Oct 13, 2026
Bisnis

Biro Umrah Kombinasikan Ibadah dan Nonton Timnas di Piala Asia

Berdasarkan pemantauan pasar per Januari 2025, sejumlah biro perjalanan umrah di Indonesia mulai menawarkan paket yang menggabungkan ibadah di Tanah Suci dengan menyaksikan pertandingan Timnas Indones...

Biro Umrah Kombinasikan Ibadah dan Nonton Timnas di Piala Asia

Berdasarkan pemantauan pasar per Januari 2025, sejumlah biro perjalanan umrah di Indonesia mulai menawarkan paket yang menggabungkan ibadah di Tanah Suci dengan menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia di Piala Asia 2027. Fenomena ini muncul seiring meningkatnya antusiasme publik terhadap sepak bola nasional dan pulihnya permintaan perjalanan religi pascapandemi. Paket tersebut umumnya mencakup penerbangan, akomodasi di Arab Saudi, visa umrah, serta tiket pertandingan jika lokasi turnamen memungkinkan akses dari kota-kota suci.

Pendorong Utama: Tren Permintaan dan Sentimen Pasar

Data Kementerian Agama menunjukkan jumlah jemaah umrah Indonesia mengalami kenaikan signifikan dalam dua tahun terakhir, dengan proyeksi mencapai 1,5 juta jemaah pada 2025, naik dari sekitar 1,2 juta pada 2024. Di sisi lain, indeks popularitas Timnas Indonesia di media sosial melonjak setelah penampilan di Piala Asia 2023 dan kualifikasi Piala Dunia 2026. Biro travel melihat celah pasar ini sebagai peluang diferensiasi produk di tengah persaingan yang ketat.

“Kombinasi ibadah dan event olahraga bukan hal baru, tetapi skalanya kini lebih besar karena Timnas kita punya daya tarik emosional yang kuat,” ujar seorang pelaku industri perjalanan religi di Jakarta, yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Pro: Efisiensi Biaya dan Daya Tarik Generasi Muda

Di satu sisi, paket gabungan ini dinilai menguntungkan dari perspektif efisiensi biaya. Dengan menggabungkan dua tujuan dalam satu perjalanan, jemaah dapat menekan pengeluaran untuk tiket pesawat dan akomodasi. Proyeksi biaya paket umrah reguler 9 hari berkisar Rp28–35 juta per orang, sedangkan paket kombinasi ditawarkan mulai Rp40 juta, yang jika dihitung terpisah bisa mencapai Rp50 juta. Rasio penghematan sekitar 20–25 persen menjadi daya tarik tersendiri.

Selain itu, segmen ini berpotensi menarik jemaah usia muda, kelompok yang selama ini kurang tersentuh pasar umrah konvensional. Portofolio biro travel pun menjadi lebih beragam, tidak hanya bergantung pada musim ramadan atau libur sekolah. Likuiditas perusahaan dapat lebih terjaga karena permintaan tersebar sepanjang tahun, terutama menjelang turnamen.

Kontra: Risiko Operasional dan Fokus Ibadah

Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai pencampuran ibadah dengan hiburan berpotensi mengaburkan esensi perjalanan spiritual. Risiko operasional juga tidak kecil: jadwal pertandingan yang tidak pasti, lokasi yang jauh dari Makkah atau Madinah, serta fluktuasi harga tiket pesawat dapat mengganggu kelancaran paket. Capital outflow ke Arab Saudi tetap sama, tetapi nilai tambah ekonomi bagi Indonesia justru bergantung pada margin biro lokal.

“Jangan sampai niat ibadah terganggu oleh agenda tontonan. Harus ada kejelasan kontrak dan perlindungan konsumen,” kata seorang analis kebijakan publik.

Dari sisi fundamental, bisnis ini masih menghadapi tantangan regulasi, termasuk izin umrah yang ketat dan potensi kenaikan biaya visa. Valuasi paket pun rentan terhadap sentimen pasar, misalnya jika Timnas gagal lolos ke putaran final. Meski demikian, tren ini mencerminkan dinamika pasar yang semakin terdiferensiasi, di mana konsumen mencari pengalaman unik tanpa meninggalkan nilai religius.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User