Peluncuran GAC E9 PHEV Ditunda Lagi, GAC Indonesia Ungkap Alasannya
Jakarta – GAC Indonesia kembali menunda peluncuran GAC E9 PHEV di pasar Tanah Air. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari harga bahan bakar yang belum stabil hingga pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Sebelumnya, pada Maret lalu, GAC Indonesia telah mengonfirmasi akan meluncurkan model baru pada pertengahan tahun ini. Meski identitas mobil tersebut masih dirahasiakan saat itu, berbagai bocoran yang diberikan mengarah pada E9 PHEV.
Baca Juga: GAC Indonesia Siapkan SUV dan MPV Baru, Peluncuran E9 PHEV Semakin Dekat
Beberapa bulan sebelum pengumuman tersebut, GAC Indonesia juga sempat memamerkan Multi Purpose Vehicle (MPV) berteknologi plug-in hybrid itu di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Namun, E9 PHEV hanya diperkenalkan kepada publik dan belum dipasarkan. Hingga akhir 2025, model tersebut tak kunjung diluncurkan.
Kala itu, GAC Indonesia beralasan bahwa pihaknya sengaja menunda peluncuran demi menunggu E9 PHEV keluaran terbaru rilis di China.
Memasuki 2026, E9 PHEV kembali menjadi sorotan setelah dipastikan bakal meluncur tahun ini. Bahkan, uji coba produksinya sempat dijadwalkan berlangsung pada Juni.
Namun, melihat perkembangan kondisi pasar saat ini, GAC Indonesia kembali memutuskan untuk menunda peluncuran MPV tujuh penumpang tersebut.
Tidak Hanya Peluncuran GAC E9 PHEV
Penundaan itu tidak hanya berlaku untuk E9 PHEV. GAC Indonesia juga mengurungkan peluncuran model baru lainnya, yakni SUV GS3 Emzoom.
“Untuk GIIAS 2026, saya menunda peluncuran kendaraan E9 PHEV dan Emzoom. Saya harus sebut namanya karena sudah saya tunda. Karena Emzoom itu adalah kendaraan berteknologi ICE (Internal Combustion Engine) 1.500 Turbo. Dengan fenomena yang sekarang lagi marak, setelah harga Pertamax naik, demonstrasi di mana-mana, saya melihat bahwa ini bukan saat yang tepat untuk melahirkan kendaraan tersebut,” ungkap Andry Ciu, CEO GAC Indonesia, baru-baru ini di Jakarta.
Selain kenaikan harga bahan bakar, Andry juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang asing sebagai salah satu pertimbangan.
“Exchange rate sekarang naik, dolar naik, yuan naik. Kalau saya luncurkan saat ini tentunya harganya menjadi tidak terlalu ekonomis. Lebih baik saya menunda sampai situasi stabil kembali,. Harga Pertamax kembali stabil, turun kembali. Tidak terlambat untuk kami luncurkan Emzoom di kemudian hari,” terang Andry Ciu.
Menurut Andry, alasan serupa juga berlaku bagi E9 PHEV meski mobil tersebut mengusung teknologi plug-in hybrid.
“Kenapa yang E9 PHEV juga ditunda, karena PHEV tetap menggunakan bahan bakar fosil. Oleh karena itu, karena dengan fenomena yang sekarang masih marak, GAC menunda peluncuran segala kendaraan yang berbahan bakar fosil,” sambungnya.
Andry belum dapat memastikan kapan kedua model tersebut akan diluncurkan di Indonesia. Ia berharap kondisi ekonomi dan pasar dapat segera membaik.
Baca Juga: MPV 7 Seater Baru GAC Bersiap Uji Coba Produksi, Meluncur di GIIAS 2026
“Semoga tidak berkepanjangan, harga Pertamax bisa terkendali, kurs kembali normal, ekonomi kembali membaik, dan kami bisa luncurkan,” pungkasnya.
Meski batal meluncurkan model baru di GIIAS 2026, GAC Indonesia memastikan tetap berpartisipasi dalam pameran otomotif tahunan tersebut. Pabrikan asal China itu juga menjanjikan kejutan lain yang akan diumumkan selama pameran berlangsung.
Penulis: Santo Sirait
Sumber: Carmudi Indonesia
admin adalah kontributor di BeritaDua. Artikel ini diterbitkan pada 03 July 2026.



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Tinggalkan Komentar