis data menunjukkan kenaikan volume kendaraan yang mencolok. Data traffic counting Jasamarga mencatat, jumlah kendaraan yang melintas di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama mencapai lebih dari 85.000 unit per hari pada periode libur kali ini—naik sekitar 27% dibandingkan rata-rata harian normal di kisaran 67.000 kendaraan. Jika tidak dilakukan intervensi, antrean di gerbang tol dan kepadatan di ruas tol dapat mengular hingga puluhan kilometer.

Contraflow sendiri bukanlah kebijakan yang baru di ruas tol ini. Setiap musim mudik atau libur panjang, Jasamarga kerap menggunakan skema serupa untuk menambah kapasitas jalan. Pada arus mudik Lebaran tahun lalu, misalnya, contraflow diterapkan selama empat hari berturut-turut dan berhasil memangkas waktu tempuh Jakarta–Bandung hingga 30%. Meski begitu, penerapannya selalu disesuaikan dengan kondisi lalu lintas aktual melalui pemantauan CCTV dan laporan petugas di lapangan.

Skema Contraflow dan Titik Penerapan

Rekayasa lalu lintas contraflow merupakan teknik pengalihan arus dengan memanfaatkan lajur berlawanan untuk menambah kapasitas jalan. Dalam kebijakan kali ini, JTT memberlakukan contraflow di ruas Km 47 hingga Km 65 arah Cikampek. Lajur di sisi sebaliknya—yang biasanya digunakan untuk kendaraan dari arah Cikampek menuju Jakarta—dialihkan sementara untuk kendaraan arah Cikampek. Dengan demikian, tersedia tambahan lajur sehingga total lajur menjadi tiga dari biasanya dua lajur di titik-titik rawan kepadatan.

Penerapan dilakukan secara bertahap. Awalnya, petugas melakukan pemasangan rambu-rambu pengarah dan water barrier pada pukul 06.00 WIB, kemudian pada pukul 07.30 WIB contraflow mulai dibuka. Sebelumnya, petugas juga melakukan sosialisasi melalui variable message sign (VMS) di sepanjang ruas tol dan kanal informasi resmi Jasamarga. Contraflow akan dihentikan apabila volume lalu lintas sudah menurun dan antrean di gerbang tol tidak lagi mengular.

Dampak pada Arus Balik dan Pengaturan Lain

Pemberlakuan contraflow ini tentu berdampak pada arus kendaraan dari arah sebaliknya, yaitu dari Cikampek menuju Jakarta. Untuk itu, JTT mengimbau pengguna jalan dari arah timur agar menggunakan jalur alternatif, seperti Jalan Tol Cipularang dan keluar di pintu tol sebelum titik contraflow, atau menggunakan jalur arteri Pantura jika memungkinkan. Selain itu, operator juga menyiagakan petugas di lokasi untuk mengarahkan pengendara dan memperlancar transisi arus.

Di tengah situasi ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya juga berkoordinasi dengan Kepolisian untuk memastikan keselamatan dan ketertiban lalu lintas. Petugas dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Korlantas Polri diterjunkan di sejumlah titik rawan kepadatan, termasuk di sekitar rest area km 57 dan km 62 yang biasanya menjadi pusat penumpukan kendaraan.

Respons Pengguna Jalan dan Antisipasi Keamanan

Kebijakan contraflow ini mendapat tanggapan beragam dari pengguna jalan. Sebagian pengendara menyambut baik karena waktu tempuh bisa lebih singkat meskipun volume kendaraan sangat tinggi. “Biasanya dari Bekasi ke Karawang bisa 3 jam kalau macet, sekarang sekitar 1,5 jam,” ujar Rudi, pengendara yang melintas pagi tadi. Namun, sejumlah pengendara yang tidak terbiasa dengan jalur contraflow mengaku khawatir dengan aspek keamanan, terutama pada titik peralihan lajur.

Menyikapi hal tersebut, VP Corporate Secretary JTT, Andi Susanto, dalam keterangan resminya menyatakan bahwa keselamatan adalah prioritas utama. “Kami telah menyiapkan petugas dan rambu-rambu yang jelas. Contraflow dilakukan hanya pada jam sibuk dan dengan pengawasan ketat dari petugas di lapangan dan control room,” jelasnya. Andi juga menambahkan bahwa pihaknya terus memantau melalui CCTV dan akan segera menutup contraflow jika terjadi kepadatan yang justru membahayakan.

Selain contraflow, JTT juga memberlakukan pembatasan kendaraan golongan III ke atas di jam-jam tertentu untuk mengurangi beban jalan. Kendaraan sumbu tiga dilarang melintas pada pukul 06.00–09.00 WIB di beberapa titik. Hal ini dimaksudkan untuk memperlancar arus kendaraan pribadi yang mendominasi arus mudik atau liburan.

Kondisi Terkini dan Imbauan

Berdasarkan pantauan hingga pukul 12.00 WIB, arus lalu lintas di titik contraflow masih terpantau padat namun lancar. Kecepatan rata-rata kendaraan terjaga di 40–60 km/jam, dibandingkan sebelum contraflow yang sempat turun hingga 10 km/jam. Jasamarga mengimbau pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas, serta memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum masuk tol agar tidak menghambat transaksi di gerbang.

Pihak operator juga mengingatkan pengguna jalan untuk tidak berhenti di bahu jalan dengan alasan apa pun, termasuk berfoto atau sekadar beristirahat, karena sangat berisiko menyebabkan kecelakaan. Pengendara yang lelah disarankan untuk beristirahat di rest area resmi yang telah disediakan secara memadai di sepanjang ruas tol. Selain itu, di jalur contraflow yang lebih sempit dari biasanya, pengguna diminta untuk menjaga jarak aman dan tidak melakukan perpindahan lajur mendadak.

Bagi yang akan melintasi Tol Jakarta-Cikampek dalam waktu dekat, disarankan untuk memantau informasi lalu lintas melalui aplikasi Travoy atau akun Twitter resmi @PTJASAMARGA. Operator juga menyediakan layanan darurat 24 jam di nomor 14080 untuk bantuan atau informasi lebih lanjut. Dengan penanganan yang terukur, diharapkan momentum libur ini tetap bisa dinikmati tanpa terjebak kemacetan parah. Jasamarga berkomitmen untuk terus menyesuaikan strategi rekayasa lalu lintas secara dinamis berdasarkan data aktual di lapangan demi kenyamanan dan keselamatan bersama.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User