Friday, 03 July 2026
CariTentang

Pascakasus Rabies di Tegal Badeng Timur, Petugas Medikvet Perluas Vaksinasi

Setelah sebelumnya sempat melakukan vaksinasi rabies dalam radius sekitar 3 kilometer, petugas pun memperluas jangkauan vaksinasi ke seluruh wilayah Banjar Tangi. Perluasan vaksinasi emergency tersebut dilakukan pada Jumat (3/7) sebagai tindak lanjut hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar yang memastikan anjing penyerang warga tersebut positif rabies. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus ke hewan penular rabies (HPR) lain maupun kepada manusia.Koordinator Medik Veteriner (Medikvet) Kecamatan Negara, drh Ni Nyoman Citra Susilawati, mengatakan perluasan wilayah vaksinasi dilakukan karena masih terdapat banyak HPR yang belum mendapatkan vaksin saat pelaksanaan vaksinasi tahap pertama. "Ya, wilayah jangkauan vaksinasi kami perluas untuk mengantisipasi penyebaran virus rabies. Kami sasar seluruh wilayah Banjar Tangi. Namun hari ini belum selesai, nanti kami akan lanjutkan hari Senin," ujar Citra.Kasus di Banjar Tangi sendiri berawal dari laporan gigitan anjing terhadap sejumlah warga pada 15 Juni 2026. Anjing tersebut mati sehari kemudian, 16 Juni, sehingga petugas langsung mengambil sampel otak untuk diperiksa di laboratorium. Hasil pemeriksaan yang diterima pada 21 Juni menyatakan anjing tersebut positif rabies.Menindaklanjuti hasil tersebut, Tim Medik Veteriner Kecamatan Negara turun melaksanakan vaksinasi emergency pada 23 Juni dengan sasaran HPR dalam radius sekitar 3 kilometer dari lokasi kasus. Saat itu, sebanyak 50 ekor HPR berhasil divaksin, terdiri atas 20 ekor anjing dan 30 ekor kucing.Dalam pelaksanaan vaksinasi lanjutan pada Jumat kemarin, petugas kembali menyisir rumah-rumah warga bersama Tim Siaga Rabies (Tisira) Tegal Badeng Timur. Hasilnya, sebanyak 62 ekor HPR berhasil divaksinasi. "Tadi kami vaksinasi 62 ekor. Terdiri atas 24 ekor anjing dan 38 ekor kucing," ucap Citra.Dengan demikian, total HPR yang telah mendapatkan vaksin pascakasus rabies di Banjar Tangi mencapai 112 ekor, yakni 44 ekor anjing dan 68 ekor kucing. Meski demikian, penyisiran belum selesai sehingga vaksinasi lanjutan dijadwalkan kembali berlangsung pada Senin mendatang.Citra menjelaskan, populasi anjing di Desa Tegal Badeng Timur diperkirakan mencapai sekitar 327 ekor. Sedangkan populasi kucing masih dalam proses pendataan. Berdasarkan capaian vaksinasi terhadap anjing, cakupan vaksinasi di desa tersebut baru sekitar 13 persen sehingga perlu terus ditingkatkan untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.Dengan estimasi populasi HPR di Kecamatan Negara mencapai 8.188 ekor, pengendalian rabies dinilai masih menjadi tantangan besar. Pemerintah melalui petugas Medikvet terus mengintensifkan vaksinasi sekaligus edukasi kepada masyarakat agar tidak melepasliarkan hewan peliharaan, mengikat atau mengandangkan anjing maupun kucing, serta memastikan hewan mendapatkan vaksin rabies secara berkala.Masyarakat juga diimbau segera melapor apabila menemukan hewan yang menunjukkan gejala rabies, seperti menjadi agresif, menggigit tanpa sebab, mengeluarkan air liur berlebihan, hingga mengalami kelumpuhan. Selain itu, setiap korban gigitan HPR diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan agar dapat memperoleh penanganan sedini mungkin untuk mencegah risiko penularan rabies. *ode

Sumber: Nusa Bali Musik

a
admin⏱ 3 menit baca

admin adalah kontributor di BeritaDua. Artikel ini diterbitkan pada 03 July 2026.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Komentar