Oct 16, 2026
Bisnis

Martha Tilaar Berpulang, Menakar Jejak Bisnis Kosmetik Rp Triliunan

Berdasarkan data industri kosmetik nasional per 2024, sektor ini mencatat nilai pasar yang terus menggeliat, dengan pertumbuhan year-on-year berkisar 6–8 persen dalam lima tahun terakhir. Di tengah ...

Martha Tilaar Berpulang, Menakar Jejak Bisnis Kosmetik Rp Triliunan

Berdasarkan data industri kosmetik nasional per 2024, sektor ini mencatat nilai pasar yang terus menggeliat, dengan pertumbuhan year-on-year berkisar 6–8 persen dalam lima tahun terakhir. Di tengah dinamika itu, satu nama yang lama menjadi penanda penting industri kecantikan Tanah Air, Martha Tilaar, dikabarkan tutup usia pada 89 tahun. Kepergiannya bukan sekadar berita duka, melainkan momentum untuk membaca ulang peta bisnis kosmetik nasional yang dibangunnya selama lebih dari empat dekade.

Fondasi Bisnis yang Tumbuh dari Satu Salon Kecil

Perjalanan Martha Tilaar dimulai dari usaha yang jauh dari kesan korporasi besar. Bermodal keahlian tata rias dan pemahaman mendalam soal bahan alami Indonesia, ia membangun jaringan usaha yang kini menaungi sejumlah merek di segmen perawatan kulit, kosmetik dekoratif, hingga jamu dan produk herbal. Nilai portofolio merek yang dikelolanya diperkirakan menyentuh angka ratusan miliar rupiah per tahun, dengan jangkauan distribusi yang menembus pasar modern, salon, hingga ekspor ke sejumlah negara Asia dan Eropa.

Yang menarik, model bisnis ini dibangun di atas fundamental yang jarang dimiliki pemain kosmetik nasional pada eranya, yakni integrasi dari hulu ke hilir. Mulai dari riset bahan baku, budidaya tanaman lokal, produksi, hingga jaringan ritel dan pendidikan kecantikan. Ini menjadikan entitas bisnisnya lebih tahan terhadap gejolak sentimen pasar dibanding pemain yang hanya bergerak di hilir.

Pro: Warisan Ekonomi yang Terukur dan Berkelanjutan

Di satu sisi, kontribusi kelompok usaha ini terhadap ekonomi nasional cukup terukur. Dari sisi penyerapan tenaga kerja, jaringan salon dan lembaga pendidikan kecantikan yang bernaung di bawahnya menyerap ribuan pekerja, mayoritas perempuan. Dari sisi rantai pasok, kemitraan dengan petani tanaman obat dan bahan alami memberi efek berganda ke ekonomi daerah. Sejumlah ekonom menilai model ini selaras dengan tren industri hijau dan ekonomi sirkular yang kini menjadi prioritas kebijakan.

"Bisnis berbasis bahan alami dan kearifan lokal punya daya tahan lebih baik karena tidak sepenuhnya bergantung pada impor bahan baku kimia yang harganya rentan terhadap fluktuasi kurs," ujar seorang pengamat industri manufaktur konsumen.

Selain itu, nilai merek yang dibangun selama puluhan tahun menciptakan apa yang dalam dunia bisnis disebut brand equity — aset tak berwujud yang tidak mudah ditiru pesaing. Ini memberi keunggulan kompetitif dalam valuasi jangka panjang, terutama bila perusahaan membuka akses pendanaan atau bermitra strategis.

Kontra: Tantangan Regenerasi dan Disrupsi Pasar

Di sisi lain, sejumlah analis mengingatkan bahwa warisan sebesar itu tidak otomatis berkelanjutan. Struktur kepemimpinan yang sangat terpusat pada sosok pendiri menimbulkan risiko key person — situasi di mana keberlangsungan bisnis sangat bergantung pada satu figur. Transisi kepemimpinan menjadi ujian berikutnya, terutama di tengah tekanan kompetisi dari merek global dan pemain lokal baru yang lebih gesit memasarkan produk lewat kanal digital.

Data e-commerce menunjukkan bahwa penjualan kosmetik daring tumbuh dua digit per tahun, sementara kanal ritel konvensional cenderung melambat. Pemain lama dituntut beradaptasi dengan pola konsumsi generasi muda yang lebih memilih produk murah, cepat berganti tren, dan viral di media sosial. Dalam konteks ini, likuiditas dan kemampuan berinvestasi pada pemasaran digital menjadi penentu, dan tidak semua merek warisan siap.

Faktor lain adalah capital outflow di sektor kosmetik global yang membuat pemain multinasional agresif menggelontorkan dana promosi. Tekanan ini bisa menggerus pangsa pasar merek lokal bila tidak diimbangi efisiensi produksi dan inovasi formula.

Pelajaran bagi Industri dan Proyeksi ke Depan

Terlepas dari dua sisi itu, kepergian pendiri menjadi titik balik bagi hampir semua kelompok usaha keluarga di Indonesia. Sejumlah proyeksi menyebut konsolidasi industri kosmetik nasional akan berlanjut, dengan merger, akuisisi, atau kemitraan strategis sebagai jalan memperkuat rasio profitabilitas dan daya saing. Pemerintah sendiri menargetkan sektor kosmetik dan jamu masuk rantai nilai global, dengan dukungan riset dan sertifikasi bahan alami.

Bagi pembaca awam, cerita ini menunjukkan bahwa di balik produk kecantikan yang dipakai sehari-hari, ada rantai bisnis panjang yang menyentuh petani, pabrik, peritel, hingga tenaga terampil. Keberlanjutannya bergantung pada seberapa serius transisi manajemen dan adaptasi tren pasar dijalankan. Yang jelas, fondasi yang dibangun puluhan tahun tidak hilang dalam sekejap — tetapi juga tidak lestari tanpa pembaruan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User