Friday, 03 July 2026
CariTentang

Behind the Internship: Mahasiswa UKSW Bagikan Pengalaman Magang yang Mengubah Cara Pandang

Daftar Isi
  1. Pengalaman Emosional

Masih berpikir anak magang hanya menjadi “asisten” di kantor? Nyatanya, pengalaman dua mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Zeresy Tiara Putri dan Chaterina April Philia, membuktikan sebaliknya. Mereka justru mendapat kesempatan terlibat langsung dalam advokasi, pendidikan, hingga pendampingan masyarakat selama menjalani magang di institusi sosial. Kisah inspiratif itu mereka bagikan dalam Instagram Live Behind the Internship: Cerita yang Gak Ada di Laporan Magang, dipandu oleh host Elnando Wongkar, S.I.Kom., M.I.Kom., dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM).

Keberhasilan kedua mahasiswi dalam menaklukkan tantangan dunia profesional di lapangan merupakan cerminan dari materi serta pembinaan intensif yang mereka terima selama kuliah di UKSW. Dengan berbekal nilai-nilai kemanusiaan dan etika kerja yang ditanamkan kampus, mereka mampu mengubah stigma negatif mengenai mahasiswa magang menjadi kontribusi nyata yang membawa hal positif bagi masyarakat.

Nilai-nilai inilah yang menjadi modal utama saat menghadapi realita di lapangan, seperti yang diungkapkan Zeresy, yang mendapat kesempatan magang di Westgate Refugee Support (WRS), Malaysia. “Awalnya saya merasa cemas karena berada di lingkungan baru, namun rekan-rekan di tempat magang sangat terbuka dan memperlakukan kami layaknya keluarga”, ujarnya.

Hal senada juga dialami oleh Chaterina yang menjalani magang di Women’s Crisis Center Pasundan Durebang, Bandung. Ia mengakui berkat fondasi bimbingan intensif dari kampus, rasa cemas di awal magang justru perlahan terkikis dan membentuk keberaniannya untuk terjun langsung memberikan advokasi bagi para korban.

Bukan sekadar mengerjakan tugas administratif, kedua mahasiswi ini justru dipercaya untuk menangani isu-isu krusial di instansi tempat mereka mengabdi. Atas kinerja luar biasa tersebut, keduanya mendapatkan apresiasi berupa tawaran untuk kembali sebagai relawan profesional, baik sebagai pengajar bagi anak-anak di Malaysia maupun sebagai pendamping proyek follow-up kasus di lingkungan tempat tinggalnya.

Pengalaman Emosional

Tempat magang juga memberikan pelajaran emosional yang mendalam bagi keduanya. Zeresy mengaku merasa sedih saat melihat sesama manusia yang memiliki potensi besar namun tidak mendapatkan hak perlindungan yang setara. “Kemanusiaan itu di atas segalanya. Mereka yang tidak punya dokumen dan sering dianggap tidak berharga, justru di sana menjadi sangat berharga,” ungkap Zeresy.

Sementara itu, Chaterina belajar untuk lebih peka terhadap bentuk kekerasan kecil yang sering dinormalisasi. “Pelajaran terbesar yang aku dapatkan, ternyata aku belum sepeka itu pada hal-hal kecil seperti berbagi stiker atau candaan seks (sexist jokes) yang merendahkan gender tertentu. Dari sana, aku berusaha lebih berani bersuara kalau ada hal yang tidak pantas. Kita sebagai perempuan jangan terlalu buta, raise your voice!” tegas Chaterina. dari momen ini menjadi refleksi nyata bagi mereka bahwa tindakan kemanusiaan, sekecil apa pun, memiliki makna yang sangat besar.

Dari pengalaman berharga tersebut mereka mendorong mahasiswa lain untuk tidak ragu dalam mencari pengalaman, karena dengan persiapan yang matang dan kemauan untuk bertumbuh, proses magang akan menjadi perjalanan yang menyenangkan bahkan pembelajaran berharga.

Keberhasilan ini menjadi wujud nyata komitmen kampus dalam mendukung Asta Cita ke-4 mengenai pengembangan sumber daya manusia dan kesetaraan gender, serta misi ke-8 terkait harmoni lingkungan, budaya, dan toleransi. Kegiatan ini menandai bahwa UKSW terus berkomitmen menciptakan Creative Minority yang berkontribusi dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 yaitu pendidikan berkualitas, ke-5 yaitu kesetaraan gender, ke-8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 34 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.

Salam Satu Hati UKSW! (Arl_TimKomblik/foto:

The post Behind the Internship: Mahasiswa UKSW Bagikan Pengalaman Magang yang Mengubah Cara Pandang appeared first on Universitas Kristen Satya Wacana.

Sumber: Universitas Kristen Satya Wacana

a
admin⏱ 4 menit baca

admin adalah kontributor di BeritaDua. Artikel ini diterbitkan pada 03 July 2026.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Komentar