Workshop Inovasi Model Bisnis dengan Business Model Canvas PT. Pamapersada Nusantara
Pada tanggal 6 Agustus 2025 lalu, saya berkesempatan untuk menjadi instruktur inovasi model bisnis dengan menggunakan alat bantu Business Model Canvas. Bagi yang belum akrab dengan model bisnis dan business model canvas, saya akan mencoba menjelaskan secara sederhana. Secara singkat, model bisnis adalah gambaran tentang bagaimana sebuah perusahaan menciptakan, menyampaikan, dan mendapat keuntungan dari nilai tambah yang diciptakan kepada konsumen. Nah, berhubung ada banyak sekali model bisnis yang diciptakan, maka diperlukan suatu alat bantu untuk mevisualisasikan model bisnis tersebut. Alat bantu yang saat ini amat sangat populer di Indonesia namanya adalah Business Model Canvas (BMC), yaitu sebuah alat bantu visual yang dapat digunakan untuk mengkomunikasikan model bisnis. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang BMC, saya sudah menjelaskannya panjang lebar di sini.
Pada workshop kali ini, saya mendapatkan tugas untuk membantu PT. Pamapersada Nusantara merancang future BMC yang sesuai dengan perkembangan tren di masa yang akan datang. Pelatihan ini bertujuan untuk membangun skenario apa yang sekiranya akan mempengaruhi industrial pertambangan yang akan mempengaruhi topologi bisnis dari PT. Pamapersada beserta 8 affiliation companies (affco) lainnya. Pelatihan ini dibawakan untuk Corporate Planning and Management Development (CPMD) sehingga nantinya PT. Pama beserta affco nya dapat bersiap dari saat ini untuk melakukan transisi perubahan model bisnis saat tren bisnis sudah berubah di masa yang akan datang.
Sesi pertama workshop diawali dengan pembekalan ilmu – ilmu dasar tentang Business Model Canvas itu sendiri. Saya menjelaskan secara singkat 9 elemen dasar yang ada pada BMC dan prinsip – prinsip utama bagaimana cara mengisinya. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi workshop di mana para peserta mengisi BMC seperti yang telah dijelaskan pada sesi sebelumnya dengan menggunakan model bisnis eksisting masing – masing yang saat ini dijalani oleh perusahaan. Berikut ini adalah dokumentasi keseruan praktik BMC di PT. Pamapersada beserta beberapa affco yang juga ikut serta,

Setelah berhasil mengisi Business Model Canvas, lalu apa langkah selanjutnya? Karena tujuan dari pelatihan ini adalah merancang future business model, maka peserta perlu untuk memikirkan apa sekiranya skenario – skenario yang mungkin terjadi di masa yang akan datang berdasarkan data – data yang ada. Maka sesi berikutnya, peserta saya ajak untuk melakukan identifikasi business model environment, yaitu 4 aspek yang mempengaruhi model bisnis: Industry Forces, Market Forces, Key Trends, dan Macroeconomic Forces. Pada workshop kali ini, peserta juga saya kenalkan dengan Business Model Environment Canvas (BMEC) yang digunakan untuk menyusun scenario planning terkait dengan apa yang most likely akan terjadi sehingga perusahaan dapat mengantisipasi tren tersebut sejak dini.

Setelah peserta berhasil mengisi Business Model Environment Canvas (BMEC), maka akan dipilih satu kelompok untuk mempresentasikan kanvas tersebut kepada peserta lainnya. Sesi presentasi ini diharapkan akan menambah insight pada kelompok lain mengenai berbagai macam trends yang mungkin tidak terdeteksi sebelumnya. Sehingga harapannya setelah presentasi, peserta akan dapat membuat scenario planning yang lebih matang karena mendapatkan masukan dari hasil pengerjaan kelompok lain.
Setelah sesi BMEC, peserta kemudian saya pandu untuk melakukan assessment atau penilaian performa terhadap model bisnis eksisting yang dikontekstualisasi pada scenario planning yang telah dibuat dengan BMEC. Pada sesi ini, saya menyiapkan lembaran business model assessment canvas (BMAC) untuk menilai seperti apa performa model bisnis eksisting tersebut secara terstruktur. Hasil akhir dari sesi ini adalah peserta akan dapat menilai secara kuantitatif bagian – bagian model bisnis mana saja yang sekiranya memiliki performa yang baik dan bagian mana dari model bisnis yang perlu diitingkatkan. Berikut adalah gambaran dari situasi pengisian business model assessment canvas (BMAC),

Hasil akhir dari pengisian BMAC ini kemudian dapat menjadi masukan logis sebagai titik awal keberangkatan dari inovasi model bisnis. Sesi inovasi model bisnis ini saya bawakan pada sesi terakhir, setelah peserta mampu mempraktikkan pengisian BMC, BMEC, dan juga BMAC. Pada awal sesi ini, setiap peserta sudah memiliki pemetaan bagian – bagian mana saja pada model bisnis eksisting yang ‘sakit’ dan juga yang ‘sehat’ pada saat menghadapi dinamika bisnis di masa depan. Sesi inovasi ini kemudian berjalan dengan sangat seru, karena masing – masing peserta dengan semangat berkontribusi dalam memberikan ide – ide kreatif untuk menyehatkan bagian – bagian dari model bisnis yang sakit. Berikut ini adalah situasi workshop inovasi model bisnis yang berfokus dalam menghasilkan future business model,

Pelatihan berjalan dengan sangat seru dan menyenangkan. Saya terima kasih sekali kepada tim CPMD yang telah mengundang dan memberikan saya kesempatan untuk memandu bagaimana menjalankan inovasi model bisnis yang terstruktur dengan menggunakan BMC beserta kanvas – kanvas lainnya. Dan tentu saja sesi akhir dari workshop ditutup dengan sesi foto bersama dengan para peserta pelatihan. Sampai jumpa di workshop business canvas series berikutnya!
Salam,
Arry Rahmawan
The post Workshop Inovasi Model Bisnis dengan Business Model Canvas PT. Pamapersada Nusantara first appeared on Arry Rahmawan Destyanto.
Sumber: Arry Rahmawan
admin adalah kontributor di BeritaDua. Artikel ini diterbitkan pada 03 July 2026.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Tinggalkan Komentar