Belasan Wisatawan Dievakuasi Gulkarmat Setelah Kapal Terombang-ambing 2 Jam
Sebanyak 15 wisatawan merasakan detik-detik mencekam ketika kapal motor yang mereka tumpangi tiba-tiba mati mesin di perairan sekitar Pulau Bokor, Kepulaua
Sebanyak 15 wisatawan merasakan detik-detik mencekam ketika kapal motor yang mereka tumpangi tiba-tiba mati mesin di perairan sekitar Pulau Bokor, Kepulauan Seribu Selatan, Sabtu pagi (8/6). Kapal berkapasitas 20 orang itu terpaksa terombang-ambing tanpa kendali selama hampir dua jam sebelum akhirnya seluruh penumpang berlabuh aman berkat evakuasi cepat tim Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara.
Kronologi: Dari Dermaga Hingga Mesin Mati
Berdasarkan laporan yang dihimpun di lapangan, rombongan wisatawan yang sebagian besar berasal dari Bekasi dan Jakarta Timur itu bertolak dari Dermaga Marina Ancol sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka membayar paket wisata sehari ke Pulau Pari menggunakan kapal motor bernama "Lestari Jaya". Nahas, saat melintasi sisi barat Pulau Bokor 90 menit kemudian, tepatnya pukul 09.30 WIB, mesin tempel kapal mendadak tersendat dan padam total.
Juru mudi kapal, Jamal (45), berulang kali mencoba menstarter mesin. "Saya sudah tarik starter berkali-kali, cek busi, tapi mesin tetap tidak mau hidup. Kemungkinan ada sumbatan di saluran bahan bakar," tuturnya. Situasi mulai menghimpit ketika angin timur berembus cukup kencang, mendorong kapal menjauhi rute normal dan masuk ke area berkarang di sekitar Pulau Bokor. Jamal lalu mengontak operator dermaga via radio genggam.
- 08.00 WIB: Rombongan 15 wisatawan beserta satu juru mudi berangkat dari Marina Ancol.
- 09.30 WIB: Mesin kapal mati mendadak di perairan Pulau Bokor, Kapulauan Seribu Selatan.
- 10.00 WIB: Laporan darurat diterima Pos Gulkarmat Kepulauan Seribu lewat koordinasi Syahbandar.
- 10.45 WIB: Satu unit perahu karet rescue diturunkan dari Pos Cilincing menuju titik koordinat.
- 11.15 WIB: Tim tiba di lokasi, langsung melakukan penyelamatan prioritas anak dan lansia.
- 12.00 WIB: Seluruh penumpang berhasil dipindahkan ke perahu rescue dan ditarik menuju Pulau Pari terdekat.
Dua Jam di Atas Laut yang Tak Terduga
Selagi menunggu bantuan, belasan penumpang harus bergelantungan di kapal kayu yang terus bergoyang dihantam ombak sedang. Sejumlah anak kecil menangis, sementara tiga orang dewasa mengalami mual dan muntah akibat mabuk laut. Rina (34), wisatawan asal Bekasi yang membawa serta dua anaknya, mengaku nyaris histeris.
"Saya panik, ombak lumayan tinggi. Anak-anak sudah mulai muntah-muntah. Kami hanya berpegangan erat dan berdoa," ujarnya usai dievakuasi.
Beruntung, setiap penumpang sudah dilengkapi jaket pelampung sesuai aturan yang diterapkan pengelola kapal. Meski demikian, rasa cemas tetap membuncah lantaran sinyal ponsel di titik itu sangat lemah, membuat mereka tak bisa langsung menghubungi keluarga. "Saya sempat rekam video pendek dan kirim WA, tapi baru terkirim setelah kami tiba di darat," tambah Andi (27), wisatawan lain yang turut serta dalam rombongan.
Respons Tim Gulkarmat Pukul 10.00 WIB
Kepala Regu Penyelamatan Gulkarmat Kepulauan Seribu, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 10.00 WIB dari petugas Syahbandar yang ditembusi oleh operator dermaga. Satu tim beranggotakan empat personel langsung dikerahkan dari Pos FKP Cilincing menggunakan perahu karet bermesin 40 PK. "Jarak dari pos ke lokasi kira-kira 7 mil laut. Kondisi gelombang 0,5–1 meter, masih bisa kami tembus dengan kecepatan penuh," kata Wahyu.
Sesampainya di titik koordinat yang dikirimkan juru mudi, tim mendapati kapal wisata telah hanyut sekitar 1,5 kilometer dari posisi awal padam mesin. Para penumpang tampak melambai-lambai sambil memegang pelampung. Petugas lantas merapat dan mulai mengevakuasi satu per satu dengan skala prioritas: anak-anak di bawah 10 tahun, seorang perempuan lanjut usia, lalu penumpang dewasa lainnya. Proses itu berlangsung 45 menit karena petugas harus memastikan setiap penumpang mengenakan tali pengaman sebelum menyeberang ke perahu karet.
Kondisi Terkini dan Pemeriksaan Teknis
Setelah seluruh penumpang aman, perahu karet rescue menggandeng kapal Lestari Jaya menuju Dermaga Pulau Pari. Di sana, para wisatawan diperiksa kesehatannya oleh petugas Puskesmas Pulau Pari. Tiga orang yang mengalami dehidrasi ringan akibat mabuk laut diberikan cairan oralit, sementara yang lain hanya kelelahan psikis. Tidak ada korban luka fisik dalam insiden ini.
Pihak Syahbandar Kepulauan Seribu akan menyelidiki penyebab pasti mati mesin. Dugaan sementara mengarah pada kebocoran selang bahan bakar atau filter karburator yang tersumbat endapan. Kementerian Perhubungan melalui Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Kepulauan Seribu mengimbau seluruh operator kapal wisata memperketat pemeriksaan harian mesin sebelum berlayar, terutama saat musim libur sekolah yang meningkatkan volume kunjungan.
Imbauan dan Langkah Antisipasi
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi wisatawan dan pelaku usaha wisata bahari untuk mengutamakan prosedur keselamatan. Kepala Suku Dinas Pariwisata Kepulauan Seribu menekankan beberapa hal yang wajib diperhatikan:
- Pastikan kapal memiliki surat laik operasi dan life jacket yang cukup;
- Mintalah penjelasan rute dan estimasi waktu tempuh sebelum berangkat;
- Selalu perhatikan prakiraan cuaca laut dari BMKG;
- Siapkan nomor darurat SAR (115) dan pos Gulkarmat setempat;
- Jika terjadi masalah mesin, jangan panik—nyalakan sinyal darurat dan hubungi tim rescue terdekat.
Dengan penerapan standar keselamatan yang lebih ketat, diharapkan insiden serupa tidak terulang di perairan yang menjadi primadona wisata Ibu Kota ini.
[SOCIAL_TWEET]: Belasan wisatawan dievakuasi setelah kapal terombang-ambing 2 jam di perairan Pulau Bokor. Tim Gulkarmat sigap selamatkan 15 penumpang tanpa korban jiwa. #KepulauanSeribu #Gulkarmat #KeselamatanWisata[SOCIAL_TG]: ⛵ 15 wisatawan dievakuasi dari kapal mati mesin di Pulau Bokor. Dua jam terombang-ambing di laut, akhirnya selamat berkat kesigapan Tim Gulkarmat! 😌👍 #InfoDarurat
Comments (0)