Bos Danantara Konfirmasi Isu Penggantian Dirut Peruri

Isu pergantian di tubuh Perum Peruri kembali mencuat setelah sejumlah kalangan menyebutkan bahwa posisi Direktur Utama akan segera beralih tangan. Informasi yang berembus menyebutkan Dwina Septiani Wi...

Bos Danantara Konfirmasi Isu Penggantian Dirut Peruri

Isu pergantian di tubuh Perum Peruri kembali mencuat setelah sejumlah kalangan menyebutkan bahwa posisi Direktur Utama akan segera beralih tangan. Informasi yang berembus menyebutkan Dwina Septiani Wijaya, yang selama ini menjabat sebagai orang nomor satu di perusahaan percetakan uang negara tersebut, akan digantikan oleh sosok purnawirawan perwira tinggi TNI. Belakangan, tokoh yang dikenal publik sebagai Bos Danantara angkat bicara merespons spekulasi yang kian meluas.

Dalam keterangan terbatas yang diperoleh, Bos Danantara tidak membantah adanya pembicaraan seputar suksesi di Peruri. Ia menyebut bahwa komunikasi lintas lembaga memang kerap terjadi dalam penempatan pejabat di BUMN strategis, terutama yang memiliki kaitan erat dengan aspek keamanan dan pertahanan negara. "Koordinasi semacam ini wajar, karena Peruri memproduksi dokumen dan instrumen vital negara," ujarnya, seraya tidak bersedia merinci lebih jauh nama atau latar belakang kandidat pengganti.

Sinyal Perubahan di Tubuh Peruri

Rumor pergantian sudah berulang kali mencuat dalam beberapa bulan terakhir, namun kali ini dinilai lebih kuat karena telah menyentuh nama konkret. Dwina Septiani Wijaya, yang dilantik pada akhir 2020, disebut-sebut tengah memasuki fase akhir masa jabatan, meskipun belum ada pernyataan resmi dari Kementerian BUMN maupun manajemen Peruri sendiri. Di sisi lain, masuknya figur dengan latar belakang militer menimbulkan tanya tentang arah kebijakan perusahaan yang selama ini berupaya memperkuat lini bisnis komersialnya di luar pencetakan uang dan dokumen negara.

Peruri, yang menyandang status Perusahaan Umum, memiliki mandat ganda: menjamin ketersediaan rupiah dan dokumen sekuriti, sekaligus menggarap peluang bisnis digital seperti sertifikasi elektronik, solusi identitas digital, dan percetakan kemasan premium. Dalam lima tahun terakhir, Dwina memimpin transformasi digital yang agresif, termasuk pengembangan platform tanda tangan digital dan sistem autentikasi. Pendekatan teknokratis ini dinilai berhasil menjaga pertumbuhan pendapatan pada kisaran 8-12% year-on-year, dengan kontribusi bisnis nonkonvensional naik menjadi hampir 30% dari total omzet.

Dua Wajah Kepemimpinan Baru

Masuknya purnawirawan TNI ke jajaran direksi BUMN strategis bukanlah hal baru. Sejumlah perusahaan plat merah di sektor pertahanan dan keamanan, bahkan di bidang energi, telah lama dipimpin oleh mantan perwira tinggi. Argumentasi yang kerap muncul: kemampuan menjaga kerahasiaan, pemahaman rantai komando yang rapi, serta jaringan luas di institusi negara. Bagi Peruri, yang memegang puluhan proyek dokumen rahasia dan berhubungan erat dengan Bank Indonesia serta kementerian, karakter-karakter tersebut dinilai sebagai nilai tambah.

Namun, di sisi lain, muncul kekhawatiran dari kalangan pengamat BUMN. "Kepemimpinan militer kerap dilekatkan pada budaya hierarkis yang kaku, sementara Peruri tengah memerlukan kelincahan berinovasi di ranah ekonomi digital. Jika tidak diimbangi dengan wawasan bisnis yang mumpuni, transformasi bisa kehilangan momentum," ujar seorang analis yang enggan disebutkan namanya.

Pro dan kontra ini merefleksikan tantangan yang lebih luas dalam pengelolaan aset negara. Di satu pihak, pendekatan kedisiplinan dan loyalitas dianggap mampu memperkuat tata kelola dan mitigasi risiko kebocoran informasi. Di lain pihak, kultur korporasi yang semakin terbuka menuntut pemimpin yang piawai membaca pasar, menjalin kolaborasi dengan startup teknologi, serta memahami seluk-beluk kapitalisasi di bursa — andai kata Peruri kelak dipertimbangkan untuk go public atau melepas anak usahanya.

Angka dan Konteks: Membaca Arah Kebijakan

Berdasarkan laporan keuangan Peruri tahun buku 2025, total aset perusahaan mencapai Rp9,8 triliun, naik 7,2% dibanding tahun sebelumnya. Rasio likuiditas terbilang sehat di angka 1,8 kali, meskipun margin laba bersih sedikit tergerus dari 11% menjadi 9,5% akibat peningkatan belanja riset dan pengembangan. Portofolio proyek strategis nasional yang digarap bersama Badan Siber dan Sandi Negara serta Direktorat Jenderal Imigrasi turut menambah bobot sensitivitas posisi dirut.

Dari sudut pandang pasar, kabar pergantian ini belum menimbulkan sentimen berarti karena saham Peruri tidak diperdagangkan secara publik. Namun, bagi para mitra dan vendor, stabilitas kepemimpinan adalah sinyal utama. Sejumlah kontrak jangka panjang di sektor percetakan cek, pita cukai, dan paspor elektronik membutuhkan kepastian direksi agar tidak mengganggu rantai pasok.

Informasi yang berkembang menyebut keputusan final akan diumumkan paling lambat triwulan ketiga tahun ini. Nama purnawirawan yang dikaitkan hingga saat ini masih belum dikonfirmasi, namun yang jelas latar belakangnya di bidang intelijen dan logistik strategis menjadi indikasi bahwa fokus utama Peruri ke depan akan bertumpu pada pengamanan aset dan proyek-proyek krusial pemerintah. Pemerintah tampaknya ingin memastikan bahwa institusi yang mencetak uang dan dokumen vital tersebut berada di bawah kendali figur dengan rekam jejak loyalitas dan integritas tinggi.

Kejelasan mengenai sosok baru, jika benar terjadi, akan menentukan bagaimana transformasi digital Peruri berlanjut. Apakah hanya akan menjadi akselerator birokrasi yang aman dan terkendali, atau justru membuka babak baru yang lebih berani di tengah gelombang ekonomi digital? Semua mata tertuju pada pernyataan resmi yang segera keluar, sementara spekulasi di kalangan elite BUMN terus bergulir tanpa reda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User