Petani Bintan Keluhkan Harga Pupuk Nonsubsidi dan Bibit Naik, Ongkos Produksi Makin Berat
batampos – Kenaikan harga pupuk nonsubsidi, bibit, hingga sarana produksi pertanian dikeluhkan kalangan petani di Kabupaten Bintan. Lonjakan harga tersebut dinilai semakin membebani, terutama bagi petani mandiri yang tidak tergabung dalam kelompok tani sehingga tidak menikmati pupuk subsidi.
Petani Kampung Sungai Jeram, Suroso, mengatakan pupuk subsidi dari pemerintah memang membantu, tetapi jumlahnya belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan petani.
“Yang paling terdampak adalah petani mandiri yang tidak masuk kelompok tani. Ongkos produksi mereka semakin besar,” kata Suroso, Jumat (3/7).
Menurutnya, sebagian petani terpaksa mengurangi penggunaan pupuk agar biaya tanam tetap terkendali.
“Mereka mengeluh, tetapi tidak punya banyak pilihan selain tetap menanam,” ujarnya.
Keluhan serupa dibenarkan pekerja Toko Pertanian Bisagro di Km 16 Toapaya, Suci Rahmadani. Ia mengatakan hampir seluruh kebutuhan pertanian mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Harga pupuk NPK merek Mutiara, misalnya, naik dari kisaran Rp700 ribuan menjadi sekitar Rp890 ribu per sak ukuran 50 kilogram. Pupuk NPK merek Pak Tani juga meningkat menjadi sekitar Rp818 ribu dari sebelumnya sekitar Rp700 ribuan per sak.
Sementara itu, pupuk Yara kini dijual sekitar Rp890 ribu per sak dari sebelumnya sekitar Rp700 ribu. Adapun pupuk urea melonjak dari kisaran Rp500 ribu-Rp600 ribu menjadi sekitar Rp740 ribu per sak.
Tidak hanya pupuk, harga bibit dan sarana pertanian lainnya juga ikut meningkat. Bibit kangkung naik dari Rp40 ribu menjadi Rp48 ribu per bungkus, sedangkan bibit jagung naik dari Rp120 ribu menjadi Rp130 ribu per bungkus.
Kenaikan juga terjadi pada pestisida yang naik dari Rp89 ribu menjadi Rp99 ribu per botol. Sementara harga mulsa melonjak dari sekitar Rp700 ribu menjadi Rp1 juta per roll.
Menurut Suci, kenaikan harga dipicu meningkatnya harga dari pemasok.
“Dari vendor memang sudah naik, jadi kami terpaksa menyesuaikan harga jual,” katanya.
Meski mengeluhkan kenaikan harga, para petani tetap membeli kebutuhan pertanian karena harus menjaga keberlangsungan usaha tanam mereka.
“Banyak petani mandiri yang mengeluh, tetapi mereka tetap rutin membeli kebutuhan di toko kami,” pungkasnya. (*)
Artikel Petani Bintan Keluhkan Harga Pupuk Nonsubsidi dan Bibit Naik, Ongkos Produksi Makin Berat pertama kali tampil pada Kepri.
Artikel Petani Bintan Keluhkan Harga Pupuk Nonsubsidi dan Bibit Naik, Ongkos Produksi Makin Berat pertama kali tayang di batampos.co.id.
Sumber: Batam Pos
admin adalah kontributor di BeritaDua. Artikel ini diterbitkan pada 04 July 2026.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Tinggalkan Komentar