Sarwendah Siap All Out Hadapi Gugatan Hak Asuh Anak
Jakarta Selatan — Artis dan penyanyi Sarwendah Tan didampingi kuasa hukumnya hadir memenuhi panggilan sidang perdana gugatan hak asuh anak yang diajukan ol
Jakarta Selatan — Artis dan penyanyi Sarwendah Tan didampingi kuasa hukumnya hadir memenuhi panggilan sidang perdana gugatan hak asuh anak yang diajukan oleh mantan suaminya, presenter Ruben Onsu, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026). Dengan busana serba hitam dan ekspresi tenang, Sarwendah menyatakan dirinya siap ‘all out’ menghadapi proses hukum yang akan menentukan masa depan ketiga buah hatinya.
Kehadiran yang Dinanti
Sidang yang dimulai pukul 10.00 WIB itu berlangsung tertutup untuk umum. Sarwendah tiba sekitar pukul 09.30 didampingi tim kuasa hukum pribadi yang lengkap. Sementara Ruben Onsu terlihat hadir melalui kuasa hukumnya tanpa kehadiran langsung. Gugatan yang didaftarkan Ruben pada awal Juli 2026 itu menuai perhatian publik mengingat keduanya merupakan figur publik dengan basis penggemar yang besar.
Dalam pernyataan singkat kepada awak media sebelum memasuki ruang sidang, Sarwendah menegaskan komitmennya. “Saya siap menjalani proses ini sampai akhir. Tidak ada yang lebih penting dari kebahagiaan dan masa depan anak-anak saya,” ujarnya dengan nada bergetar namun tegar.
“Saya percaya pada keadilan. Saya akan berjuang untuk anak-anak. Saya yakin majelis hakim akan melihat mana yang terbaik untuk mereka,” tambah Sarwendah.
Latar Perebutan Hak Asuh Tiga Anak
Pasangan yang menikah pada 22 Oktober 2013 ini dikaruniai tiga orang anak, yaitu Betrand Peto Putra Onsu (adopsi), Thalia Putri Onsu, dan Thania Putri Onsu. Ruben dan Sarwendah resmi bercerai pada akhir 2025 setelah melalui proses mediasi yang tak berhasil. Sejak perpisahan, kedua belah pihak sempat membagi waktu pengasuhan secara informal, namun perbedaan pandangan soal pendidikan, domisili, dan keseharian anak-anak memicu ketegangan yang akhirnya berujung di pengadilan.
Kuasa hukum Sarwendah, Rully Hidayat, menjelaskan bahwa kliennya tidak menuntut hak asuh penuh tanpa memperhatikan hak mantan suami. “Kami mengajukan hak asuh bersama dengan kuasa pengasuhan utama pada ibu. Sri Sarwendah adalah figur yang sangat lekat dengan anak-anaknya. Klien kami siap menunjukkan bukti dan saksi bahwa ia layak menjadi pengasuh utama,” ungkap Rully usai persidangan.
- Poin Utama Sengketa: Domisili utama anak, pendidikan formal, dan waktu tinggal bersama ayah.
- Dasar Gugatan Ruben: Diduga kekhawatiran akan pola asuh dan pengaruh lingkungan tempat Sarwendah tinggal.
- Jadwal Sidang Berikutnya: Mediasi lanjutan dijadwalkan pekan depan untuk mencari titik temu.
Sikap ‘All Out’ dan Persiapan Hukum Matang
Sarwendah yang kini banyak berkegiatan di dunia musik dan bisnis kecantikan menegaskan bahwa dirinya akan mengurangi aktivitas profesional selama proses sidang agar bisa fokus penuh. “Ini soal hati saya. Saya nggak mau setengah-setengah. Buat apa kerja keras kalau anak-anak jadi korban?” ucapnya lirih. Ia juga menyebut telah mengumpulkan sejumlah saksi dan bukti administrasi yang menunjukkan keharmonisan relasi ibu-anak selama ini.
Di sisi lain, Ruben Onsu masih memilih bungkam. Hingga berita ini diturunkan, ia belum memberikan keterangan resmi. Pihak kuasa hukumnya hanya menyampaikan bahwa gugatan diajukan dengan pertimbangan matang dan semata-mata demi kepentingan terbaik anak.
Tanggapan Psikolog dan Ahli Hukum
Seorang psikolog anak yang dimintai pendapatnya oleh Beritadua.com menekankan bahwa pertarungan hak asuh yang panas bisa berdampak emosional jangka panjang pada anak jika tidak dikelola dengan baik. “Anak butuh stabilitas. Proses pengadilan harusnya menjadi sarana untuk mencari solusi, bukan ajang pembuktian siapa yang lebih buruk,” jelas Dr. Ratna Dewi, M.Psi.
Dari sisi hukum, pengamat hukum keluarga Universitas Indonesia, Prof. Budi Santoso, mengatakan bahwa majelis hakim akan menilai dari banyak aspek, termasuk ekonomi, kedekatan emosional, serta keinginan anak (terutama anak yang sudah memasuki usia 12 tahun ke atas). “Hakim akan menggali fakta di persidangan dengan hati-hati. Bukan soal siapa yang menang, tapi mana yang paling sedikit merugikan anak,” ujarnya.
Harapan Publik dan Netizen
Kabar persidangan ini langsung memicu gelombang komentar di media sosial. Tagar #KamiBersamaSarwendah dan #RubenOnsu sempat masuk jajaran trending Twitter Indonesia. Banyak netizen berharap proses berlangsung damai dan anak-anak tetap merasakan kasih sayang kedua orang tua. “Apapun yang terjadi, jangan sampai anak-anak jadi tumbal,” komentar salah satu warganet di kolom Instagram Beritadua.com.
Sementara itu, sidang berikutnya akan beragenda mediasi formal. Jika mediasi gagal, perkara akan berlanjut ke pembuktian pokok perkara yang diprediksi akan memakan waktu beberapa bulan. Masyarakat pun menanti akhir dari drama rumah tangga ini dengan harapan buah hati mereka tetap tumbuh bahagia.
Comments (0)