Hasto Paparkan Konsep Pertanian Terpadu Mini di Blitar

Blitar — Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan gagasan pertanian terpadu mini yang menggabungkan budidaya ayam, ikan, dan sayuran dal

Hasto Paparkan Konsep Pertanian Terpadu Mini di Blitar

Blitar — Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan gagasan pertanian terpadu mini yang menggabungkan budidaya ayam, ikan, dan sayuran dalam satu lahan pada Seminar Nasional peringatan Bulan Bung Karno di Istana Gebang, Sananwetan, Kota Blitar, Minggu (14/6/2026) malam. Konsep ini dinilai sebagai solusi ketahanan pangan berbasis lahan sempit yang relevan dengan pemikiran Bung Karno tentang kemandirian bangsa.

Dalam paparannya di hadapan puluhan kader dan petani, Hasto menjelaskan bahwa sistem pertanian terpadu mini ini dapat diterapkan di pekarangan rumah seluas 100–200 meter persegi. Dengan memadukan kandang ayam, kolam ikan, dan bedengan sayuran dalam satu siklus ekologis, petani bisa memperoleh tiga sumber penghasilan sekaligus: telur dan daging ayam, ikan konsumsi, serta sayuran segar. "Ini adalah implementasi nyata dari gotong royong dengan alam. Bung Karno mengajarkan kita untuk berdiri di atas kaki sendiri, dan itu dimulai dari pangan," ujar Hasto.

Mekanisme Pertanian Terpadu Mini

Konsep yang dipaparkan memanfaatkan prinsip simbiosis mutualisme. Kotoran ayam diolah menjadi pakan ikan dan pupuk organik untuk sayuran. Air kolam yang kaya nutrisi digunakan untuk menyiram tanaman, sementara sayuran membantu menyaring air sebelum kembali ke kolam. Sistem ini menekan biaya produksi hingga 40% dibanding pertanian konvensional terpisah. Hasto merinci tahapan implementasi:

  1. Pembuatan kandang ayam di atas kolam ikan (sistem _longyam_ atau _fish-tower chicken coop_)
  2. Penanaman sayuran hidroponik atau konvensional di sekitar kolam
  3. Penggunaan mikroorganisme pengurai untuk mempercepat daur ulang limbah
  4. Panen bertahap setiap 30–45 hari untuk sayuran, 60 hari untuk ikan, dan 3 bulan untuk ayam petelur

"Dengan satu lahan, petani bisa panen setiap minggu. Ini mengubah pertanian dari musiman menjadi kontinu," jelas Dr. Sri Wahyuni, pakar agribisnis Universitas Brawijaya yang turut hadir dalam seminar. Ia menambahkan bahwa konsep ini sangat cocok untuk petani urban di tengah keterbatasan lahan.

Relevansi dengan Pemikiran Bung Karno

"Kami sengaja menyelipkan materi pertanian dalam peringatan Bulan Bung Karno karena beliau adalah peletak dasar kemandirian pangan. Revolusi hijau yang digagas Bung Karno pada 1960-an harus diperbarui di era krisis iklim dan urbanisasi," kata Hasto.

Dalam seminar tersebut, Hasto juga menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat 7,2 juta petani di Indonesia memiliki lahan kurang dari 0,5 hektar. Konsep pertanian terpadu mini dinilai sebagai solusi tepat untuk meningkatkan produktivitas lahan sempit tanpa perlu membuka lahan baru. "Bung Karno mengingatkan bahwa tanah air harus cukup untuk seluruh rakyat. Bukan dengan perluasan lahan, tapi dengan peningkatan efisiensi," tegasnya.

AspekPertanian KonvensionalPertanian Terpadu Mini
Luas lahanMinimal 500 m²100–200 m²
Jumlah komoditas1–2 jenis3 jenis (ayam, ikan, sayur)
Biaya produksi/bulanRp 1,5–2 jutaRp 800 ribu–1,2 juta
Frekuensi panenMusiman (3–6 bulan)Kontinu (tiap minggu)

"Data di atas adalah estimasi dari uji coba di lima desa di Jawa Timur," tambah Hasto. Ia mengklaim bahwa program percontohan yang digagas PDIP bersama akademisi telah berhasil meningkatkan pendapatan petani peserta hingga 300% dalam setahun.

Respons Peserta dan Tindak Lanjut

Seminar yang digelar di Istana Gebang—rumah masa kecil Bung Karno—ini dihadiri oleh 350 peserta dari berbagai daerah. Seorang petani dari Kediri, Slamet Riyadi, mengaku tertarik menerapkan konsep ini di lahannya seluas 150 m². "Selama ini saya hanya menanam padi dengan hasil pas-pasan. Dengan sistem ini, saya bisa punya ayam dan ikan sekaligus tanpa perlu modal besar," ujarnya antusias.

Hasto menjanjikan PDIP akan memfasilitasi pelatihan teknis dan akses bibit unggul bagi petani yang berminat. "Kami akan koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan perguruan tinggi agar konsep ini bisa direplikasi secara massal. Bung Karno mengajarkan kita untuk tidak setengah-setengah dalam membangun kemandirian," pungkasnya.

[SOCIAL_TWEET]: Hasto Kristiyanto paparkan konsep pertanian terpadu mini di Istana Gebang: satu lahan hasilkan ayam, ikan, dan sayuran. Solusi pangan ala Bung Karno untuk petani urban![SOCIAL_TG]: 📰 [Berita] Hasto Kristiyanto ungkap konsep pertanian terpadu mini di Seminar Bulan Bung Karno. Sistem ini sudah uji coba di Jawa Timur dan tingkatkan pendapatan petani 300%. #PertanianTerpadu #KetahananPangan

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User