Agrinas Akhirnya Buka Suara soal Gaji Pengelola Koperasi Merah Putih
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah beredar kabar mengenai ketidakpuasan pengelola Koperasi Merah Putih terkait gaji, PT Agrinas selaku induk akhirnya memberikan klarifikasi. Direktur Utama Agrinas, Joa...
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah beredar kabar mengenai ketidakpuasan pengelola Koperasi Merah Putih terkait gaji, PT Agrinas selaku induk akhirnya memberikan klarifikasi. Direktur Utama Agrinas, Joao (nama lengkap), menyatakan bahwa dalam sepekan terakhir pihaknya terus mengaudit dan memonitor sistem yang berjalan, memastikan tak ada kesalahan teknis yang merugikan para pengelola koperasi binaannya. Pernyataan ini sekaligus merespons keluhan yang mencuat di kalangan pengurus Koperasi Merah Putih beberapa waktu lalu.
Klarifikasi dari Manajemen
Joao menegaskan bahwa manajemen tidak menutup mata terhadap isu yang berkembang. “Tim kami sudah bekerja 7 hari terakhir tanpa henti memeriksa integrasi database penggajian dan pencocokan data absensi. Tidak ada indikasi pemotongan sepihak, namun kami menemukan beberapa anomali kecil yang segera diperbaiki,” ujarnya. Ia merinci, dari total 1.200 pengelola koperasi di seluruh Indonesia, hanya 2,7% yang mengalami keterlambatan transfer akibat pembaruan sistem perbankan. Agrinas, lanjutnya, sudah menggelontorkan dana talangan agar hak pekerja tetap terpenuhi tepat waktu.
Dua Sisi Polemik Gaji
Di satu sisi, para pengelola Koperasi Merah Putih mengapresiasi langkah cepat Agrinas. Seorang perwakilan pengelola di wilayah Jawa Timur mengaku gajinya sempat tersendat tiga hari, namun sudah dilunasi berikut kompensasi kecil. “Kami paham transformasi digital kadang ada gangguan. Yang penting komunikasi lancar,” ujarnya. Di sisi lain, serikat pekerja koperasi menyoroti transparansi slip gaji. Mereka menyebut masih ada komponen tunjangan yang tidak terinci sehingga menimbulkan tanda tanya. Agrinas berjanji akan merilis format slip elektronik baru yang lebih jelas pekan depan.
Pembaruan Sistem Penggajian
Guna mencegah polemik berulang, Agrinas menggencarkan migrasi ke platform HRIS terkini yang memungkinkan pengelola koperasi memantau perhitungan gaji mereka secara real-time melalui aplikasi seluler. Joao menargetkan seluruh unit Koperasi Merah Putih sudah terhubung sebelum akhir kuartal II tahun ini. “Investasi sistem ini mencapai Rp28 miliar. Kita ingin memastikan setiap rupiah yang diterima pengelola sesuai kinerja dan aturan yang berlaku,” tambahnya. Proyek ini mencakup integrasi data penjualan, kehadiran, dan target usaha koperasi, sehingga bonus dan insentif bisa dihitung otomatis tanpa campur tangan manual yang rawan kesalahan.
Proyeksi dan Komitmen Agrinas
Agrinas juga menyampaikan komitmen untuk menaikkan standar kesejahteraan pengelola. Tahun ini, anggaran untuk gaji dan insentif pengelola Koperasi Merah Putih naik 11,4% dibanding tahun lalu, menjadi total Rp520 miliar. Kenaikan tersebut dialokasikan terutama untuk pengelola di daerah tertinggal sebagai bentuk pemerataan ekonomi. Analis ekonomi menilai langkah Agrinas ini positif bagi soliditas koperasi, namun mengingatkan agar sistem pengawasan internal diperketat agar kejadian serupa tak terulang. Sementara itu, Joao memastikan bahwa mulai bulan depan, audit gaji akan dilakukan secara bulanan oleh pihak ketiga independen. Ia berharap, dengan perbaikan ini, kepercayaan pengelola Koperasi Merah Putih terhadap induk usaha bisa pulih sepenuhnya dan produktivitas meningkat.
Baca juga:
Comments (0)