OJK Jabar Dorong Pelajar Cakap Finansial di Era Digital
RADARBANDUNG.ID, BANDUNG– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mendorong pelajar menjadi generasi yang cakap finansial, mampu mengelola keuangan secara bijak, serta memiliki karakter kuat dalam menghadapi disrupsi era digital.
Ajakan tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, saat menjadi narasumber dalam Workshop Literasi Keuangan bagi Pelajar SMA/SMK se-Jawa Barat yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat di Bandung. Kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta, terdiri atas 200 peserta luring dan 300 peserta daring yang berasal dari pelajar SMA/SMK serta perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.
Workshop ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan generasi muda sekaligus memperkuat karakter dan kecintaan terhadap budaya daerah. Selain sesi edukasi keuangan, kegiatan juga diisi dengan pentas seni dan budaya yang menampilkan karya pelajar SMA/SMK dari berbagai daerah di Jawa Barat sebagai wujud sinergi antara literasi, pendidikan, dan pelestarian budaya.
Kepala Dispusipda Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji, mengatakan generasi muda perlu dibekali berbagai literasi untuk menghadapi perkembangan zaman, terutama literasi keuangan dan literasi budaya.
“Generasi muda Jawa Barat harus menjadi generasi yang gemar belajar, mencintai budaya, serta memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik. Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang belajar yang inspiratif melalui kolaborasi antara literasi, budaya, dan edukasi keuangan,” ujar Kusmana.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Muntamah, menilai literasi keuangan menjadi bekal penting bagi pelajar dalam menghadapi perkembangan teknologi dan berbagai tantangan di era digital.
“Anak-anak kita harus memiliki kemampuan mengelola keuangan sejak dini agar mampu merencanakan masa depan dengan lebih baik serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai tren yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi keuangan mereka,” kata Siti.
Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Nanin Taryana, mengajak para pelajar memanfaatkan masa muda untuk membangun prestasi, kompetensi, dan karakter.
“Gunakan masa muda untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri. Generasi muda Jawa Barat harus menjadi generasi yang produktif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Nanin.
Dalam sesi edukasi, Darwisman menegaskan bahwa kemampuan mengelola keuangan merupakan keterampilan hidup yang harus dimiliki setiap generasi muda. Menurutnya, kemajuan teknologi telah mempermudah akses terhadap layanan dan transaksi keuangan, namun juga menghadirkan berbagai risiko yang perlu diantisipasi.
Ia mengajak pelajar membangun kebiasaan keuangan yang sehat melalui pencatatan keuangan, penyusunan skala prioritas kebutuhan, serta membiasakan diri menabung secara rutin.
“Mulailah dengan prinsip sederhana, yaitu sisihkan, bukan sisakan. Menabung harus menjadi prioritas sejak awal, bukan menunggu ada sisa uang,” ujar Darwisman.
Darwisman juga mengingatkan pelajar agar tidak terjebak pola pikir You Only Live Once (YOLO) maupun Fear of Missing Out (FOMO) yang dapat memicu perilaku konsumtif.
“Jangan hanya karena ingin mengikuti tren kemudian membeli semua yang sedang viral menggunakan paylater. Barangnya memang dapat dinikmati hari ini, tetapi tagihannya tetap harus dibayar di kemudian hari. Keputusan keuangan yang baik adalah keputusan yang mempertimbangkan kebutuhan, kemampuan, dan tujuan masa depan,” tegasnya.
Selain itu, Darwisman mengimbau pelajar selalu menerapkan prinsip 2L yakni Legal dan Logis, sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan. Ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan, investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta aktivitas keuangan ilegal lainnya yang dapat merugikan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, OJK Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berharap pemahaman pelajar mengenai pengelolaan keuangan yang sehat semakin meningkat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran terhadap risiko kejahatan keuangan digital serta membentuk generasi muda yang cakap finansial, berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional. (nto)
Sumber: Radar Bandung
admin adalah kontributor di BeritaDua. Artikel ini diterbitkan pada 03 July 2026.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Tinggalkan Komentar