Oct 11, 2026
Bisnis

MotoGP Mandalika 2026 dan Dinamika Ekonomi NTB

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat dan laporan penyelenggara sirkuit internasional pada Oktober 2026, pergelaran MotoGP di kawasan Mandalika menyerap tenaga kerja sekitar 9.000 oran...

MotoGP Mandalika 2026 dan Dinamika Ekonomi NTB

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat dan laporan penyelenggara sirkuit internasional pada Oktober 2026, pergelaran MotoGP di kawasan Mandalika menyerap tenaga kerja sekitar 9.000 orang. Angka itu mencakup petugas keamanan, kru logistik, tenaga kebersihan, staf akomodasi, hingga pelaku usaha mikro yang berjualan di sekitar arena. Penyelenggaraan tahun ini disebut melibatkan lebih banyak pekerja lokal dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.

Dampak Langsung pada Lapangan Kerja

Dari sisi ketenagakerjaan, penyerapan 9.000 pekerja tersebut terbagi dalam beberapa klaster. Sebagian besar bekerja sebagai tenaga harian lepas selama periode balapan, sementara sekitar seperempat lainnya terlibat dalam pekerjaan persiapan yang berlangsung sejak beberapa pekan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan event nasional berskala besar lain, proporsi tenaga kerja lokal di Mandalika tergolong tinggi, yaitu mencapai lebih dari 80 persen dari total kebutuhan.

Di satu sisi, keberadaan ajang ini menciptakan permintaan tenaga kerja yang cepat dan berdampak pada peningkatan pendapatan rumah tangga di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Sektor jasa seperti homestay, katering, transportasi, dan penyewaan kendaraan mengalami kenaikan permintaan yang signifikan. Beberapa pelaku usaha melaporkan pendapatan selama pekan balapan bisa mencapai 3 sampai 5 kali dibanding hari biasa.

Di sisi lain, sifat pekerjaan yang musiman membuat keberlanjutan manfaat ekonomi menjadi pertanyaan. Setelah rangkaian event selesai, sebagian pekerja kembali menganggur atau beralih ke sektor informal. Fenomena ini lazim disebut sebagai event-driven income, yaitu lonjakan pendapatan yang hanya bertahan selama periode acara berlangsung.

UMKM dan Homestay sebagai Motor Penggerak

Data dari asosiasi UMKM setempat menunjukkan sekitar 1.500 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah terlibat aktif dalam ekosistem MotoGP Mandalika. Mereka bergerak di bidang kuliner, cendera mata, pakaian, hingga jasa fotografi. Homestay dan penginapan berbasis rumah warga turut mengalami kenaikan tingkat hunian hingga mendekati 100 persen selama pekan balapan.

Dari perspektif ekonomi makro, geliat sektor riil ini tercermin pada peningkatan perputaran uang di daerah. Pro: multiplier effect dari belanja wisatawan diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2 kali, artinya setiap rupiah yang dibelanjakan pengunjung berpotensi menciptakan tambahan aktivitas ekonomi di sektor lain. Kontra: sebagian ekonom mengingatkan bahwa multiplier ini sering kali tidak merata karena rantai pasok masih didominasi pemasok dari luar daerah.

"Event berskala internasional memang mengangkat sentimen pasar dan likuiditas daerah, tetapi yang menentukan adalah seberapa besar nilai tambah yang tertahan di masyarakat lokal," ujar seorang analis ekonomi regional.

Proyeksi dan Tantangan Fundamental

Secara year-on-year, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ketergantungan pada kalender event menjadi risiko tersendiri. Jika tidak diimbangi dengan pengembangan infrastruktur dan kapasitas SDM berkelanjutan, lonjakan ini berpotensi bersifat sementara.

Pemerintah daerah menargetkan agar manfaat tidak berhenti pada pekan balapan. Salah satu caranya adalah mendorong pelaku UMKM naik kelas melalui sertifikasi, digitalisasi pembayaran, dan akses pembiayaan. Dengan demikian, portofolio usaha masyarakat tidak hanya bergantung pada satu momentum tahunan.

Pada akhirnya, MotoGP Mandalika 2026 memberikan gambaran nyata bahwa event olahraga dapat menjadi katalis ekonomi. Namun, fundamental daerah tetap perlu diperkuat agar kenaikan ini bukan sekadar sentimen sesaat, melainkan bagian dari transformasi ekonomi yang berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User