Kisah Angel, Penyandang Tunanetra Lolos Diterima Kuliah di UGM
Semangat menginspirasi datang dari Angela Electra Vega Suseno (17). Gadis asal Yogyakarta penyandang tunanetra ini diterima menjadi mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada UGM di prodi Sosiologi Fisipol UGM lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Sosok yang kerap disapa Angel ini mengaku bersyukur bisa meraih salah satu mimpinya menapaki jenjang ke perguruan tinggi. Namun di keberhasilan itu, ia memiliki keistimewaan sebagai penyandang tunanetra total sejak kecil.
Angel lahir di lingkungan yang berlimpah cinta dan kasih sayang dari keluarga. Ia sendiri mengaku kagum terhadap keluarganya yang selalu ada untuk menuntun langkah, menerima kondisi apa adanya, hingga mendukung penuh pendidikan. Bahkan, ia menceritakan satu sosok kakaknya yang sempat mendampingi penuh saat SMP di kelas sambil menjalani perkuliahannya kala itu.
Kabar kelulusannya menjadi satu kebahagiaan bagi keluarganya. Terlebih, anak bungsu dari tiga bersaudara ini melengkapi diri sebagai calon keluarga besar lulusan Universitas Gadjah Mada. Angel menceritakan kedua orang tua serta kedua kakaknya merupakan lulusan dari UGM sehingga ada semangat tersendiri bagi dirinya untuk teguh memperjuangkan almamater tersebut. “Ayah alumni Teknik Elektro, Mama dari MIPA Ilmu Komputer, kakak D4 Teknologi Rekayasa Internet, dan FKKMK. UGM ini juga mimpi sejak SMP,” sebutnya, Jumat (3/7).
Ia mengaku lingkungan belajarnya mendukung. Sejak di SMA, tepatnya di BOPKRI 2 Yogyakarta, aktivitas pembelajarannya dibantu menggunakan screen reader yang ada di gawai. “Biasanya guru akan mengirim materi dulu dalam bentuk PDF sehingga memudahkan untuk ikut belajar bersama teman-teman lainnya,” ujarnya.
Aktivitas sekolahnya pun beragam. Ia menceritakan aktif di ekstrakurikuler bernyanyi, band, hingga public speaking. Angel pun berprestasi dalam beberapa lomba, di antaranya juara harapan 2 lomba mendongeng Bahasa Jawa tingkat Kabupaten Bantul serta juara 2 speech contest on Global Friendship yang diadakan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.
Ia menceritakan bahwa SMA menjadi kali pertamanya berinteraksi tanpa pendamping. Sebab, sejak SD Angel selalu dibersamai dengan pendamping untuk kegiatan maupun pembelajaran di kelas. Ia mengaku bersyukur dan bahagia karena teman-teman sangat menyambut dan membantunya berdinamika di sekolah. “Sehingga saya enggak merasa kesulitan sama sekali untuk mengikuti sampai lulus, terus tenang,” ucapnya.
Mengulik perjuangannya masuk jenjang perguruan tinggi, Angel mengaku bahwa Sosiologi merupakan pilihan rekomendasi dari sang guru yang melihat potensinya di jurusan ini. Ia merasa cocok dengan jurusan tersebut karena ketertarikannya pada penelitian. “Setelah saya baca-baca lagi itu ternyata sosiologi menarik banget karena di situ ada penelitian-penelitian. Sebelumnya pernah ikut lomba-lomba esai, tetapi belum pernah menang. Jadi pengen coba lagi di kuliah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa belajar SNBT dilakukan melalui les privat dan kajian YouTube. Ia belajar melalui YouTube dari Laksana Rangkuman Audio UTBK. Menurutnya, kanal ini menjadi salah satu sumber belajarnya karena memudahkan sebagai penyandang tunanetra selama mempersiapkan ujian sebab berbasis audio.
Saat hari ujian pun ia mengaku cukup menantang karena baru pertama kali menjamah komputer. Sebelum mulai, Angel diberikan kisi-kisi shortcut untuk mengisi soal, misalnya Alt+A untuk soal sebelumnya, kemudian kursor untuk mengarahkan jawaban yang dipilih. “Dan untungnya bisa beradaptasi dengan cepat. Jadi kepanikan itu tidak mengganggu dalam mengerjakan,” jelasnya.
Menuju dunia perkuliahan nantinya, Angel menyatakan bahwa tantangan terbesarnya mungkin adalah beradaptasi dari lingkungan sekolah ke lingkungan kuliah yang cukup berbeda. Ia khawatir tidak bisa mengikuti perkuliahan dengan baik. Untuk itu, ia berencana bergabung dengan organisasi Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM. Selain itu, ia juga tertarik mengikuti komunitas berbasis penelitian yang dapat mengembangkan potensi dirinya.
Angel turut berpesan kepada teman-teman yang juga sedang berjuang di kondisi serupa. Ia mengingatkan untuk tidak kalah karena keadaan, karena baginya semua rencana Tuhan adalah yang terindah. Menurutnya, jika sudah berjalan di pilihan yang baik, maka patut untuk terus diperjuangkan. “Buat teman-teman tetap semangat karena kita enggak tahu rencana Tuhan tuh indah buat kita. Apapun jalan yang kita pilih selama itu baik, tetap diperjuangkan sampai kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan,” ungkapnya.
Penulis : Hanifah
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Jesi dan Dok. Angel
Artikel Kisah Angel, Penyandang Tunanetra Lolos Diterima Kuliah di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.
Sumber: Universitas Gadjah Mada
admin adalah kontributor di BeritaDua. Artikel ini diterbitkan pada 03 July 2026.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Tinggalkan Komentar